🖤 Chapter 22

3.1K 248 109
                                        

بسم الله الر حمن الر حيم

Jangan lupa membaca Al-Qur'an sebelum membaca novel

Happy reading my Dreamers, and welcome to Fay' black world

🖤🖤🖤

(Challenge) Day - 1

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

(Challenge) Day - 1

MATA almond bermanik cokelat miliknya terbuka begitu saja. Bersamaan dengan otak yang mulai memutar, agar bisa merespons tubuhnya yang ingin membuang cairan di kantung kemih.

Raka lekas turun dari ranjang, dan berlari menuju kamar mandi. Tak butuh waktu lama untuk melakukan kegiatan buang air. Setelah selesai, kakinya kembali berjalan keluar.

Kedua matanya  sesekali dikucek, sembari melihat ke arah jam dinding bulat berwarna putih. Ia terperangah saat mendapati waktu masih menunjukkan pukul 02.55 dini hari.

"Hebat banget gue, bisa bangun jam segini tanpa alarm," gumamnya yang hendak melanjutkan tidur lagi.

Tetapi, belum sempat menaiki kasur, Raka teringat akan tantangan yang Fay berikan kemarin malam. Mengapa ia terima tantangan itu?

Selain karena reward apalagi? Tentu ia akan memanfaatkannya dengan terus menitah-nitah Fay, sehingga wanita itu lama-kelamaan menjadi lelah terus bersabar dengan sikap 'kekanakannya'. Ya... meskipun harus berusaha dulu selama 21 hari, tapi tak masalah.

Ia menon-aktifkan alarm untuk hari ini karena terbangun lebih dulu. Lalu berpaling dan mengambil sebuah gelas kaca bertutup, sebab ingin menghilangkan dahaga sehabis tidur.

Itulah kebiasaannya setiap hari. Me-refill minum agar saat bangun ia tak perlu repot-repot turun ke bawah atau menyuruh ART yang menurutnya sama saja memakan waktu.

Saat bibirnya mulai menyentuh tepi gelas, dan tanpa sadar ia menyerongkan tubuh, tatapan matanya saat minum tak sengaja terarah pada Fay.

BRUUUFFT!

Raka menyemburkan minumannya karena terkejut.

"Akh! Buset! Sakit banget-- dada gue!" Keluhnya reflek menggebuk-gebuk dada yang terasa sesak. Mulutnya juga terbatuk-batuk karena sisa dari tersedak.

Setelah dirasa keadaannya membaik, Raka menoleh dengan cepat untuk melihat apakah kiranya Fay terbangun mendengar suara batuknya. Tapi ia bisa bernapas lega karena Fay tidak terbangun.

Lagi, kedua tangannya mengucek-ngucek mata untuk memastikan sekali lagi. Menelaah dengan pasti pemandangan di hadapannya saat ini. Dan ternyata... memang benar. Kepala Fay tidak tertutupi kain kerudung.

Raka meletakkan gelas pada tempat semula. Dahinya mengerut tipis. Ia sempat tak percaya akan apa yang dilihatnya. Hingga kedua matanya hampir saja tak berkedip.

Enemy in Your Area (#1) [FINISHED]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang