🖤 Chapter 50

3.7K 309 153
                                        

بسم الله الر حمن الر حيم

Jangan lupa membaca Al-Qur'an sebelum membaca novel

Happy reading my Dreamers, and welcome to Fay's black world

🖤🖤🖤

"Where you go, Lady? Wanna have fun with us, tonight?"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Where you go, Lady? Wanna have fun with us, tonight?"

Septian. Lelaki itu yang berkata demikian. Lelaki itu yang bersekongkol dengan Karin hendak menjebaknya. Dia melihat perawakan Septian untuk menyamakan lelaki pada foto itu.

Namun, tubuhnya lebih besar dibanding Raka. Lebih bermassa dibanding suaminya. Itulah, yang membuat pikiran Fay masih berkecamuk soal bukti tersebut.

"Jadi begitu, kalian bekerja sama buat jebak saya?" Tanya Fay mulai mundur perlahan. Dan tentu saja, para pria kian melangkah maju mendekatinya.

"Lo bego, ya? Kok bisa-bisanya masuk perangkap ini? Ah, tapi... memang sih, kalau gue jadi lo juga bakal datang. Secara... ini menyangkut harga diri suami lo, kan? Memang benar. Dia sama Karin udah main."

Gelengan kepala Fay berikan. "Enggak, saya yakin mereka nggak pernah melakukan itu."

Septian diam sejenak. Dia tatap intens wanita di hadapannya, yang kini nampak ketakutan dan dia yakini tengah menahan sakit pada kakinya.

"You sure? Berhubung udah di sini... gimana kalau kita aja yang main?"

"NGGAK SUDI!"

Tak mau memakan waktu, Fay berlari untuk membebaskan diri dari kawanan Septian. Sebab dia berpikir kedua kakinya yang sakit itu tak bisa sepenuhnya digunakan untuk melawan. Dia seorang diri. Seorang wanita, yang mana Fay merasa tenaganya masih cukup jauh untuk melawan empat orang pria.

Namun tentu saja, dengan cepat para pria yang sengaja memberikan kesempatan seakan ingin bermain-main, mulai gencar mengejar. Apalagi melihat wanita berhijab itu berlari dengan sedikit pincang.

"Fay! Jangan lari-larian, ya. Sini, dong. I can make you fly with my service!"

Napas Fay kian terengah. Dia bergidik mendengar godaan itu. Keringat mulai mencuat keluar dari keningnya. Sedikit lagi hampir sampai pada persimpangan jalan keluar. Dia hendak meminta tolong.

"AKH!" Fay meringis saat kerudung yang ia gunakan berhasil ditarik oleh salah seorang. Hampir ia terpelanting ke belakang. Tapi Fay tak mau hal itu terjadi, berusaha melawan sebisa mungkin dengan bela dirinya.

Ya Allah! Aku mohon bantu aku!

Dia terkepung lagi oleh empat orang tersebut. Sembari melawan, mulutnya juga berteriak meminta tolong.

Enemy in Your Area (#1) [FINISHED]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang