Sinar mentari terlihat masih nampak malu-malu untuk menunjukkan sinarnya. Disebuah kamar yang terlihat sempit itu seorang gadis berseragam putih abu-abu tengah berdiri didepan sebuah cermin berukuran kecil dikamarnya dengan menghela napasnya kasar.
Wajahnya terlihat sendu dari pantulan cermin tersebut. Tangannya memegangi pipinya yang nampak kusam tak terawat. Semakin hari kulitnya semakin terlihat buruk pantas saja orang-orang sering kali menyebutnya si buruk rupa apalagi ditambah bekas luka bakar yang cukup mengerikan itu membuat wajahnya semakin terlihat buruk saat dipandang.
Matanya melirik jam diatas sana lalu beralih pada masker yang berada dimeja riasnya. Masker menjadi salah satu barang paling penting disaat dirinya ingin berpergian keluar rumah contohnya pergi ke sekolah. Ia sendiri tidak mau membuat orang-orang merasa jijik saat melihat wajahnya.
Hidupnya memang tidak semenarik itu untuk diketahui orang-orang, ia hanya anak bodoh yang memiliki paras yang buruk. Semasa hidupnya dirinya tidak pernah sekalipun membuat orang tuanya bangga tidak seperti saudaranya yang memiliki kecerdasan diatas rata-rata. Mendapat penghargaan sana sini dari berbagai tingkat perlombaan. Ia pun sering kali mendapat perlakuan berbeda dari orang tuanya. Ia bagai anak pungut yang keberadaannya tidak pernah dianggap.
Mengingat itu membuat dadanya terasa sesak. Tidak hanya fisiknya saja namun batinnya juga ikut merasakan sakit yang tidak ada obatnya. Ia tertawa miris mengingat jalan hidupnya yang jauh dari kata bahagia. Penderitaan dan siksaan setiap hari datang membuat batinnya terluka. Terlebih dari orang-orang terdekatnya.
Ia memasang masker kesebagian wajahnya guna menutupi bekas luka yang cukup mengerikan itu. Memandang dirinya kepantulan cermin didepannya. Mengambil napasnya kasar lalu beralih pada tas sekolahnya yang berada diatas ranjang. Menyampirkan tas sekolahnya dipundak kiri lalu keluar dari kamar miliknya.
Sesampainya dimeja makan, ia sudah disambut dengan tatapan tidak suka dari dua perempuan yang tengah duduk seraya menikmati sarapannya.
"Hadeuh orang mah jelek, jelek aja kali' nggak usah ditutup-tutupi segala." Perkataan yang cukup menohok itu keluar dari mulut saudaranya.
"Ngapain kamu disini?" Pertanyaan itu terlontar dari seorang wanita paruh baya yang menatapnya sinis.
"Ma, aku boleh minta makannya sedikit aja? Aku laper belum makan dari kemarin," ujar gadis itu dengan tatapan penuh permohonan berharap mendapat belas kasihan dari wanita yang dia sebut Mama itu.
"Enggak ada! Udah sana kamu pergi dari sini, bikin selera makan saya hilang saja melihat kehadiran kamu," sentak wanita itu menatap jijik kearah gadis itu.
Geisha menunduk memejamkan matanya sesaat. Perutnya benar-benar terasa perih sejak semalam lantaran belum sama sekali ia isi dengan makanan apapun. Risa, wanita itu benar-benar kejam tidak memberi dirinya makan sebagai hukuman karena nilai ulangan hariannya mendapat tujuh puluh di mata pelajaran matematika sedangkan saudaranya mendapat nilai yang begitu memuaskan jauh diatas nilainya.
Mungkin sebagian orang akan berpendapat jika nilai tujuh puluh dalam mata pelajaran matematika itu sudah cukup bagus mengingat pelajaran matematika merupakan pelajaran yang sangat sulit dimengerti bagi sebagian umat. Tapi tidak bagi Risa, baginya nilai adalah nomor satu dari apapun tak perduli seberapa sulit pelajaran itu.
Geisha beralih menatap saudaranya yang sepertinya sudah siap untuk berangkat. "Al, aku bareng kamu ya? Kali ini aja, aku nggak ada ongkos soalnya," ucap Geisha dengan senyum nya.
"Dih najis, gue bareng sama lo. Mau ditaro dimana muka gue kalo ketauan berangkat bareng sama murid jelek kayak lo, yang ada bikin malu." Alina beranjak berdiri lalu mencium punggung tangan Mamanya. "Masih punya kaki kan? Jalan aja sana! Gue nggak sudi bareng sama lo!" lanjutnya menatap sinis kearah Geisha.
KAMU SEDANG MEMBACA
REYGANSHA [END]
Teen Fiction[ FOLLOW SEBELUM BACA AGAR PART BARU BISA MUNCUL] ** Sepenggal kisah tentang si pembully yang jatuh cinta dengan gadis yang sering ia bully. Dan ini juga tentang Reygan Jordanio yang hidupnya penuh dengan kepalsuan. Wajah yang terlihat tenang namun...
![REYGANSHA [END]](https://img.wattpad.com/cover/356972339-64-k645209.jpg)