Elgara setia mengandeng tangan Alina disampingnya, mereka berjalan saling beriringan dengan senyum yang sama-sama merekah lebar.
Rasa hati Elgara tak sabar menemui sang ibunda yang kemungkinan sudah menunggunya. Senyum lembut sang Bunda sudah terbayang-bayang dikepalanya sejak tadi. Ah, entah kenapa ia sangat merindukan ibunya itu sekarang, rasanya ingin sekali memeluk wanita yang telah melahirkannya itu sekarang juga. Seperti ada magnet yang menariknya agar segera masuk kedalam rumah.
Cklek!
"Assalamualaikum Bunda, Gara pulang."
Elgara lebih dulu masuk kedalam diikuti oleh Alina dibelakangnya.
Baru tiga langkah Elgara berjalan masuk, langkahnya seketika terhenti dengan tubuh yang mematung ditempat, napasnya mulai memburu, kedua tangannya pun mengepal dengan kuat dibagian samping tubuhnya.
"Brengsek!" umpat Elgara mengebu-gebu.
Pemandangan tak pantas itu menghadirkan amarahnya yang menggebu-gebu dalam dirinya. Melihat dengan jelas sang ayah bermesraan bersama wanita lain tepat didepan matanya sendiri.
"Mama," ucap Alina dengan kedua mata yang melotot lebar.
Didepan sana, tepatnya disebuah sofa panjang rumah Elgara, Mamanya tengah asik bermesraan bahkan berciuman mesra tanpa mengingat tempat.
Dua orang dewasa itu pun lantas sama-sama bangkit dengan raut wajah terkejut sama seperti Alina.
"Mama ngapain disini?"
"Harusnya mama yang tanya gitu sama kamu, kamu yang ngapain dirumah Mas Devan?" Alih-alih menjawab Rissa justru balik bertanya.
"Mama?" sahut Elgara terkejut.
Sorot matanya yang tajam itu menyorot kearah Alina dengan tatapan yang berubah datar. "Jalang ini Mama, lo?"
"Iya, ini mama aku, tapi mama aku bukan jalang, El. Tolong jaga bicara kamu." Alina yang tak terima mama nya disebut sebagai jalang pun membela.
Elgara tertawa sinis. "Terus kalo bukan jalang apa? Pelacur? Wanita murahan hah?"
"ELGARA, JAGA BICARA KAMU! WANITA YANG KAMU SEBUT ITU ADALAH CALON IBU TIRI KAMU!" Devan, selaku ayah kandung Elgara membentak putranya dengan tegas.
"Ibu tiri? Haha najis! Gue nggak akan mau punya ibu tiri kayak dia, jalang sialan! nggak tau malu cuih murahan!" sahut Elgara sembari meludah kesamping.
Tangan Devan terkepal kuat, pria berjas itu pun maju mendekat lalu dengan kasar menarik kerah seragam Elgara dan memberi sebuah pukulan kuat pada wajah Elgara.
Bugh!
"JAGA SOPAN SANTUN KAMU ANAK SIALAN!"
BUGH!
Elgara mundur kebelakang lantaran pukulan yang dilayangkan oleh sang papa benar-benar sangat kuat apalagi bagian perutnya.
Alina yang melihat Elgara kesakitan pun segera membantu cowok itu namun, tangannya langsung ditepis oleh Elgara bahkan cowok itu mendorong tubuh Alina dengan kasar.
Mata Alina memanas merasakan sikap dingin Elgara yang terang-terangan ditunjukkan untuknya. Agaknya mulai hari ini Elgara akan membencinya karena masalah yang terjadi. Untuk saat ini Alina tidak bisa berbuat suatu karena ia sendiri saja masih bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi. Otaknya nampak kesulitan untuk mencerna semuanya.
Elgara memegangi perutnya yang terasa begitu nyeri akibat tinjuan maut dari sang ayah. Namun, saat pandangannya tak sengaja mengarah kebawah tepatnya disamping sofa matanya sukses terbelalak dengan sempurna.
KAMU SEDANG MEMBACA
REYGANSHA [END]
Fiksi Remaja[ FOLLOW SEBELUM BACA AGAR PART BARU BISA MUNCUL] ** Sepenggal kisah tentang si pembully yang jatuh cinta dengan gadis yang sering ia bully. Dan ini juga tentang Reygan Jordanio yang hidupnya penuh dengan kepalsuan. Wajah yang terlihat tenang namun...
![REYGANSHA [END]](https://img.wattpad.com/cover/356972339-64-k645209.jpg)