Chapter 69: Rumah Sakit

4.3K 161 18
                                        

Geisha terbangun dengan keringat dingin sebesar jagung yang membanjiri pelipisnya. Napasnya terlihat memburu hebat, jantungnya pun berdetak lebih cepat dari biasanya.

Dengan tergesa ia turun dari atas ranjang, berjalan keluar dengan wajah yang terlihat begitu panik. Menuruni anak tangga dengan cepat hingga sampailah ia di ruang tamu. Sepi, itulah yang ia lihat di sana.

Menghela napasnya lega, ia berucap syukur dalam hati. Tapi, tunggu! Kemana Reygan? Apakah cowok itu belum juga pulang? Geisha kembali dilanda panik seperti sebelum-sebelumnya. Ia takut jika mimpi yang baru saja dialaminya akan terjadi dalam dunia nyata. Ah, sungguh membayangkannya saja Geisha sudah di buat lemas dan gemetar tak karuwan.

Merasa lelah berdiri ia pun memilih duduk di salah satu sofa di sana. Arah pandang perempuan itu sama sekali tak teralihkan pada pintu utama rumahnya yang masih tertutup.

Hingga beberapa menit pun berlalu, pintu besar nan tinggi itu di buka oleh seseorang dari luar. Geisha yang hampir saja kembali tertidur karena merasa bosan pun langsung membuka kembali matanya.

Di ambang pintu sana, ia dapat melihat Elgara berdiri diam dengan wajah yang terlihat kusut dan jangan lupakan bawah matanya yang nampak menghitam.

Geisha langsung bangkit berjalan cepat menghampiri Elgara yang masih terdiam di ambang pintu. Aneh, pikir perempuan itu. Tidak biasanya Elgara seperti sekarang, setiap kali Elgara menatap nya cowok itu pasti akan tersenyum hangat ke arahnya. Tapi, sekarang kenapa terlihat berbeda sekali. Sebenarnya ada apa? Lantas di mana Reygan? Kenapa cowok itu tidak ikut pulang bersama Elgara?

Berbagai macam pertanyaan itu, membuat Geisha semakin dilanda cemas seperti sebelum-sebelumnya.

Bayang-bayang akan mimpi buruknya pun semakin membuatnya takut. Bagaimana jika mimpi buruknya itu benar-benar terjadi? Geisha benar-benar sangat takut saat ini, sungguh. Ia tak akan sanggup jika harus kehilangan Reygan secepat ini.

"Gar, kamu kenapa?" tanya perempuan muda itu berjalan ke arah Elgara yang masih tak bergeming fi tempatnya.

"Gue nggak papa," jawab Elgara tersenyum begitu tipis. Ia tidak mau melihat Geisha khawatir dengan kondisinya sekarang.

"Ayo masuk kenapa malah diem di sini," titah Geisha.

Elgara masih tak bergeming, memandang sendu wajah polos Geisha yang kini berdiri tepat di hadapannya. Ada hal yang ingin ia beritahu pada perempuan itu tapi entah kenapa lidahnya terasa begitu kelu dan lemas. Tenggorokannya pun ikut tercekat. Sehingga kata-kata itu pun tak sampai keluar dari mulutnya.

Diraihnya tangan Geisha dengan lembut. Menghela napasnya pelan, menatap wajah bingung perempuan itu cukup lama hingga mulutnya kembali terbuka mengeluarkan suara. "Adis, maaf.. gue gagal."

Memilin bibirnya sesaat lalu kembali bersuara. "Gue gagal bawa Reygan pulang."

"Maksud kamu gagal gimana? Reygan ke mana sekarang? Kamu udah ketemu sama dia 'kan, Gar?"

Elgara mengangguk pelan.

"Terus Reygan mana? Kenapa belum juga pulang? Aku 'kan kangen sama dia. Pengen cepet-cepet peluk dia." Bibir Geisha mengerucut sebal.

Elgara kembali menghela napasnya pelan sebelum menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh perempuan di hadapannya ini. "Reygan di rumah sakit, semalam dia kecelakaan."

Tubuh Geisha langsung melemas saat kalimat berjumlah lima kata itu keluar bebas dari mulut Elgara. Jantungnya kian berdetak kencang, matanya mulai memburam tak jelas.

Kepalanya menggeleng lemah. "Enggak! Pasti kamu bohong 'kan, Gar?"

"Bilang sama aku, kamu pasti lagi ngeprank aku 'kan?"

REYGANSHA [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang