Chapter 50: Bayi Besar Cemburu

9K 274 125
                                        


"Astaga, kalian."

Suara itu berhasil membuat tautan bibir keduanya terlepas begitu saja. Geisha meraup udara disekitar dengan begitu rakus. Dirasa puas dan napasnya sudah kembali normal ia menatap sang pemilik suara tersebut yang sontak saja membuat kedua matanya melotot lebar dengan pipi yang sudah bersemu kemerahan.

Geisha sontak berdiri dengan perasaan begitu malu namun tidak dengan Reygan yang nampak menahan kesal ditempatnya. "Ck, ganggu," batin cowok itu menggerutu.

"Ayah, ngapain kesini malam-malam?" Begitulah yang Geisha tanyakan pada pria yang berstatus ayah kandungnya.

Arka yang datang bersama Elgara nampak mengerutkan keningnya heran dengan pertanyaan putrinya. "Memangnya ayah nggak boleh ketemu sama putri ayah? Oh atau ayah ganggu kalian ya?" Pria itu terkekeh setelahnya.

"Yaudah yuk, El, kita pulang aja, jangan ganggu suami istri muda ini yang lagi romantisan." Arka menatap Elgara yang berdiri diam disampingnya.

Geisha mencegah dua laki-laki itu dengan cekatan. "Tunggu ayah!" Anak perempuan itu berdiri didepan ayahnya.

"Why? Ayah nggak mau ganggu kalian sayang."

Geisha menggeleng cepat. "No! Ayah nggak ganggu kita kok, iya kan Rey?" Matanya mengode Reygan dengan kedipan beberapa kali.

"Hmm." Reygan membalas dengan malas.

Kesal? Ya, dia kesal, karena kedatangan mertua dan sahabatnya itu berhasil menganggu waktunya untuk bermanja dengan sang istri bahkan menganggu kegiatan panas mereka. Hufft benar-benar menyebalkan.

"Nah kan denger sendiri kita nggak merasa keganggu kok sama kedatangan ayah sama Elgara. Justru kita senang." Gadis berpiyama panjang itu tersenyum lebar.

"Baiklah, ayah boleh duduk?"

"Tentu, silahkan. Aku mau kedapur dulu buatin kalian minuman." Geisha mempersilahkan keduanya duduk dengan ramah.

Elgara mengangguk singkat.

Sepeninggal Geisha yang katanya izin membuat minuman kini menyisakan tiga laki-laki berbeda usia itu diruang tamu.

"Ayah apa kabar?" tanya Reygan basa-basi.

"Baik, sangat baik. Kamu sendiri bagaimana? Apa sudah benar-benar sehat?" Arka balik bertanya.

"Berkat Geisha, Rey sudah jauh lebih baik, Yah." Bibirnya tersenyum lebar.

"Syukurlah, anak itu merawat mu dengan baik."

"Iya, Yah, bahkan sangat-sangat baik. Geisha itu sabar banget ngadepin Rey yang manja dan keras kepala ini."

"Enak manja-manja sama istri?" Bukan Arka yang bersuara melainkan Elgara.

"Enak dong. Kenapa? Iri lo?"

"Dih ogah!" Elgara merotasikan bola matanya malas lalu kembali fokus pada benda pipih nya.

Arka terkekeh melihat dua anak muda didepannya. "Makanya El, cari pacar dong. Biar nggak jomblo, keliatan ngenes banget kamu, Om jadi kasihan."

Elgara sontak menatap kesamping dimana Arka duduk. "El lagi fokus sama kesembuhan Bunda, Om, jadi nggak ada waktu buat mikirin pacaran."

Jangankan mencari pacar, mendekati seorang perempuan saja dia tidak pernah. Dalam kata lain dia tidak begitu pandai dengan urusan semacam itu apalagi bersikap romantis kepada perempuan.

Hanya Bunda dan Alina saja lah yang dia perlakukan berbeda dengan yang lain. Terlebih sang Bunda, Elgara sangat menyayangi wanita itu lebih dari dirinya sendiri. Maka dari itu untuk saat ini ia ingin memfokuskan diri pada kesehatan sang Bunda sampai wanita itu bisa sembuh dari penyakitnya. Ya... Meskipun mustahil.

REYGANSHA [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang