"Sekali lagi terimakasih banyak, Gar, buat semuanya. Om benar-benar kaget saat kamu memberi kabar bahwa Geisha masuk rumah sakit apalagi saat atau kalau putri om hampir saj—" Arka tak mampu melanjutkan ucapannya.
Ia kembali melirik putri tunggalnya yang tengah berbaring dirumah sakit dengan mata yang masih setia terpejam sejak semalam.
Dia benar-benar syok saat mendapat kabar bahwa putrinya hampir menjadi korban pelecehan dari Elgara saat masih berada di rumah sang besan. Saat itu juga Arka panik sekaligus marah, terlebih dengan menantunya yang sama sekali tidak becus menjaga amanah darinya untuk menjaga putri kesayangannya.
Lihat saja jika nanti laki-laki brengsek itu datang untuk menemuinya ia akan beri perhitungan pada laki-laki itu. Bila perlu akan ia habisi.
"Sama-sama Om, ini juga udah menjadi tugas Gara buat jaga Geisha." Elgara tersenyum tipis.
Arka ikut tersenyum dan mengusap bahu anak itu pelan. "Om bangga sama kamu, Gar."
"Oh ya kamu tidak pulang? Sejak semalam om lihat kamu tidak tidur karena sangking mengkhawatirkan keadaan Geisha."
"Enggak papa, Om, Gara lebih nyaman diluar dari pada dirumah. Rumah berisik banget Om." Anak itu tertawa diakhir kalimatnya.
Pria yang duduk disamping anak itu menepuk pundak Elgara yang menanggung banyak sekali beban. Ia tahu tawa dan senyum yang anak itu perlihatkan hanya sebuah topeng untuk menutupi keterpurukannya. "Bagaimana kondisi Bunda kamu?"
Raut wajah Elgara langsung berubah begitu arah pembicaraan mengarah tentang kondisi Bundanya. "Masih belum ada perubahan, Om, justru semakin bertambah parah." Kepalanya menunduk begitu merasakan matanya mulai memanas.
Laki-laki itu sudah rapuh, laki-laki itu tak sekuat yang orang-orang lihat. Elgara itu remaja rapuh yang menanggung beban dipundaknya seorang diri. Dan semua itu berasal dari keluarganya yang berantakan.
Sikap dingin yang sering ia perlihatkan adalah topeng untuk menutupi sisi rapuhnya. Dia tidak ingin terlihat lemah di depan orang-orang dan berakhir dikasihani. Selama ini ia menanggung semua sendiri, memendam semuanya sendiri tanpa adanya seseorang yang bisa ia jadikan tempat singgah untuk mendengarkan keluh kesah nya.
Beruntung beberapa minggu ini ada Alina yang selalu setia disaat dirinya membutuhkan tempat pulang dan tempat curhat atas masalah yang menimpah nya. Setidaknya dengan cara bercerita dengan Alina, beban pikiran yang selama ini ia simpan sedikit berkurang meski tak ilang seperti yang dia inginkan. Tapi, setidaknya ia sedikit merasa lega jika sudah bercerita dengan gadis itu.
"Papa mu masih sering berselingkuh?" tanya Arka penuh hati-hati.
Elgara menganggukkan kepalanya pelan. "Bahkan sekarang semakin parah Om, dan yang Elgara dengar Papa kembali berhubungan dengan masa lalunya."
"Masa lalunya?"
Elgara kembali mengangguk.
Arka diam-diam mengepalkan tangannya dibawah sana. Jadi selama ini ayah dari remaja itu bermain dibelakang istrinya dengan orang masa lalunya. Yang berarti orang itu adalah...
***
Reygan datang kerumah sakit bersama Mamanya, setelah tadi berusaha membujuk wanita itu memaafkan dirinya. Dan berhasil, ia berhasil mendapat maaf dari mamanya kini hanya tinggal dari sang papa, ayah mertuanya dan satu lagi tentunya dengan Geisha.
KAMU SEDANG MEMBACA
REYGANSHA [END]
Teen Fiction[ FOLLOW SEBELUM BACA AGAR PART BARU BISA MUNCUL] ** Sepenggal kisah tentang si pembully yang jatuh cinta dengan gadis yang sering ia bully. Dan ini juga tentang Reygan Jordanio yang hidupnya penuh dengan kepalsuan. Wajah yang terlihat tenang namun...
![REYGANSHA [END]](https://img.wattpad.com/cover/356972339-64-k645209.jpg)