[ FOLLOW SEBELUM BACA AGAR PART BARU BISA MUNCUL]
**
Sepenggal kisah tentang si pembully yang jatuh cinta dengan gadis yang sering ia bully.
Dan ini juga tentang Reygan Jordanio yang hidupnya penuh dengan kepalsuan. Wajah yang terlihat tenang namun...
Reygan memasuki kelasnya dengan santai sambil mengantongi kedua tangannya disaku celana seragamnya. Kedatangannya itu pun disambut heboh oleh para sahabatnya namun lain hal dengan Elgara yang sejak tadi diam mengamati wajah Reygan yang terdapat beberapa luka lebam yang cukup parah.
"Anjir, muka lo kenapa jadi jelek gini dah?" Pertanyaan absurd itu keluar dari bibir Kenzo dengan santai yang langsung dihadiahi tatapan tajam dari empunya.
Reygan mendaratkan bokongnya dikursi yang dia tempati tepat bersebelahan dengan Kenzo.
"Berantem sama siapa lo?" Kali ini giliran Raga yang ikut bertanya.
"Nggak penting," sahut Reygan acuh. Cowok itu membuka ponsel berlogo apel digigit setengah itu untuk mengirimkan pesan pada seseorang.
"Tapi lo nggak papa kan?" Kenzo kembali bersuara. Wajah yang terlihat sedikit imut itu memancarkan kekhawatiran disana.
Kepala Reygan memutar kesamping dimana cowok bermata sipit itu berada. "Gue oke," jawabnya.
Kenzo dan Raga terlihat lega mendengarnya. Namun, tidak dengan Elgara yang sepertinya masih cukup bertanya-tanya dengan sesuatu yang terjadi pada salah satu sahabatnya itu. Masih banyak kejanggalan yang bersarang dikepalanya. Ia yakin ada sesuatu yang sedang disembunyikan oleh cowok itu darinya dan dari yang lain juga.
Mata Reygan sejak tadi tak berhenti curi-curi pandang pada penunggu kursi paling belakang disana. Entah apa yang sedang dia pikirkan setelah mengirimkan pesan singkat tersebut pada seseorang. Tapi, intinya pagi ini dia sudah dibuat kesal oleh seseorang itu.
Karena tak sama sekali menemukan letak celana dalamnya, Reygan terpaksa memakai celana dalam yang dia gunakan semalam. Tak apa kan? Dari pada tidak menggunakan dalaman sama sekali.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sebenarnya Reygan malu menanyakan perihal barang pribadinya itu tapi karena sekarang ada Geisha yang telah mengatur dan mengurus semua keperluannya termasuk mencuci pakaian miliknya jadi tak salah bukan jika Reygan menanyakan hal itu pada Geisha, istrinya sendiri?
Geisha sendiri yang mendapat pesan tersebut tak bisa menahan senyumnya. Ingin sekali dia tertawa terbahak-bahak sekarang juga, tapi karena kini sedang berada didalam kelas, mati-matian dia menahan tawanya.
Jempolnya mulai bergerak mengetik sesuatu dilayar ponselnya guna membalas pesan singkat dari cowok yang duduk di barisan paling kanan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.