Kasih vote sama komen ya:)
**
Hari ini Geisha sudah ada janji bertemu dengan Alina disebuah taman kota. Setelah menyelesaikan pekerjaan rumahnya, Geisha langsung bergegas bersiap untuk menemui Alina di taman. Entah apa yang ingin Alina bicarakan disana Geisha tidak tahu. Alina memberi kabar saja cukup dadakan untung saja hari ini hari libur jadi Geisha mempunyai banyak waktu bersantai dirumahnya.
Geisha menatap pantulan dirinya didepan cermin, setelah dirasa rapih dan siap ia pun bergegas merapihkan meja rias dan mengambil tas selempang miliknya yang tergantung di bagian lemari.
"Mau kemana? Rapih banget."
Baru saja Geisha berbalik, suara Reygan yang baru saja keluar dari kamar mandi mengejutkannya. Ia pun kembali memutar posisi tubuhnya menghadap Reygan yang kini berdiri tepat didepannya dengan handuk kecil yang tersampir di lehernya.
Rambutnya masih basah sehingga menimbulkan tetesan air yang berasal dari rambutnya. Cukup terlihat acakan tapi anehnya hal tersebut tak sedikitpun mengurangi kadar ketampanan yang Reygan miliki justru bertambah semakin tampan.
"Rey, kamu mah kebiasaan kalo habis keramas nggak kamu keringin dulu pake handuk." Geisha melangkah lebih dekat guna membantu mengeringkan rambut Reygan yang masih nampak basah.
Entahlah sudah berapa kali Geisha mengingatkan cowok itu untuk mengeringk lebih dulu rambutnya menggunakan handuk, tapi tak sama sekali dihiraukan oleh Reygan. Cowok itu masih saja mengulangnya seperti sebelum-sebelumnya.
"Sengaja, biar bisa dikeringin sama kamu," balas Reygan dengan cengiran khasnya.
"Kebiasaan deh. Yaudah sini kamu duduk aku keringin pake hair dryer," titah Geisha menunjuk kursi didepan meja rias tersebut.
Reygan pun menurut dan langsung mendaratkan bokongnya dikursi tersebut dengan senyum mengembang.
Geisha mulai menyalakan hair dryer tersebut dan mulai mengeringkan rambut Reygan dengan begitu telaten. Hampir setiap hari ia melakukan hal tersebut karena seringnya Reygan keramas. Entah itu pagi, sore bahkan malam sekalipun.
"Gei, kamu belum jawab pertanyaan aku lho yang tadi." Suara Reygan memecahkan keheningan yang terjadi.
"Yang mana?"
"Itu lho yang aku tanya kamu mau kemana pagi-pagi ini udah rapih mana cantik lagi."
"Oh itu aku mau ketemu sama Alina ditaman, boleh 'kan?" tanya Geisha.
"Mau ngapain?"
"Ya mau main lah. Boleh nggak nih?"
"Kalau aku bilang nggak boleh kamu bakal tetep pergi?"
"Iya lah aku 'kan udah janji sama Alina. Gimana sih kamu."
"Kalau gitu ngapain kamu tanya boleh apa nggak sama aku kalo kamu aja bakal tetep pergi kalaupun aku nggak kasih izin." Reygan menyilangkan tangannya didepan dada dengan wajah yang ditekuk masam.
Geisha menaruh kembali hair dryer tersebut pada tempat semula dirasa rambut Reygan sudah benar-benar kering.
"Geisha? Kok kamu diem sih?" Reygan menegur dengan nada kesalnya.
"Emang aku harus balas apa? Toh kamu juga ujungnya bakal ngambek juga."
"Siapa yang ngambek? Aku nggak ngambek ya."
"Kamu lah muka mu aja udah ditekuk gitu."
"Yaudah makanya jangan pergi, aku 'kan mau manja-manja sama kamu dirumah." Reygan memeluk tubuh Geisha dengan manja seraya menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Geisha.
KAMU SEDANG MEMBACA
REYGANSHA [END]
Teen Fiction[ FOLLOW SEBELUM BACA AGAR PART BARU BISA MUNCUL] ** Sepenggal kisah tentang si pembully yang jatuh cinta dengan gadis yang sering ia bully. Dan ini juga tentang Reygan Jordanio yang hidupnya penuh dengan kepalsuan. Wajah yang terlihat tenang namun...
![REYGANSHA [END]](https://img.wattpad.com/cover/356972339-64-k645209.jpg)