[ FOLLOW SEBELUM BACA AGAR PART BARU BISA MUNCUL]
**
Sepenggal kisah tentang si pembully yang jatuh cinta dengan gadis yang sering ia bully.
Dan ini juga tentang Reygan Jordanio yang hidupnya penuh dengan kepalsuan. Wajah yang terlihat tenang namun...
Geisha kini tengah berteduh dibawah halte depan sekolah nya. Sudah hampir setengah jam ia berada disana menunggu kedatangan sang ayah. Hari yang sudah semakin sore membuat suasana disana semakin terlihat sepi.
Geisha memainkan jari-jarinya dengan perasaan gelisah. Matanya tak berhenti melirik benda pipih yang ia taruh disebelahnya berharap sang ayah akan segera memberi kabar.
Selang beberapa detik sebuah notifikasi masuk lewat ponselnya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Geisha tersenyum saat mendapati sebuah mobil hitam yang melaju kearahnya yang tak lain adalah mobil ayahnya. Setelah mobil itu berhenti tepat didepan halte, Geisha lantas bergegas untuk masuk kedalam mobil ayahnya.
Cewek itu tersenyum pada ayahnya yang dibalas elusan di puncak kepalanya. Pria yang tak lain ayah kandungnya itu sedikit mendekat membantu Geisha memasangkan sabuk pengaman. Perhatian kecil dari ayahnya cukup membuat Geisha tersentuh. Padahal memasang sabuk pengaman adalah suatu hal kecil yang bisa ia lakukan seorang diri tanpa bantuan seseorang tapi ayahnya itu selalu saja menganggap dirinya seperti anak kecil yang apa-apa harus dibantu oleh orang lain.
"Gimana sekolahnya hari ini?" tanya Arka setelah memasangkan seat belt putrinya.
Geisha mengangguk dan menjawab. "Baik, nggak ada masalah kok, Yah."
Bohong! Geisha kembali berbohong pada ayahnya. Cewek itu tidak mau membuat ayahnya khawatir jika ia menceritakan semuanya. Sebenarnya bisa saja ia mengadu pada ayahnya tapi ia sendiri tidak mau, cewek itu bukan tipikal anak yang suka mengadu pada orang tuanya. Apapun yang ia alami selama disekolah sebisa mungkin ia tutupi pada ayahnya.
"Yakin? Anak ayah nggak lagi bohongi ayah 'kan?" tanya Arka sedikit memicingkan matanya.
Geisha mengangguk dengan semangat. Mimik wajahnya terlihat biasa saja agar ayahnya mempercayainya. "Beneran dong, masak Geisha bohong sama ayah," katanya sedikit terkekeh.
"Maaf, ayah," lanjutnya dalam hati.
Arka tersenyum tipis, sekali lagi ia mengelus puncak kepala Geisha. "Iya, ayah percaya, sayang. Tapi ingat kalau princess ayah ada masalah langsung cerita sama ayah ya, nak. Jangan kamu pendam sendiri, kamu masih punya ayah disini. Ayah akan selalu ada untuk princess ayah ini sampai kapanpun."
Perasaan Geisha kembali menghangat, ucapan ayahnya yang terdengar begitu tulus membuat Geisha tenang setidaknya ia masih mempunyai seorang ayah yang begitu menyayanginya. Memperlakukan dirinya dengan begitu baik rasanya Geisha sudah begitu beruntung. Dalam kata lain beruntung bisa memiliki ayah seperti Arka. Pria yang begitu mengutamakan dirinya dari apapun.