[ FOLLOW SEBELUM BACA AGAR PART BARU BISA MUNCUL]
**
Sepenggal kisah tentang si pembully yang jatuh cinta dengan gadis yang sering ia bully.
Dan ini juga tentang Reygan Jordanio yang hidupnya penuh dengan kepalsuan. Wajah yang terlihat tenang namun...
Reygan setia menuntun sang istri masuk ke dalam rumah. Keduanya baru saja pulang dari rumah sakit memeriksa kandungan Geisha yang kini sudah memasuki usia sembilan bulan yang artinya tinggal menunggu beberapa minggu lagi keduanya akan segera resmi menjadi orang tua di usia mereka yang baru saja akan menginjak 18 tahun.
Selama kehamilan sang istri, Reygan begitu menjaganya dengan baik. Pekerjaan rumah yang biasanya Geisha lakukan sendiri, sekarang digantikan oleh Reygan, cowok itu melakukan pekerjaan rumah seorang diri terkadang juga di bantu sedikit oleh sang Mama yang sering berkunjung hingga menginap di rumahnya.
Reygan sangatlah overprotektif dengan kehamilan Geisha, bahkan selama hamil pula Geisha tak sama sekali diizinkan melakukan aktivitas seperti menyapu, mencuci piring dan lain-lain. Mungkin hanya memasak saja yang masih sering ia lakukan, itupun karena paksaan ataupun desakan perempuan hamil itu, jika tidak mana mungkin Reygan mau mengizinkannya.
Benar-benar menyebalkan memang dengan sikap berlebihan Reygan, tapi perlahan Geisha sadar jika sikap berlebihan yang ditujukan oleh suaminya itu juga demi kebaikan dirinya dan calon anak mereka. Dalam kata lain, hal tersebut adalah salah satu bentuk kasih sayang dari sang suami untuknya selama kehamilan.
"Hati-hati," peringat Reygan entah untuk yang keberapa kali.
"Ya Allah Rey, aku cuma mau duduk lho bukan mau salto ataupun kayang." Geisha menatap cowok itu dengan malas.
"Iya aku tau, tapi kan harus hati-hati juga sayang."
Geisha berdehem pelan dengan pandangan fokus ke arah ponselnya yang menyala.
"Mau aku ambilin minum?" tanya Reygan.
Kepala Geisha menggeleng pelan, masih sibuk dengan ponselnya.
"Cemilan? Buah? Atau apa gitu yang kamu pengen sekarang," tawar Reygan.
""Nggak usah, aku masih kenyang. Mending kamu diem deh duduk samping aku sini," titah perempuan itu sedikit menggeser tubuhnya agar Reygan bisa duduk di sampingnya.
Reygan pun menurut, mengambil posisi untuk duduk di samping sang istri.
"Beneran kamu nggak laper? Kamu belum makan siang lho."
"Nanti aja, gampang."
"Yaudah deh, tapi nanti kalo kamu laper bilang aku ya, nanti aku masakin."
"Iya, sayang." Geisha tersenyum kearah Reygan dengan manisnya.
Terlalu jarang di panggil dengan kata-kata sayang membuat Reygan salting sendiri. Terlalu lebay memang tapi itulah Reygan.
"Lagi chatan sama siapa sih kok kayaknya serius banget?" tanya Reygan penasaran. Ia sedikit menggeser tubuhnya agar lebih dekat pada sang istri.
"Sama Alina, coba baca deh." Geisha menyodorkan ponselnya pada Reygan yang langsung di terima oleh cowok itu.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.