Chapter 09: Cinta?

6.9K 215 4
                                        

Angin yang cukup kencang menerpa wajah tampan milik cowok bertubuh jangkung itu. Berdiri menikmati pemandangan dari atas gedung sekolahnya. Rasa kesal yang diakibatkan oleh kejadian beberapa menit yang lalu masih Reygan rasakan. Tangan cowok itu terkepal dengan begitu eratnya.

Tubuh yang hanya dibaluti kaos berlengan pendek itu nampak terlihat seksi apalagi saat angin menerpa baju dan sedikit tersingkap membuat tubuhnya sedikit terjiplak.

Mood nya seketika berubah turun begitu saja. Dari permasalahan keluarganya dan ditambah dengan permasalahan Geisha yang entah kenapa selalu saja membuatnya kesal setiap harinya. Memang benar Reygan tidak pernah absen membully cewek itu setiap hari meskipun terkadang cewek itu tak melakukan kesalahan apapun. Tapi ada untungnya juga gadis itu, setiap kali ia memiliki masalah yang bersumber dari keluarganya Geisha lah yang akan menjadi pelampiasan kekesalannya.

Geisha yang memang dasarnya gadis polos dan bodoh tidak pernah menyadari itu. Dalam kata lain Geisha hanyalah sebuah samsak yang kapan saja ia gunakan untuk melampiaskan rasa kesal dan marahnya entah itu dari keluarga atau yang lainnya.

Mengingat masalah yang sedang ia hadapi membuat Reygan frustasi. Terlahir menjadi anak sulung laki-laki membuat dirinya selalu diandalkan oleh keluarganya. Hidup dengan bergelimang harta tidak membuat Reygan bahagia sedikitpun. Apa yang ia punya sekarang tidaklah bisa membuat dirinya merasa menjadi anak paling beruntung karena terlahir di keluarga yang sangat berkecukupan.

Suara kursi yang bergesekan dengan lantai semen sukses membuat Reygan menolehkan kepalanya kebelakang. Setelah mengetahui siapa yang datang Reygan kembali menghadap kedepan dengan mata yang terpejam menikmati semilir angin diatas sana.

Cowok berwajah dingin nan datar yang baru saja mendudukkan dirinya disalah satu kursi disana melempar sisa putung rokok yang berserakan dibawahnya kearah Reygan.

"Ngapain lo kesini? Mau bolos lo?" Dua pertanyaan beruntun itu Reygan ajukan tanpa menatap sang lawan bicaranya.

"Jamkos," sahut Elgara dari belakang yang sedari tadi hanya fokus memperhatikan temannya.

Reygan tak lagi membalas. Cowok itu kini membalikkan badannya, berjalan menghampiri Elgara lalu duduk di salah satu kursi yang letaknya tak begitu jauh dari Elgara.

"Tumben kesini?" tanya Reygan.

Pasalnya Elgara cukup jarang sekali mengunjungi rooftop jika tidak ada hal penting yang ingin mereka bicarakan dengan para sahabatnya. Cowok itu anti dengan yang namanya membolos, setiap jam kosong saja ia habiskan dengan cara membaca buku dan menghapal rumus-rumus di kelas. Berbeda sekali dengan Reygan, cowok itu bisa dibilang cukup pintar tapi cowok itu bisa terbilang paling malas dengan yang namanya belajar. Toh tidak belajar pun ia masih saja pintar.

"Abis dari UKS." Selang beberapa detik Elgara kembali menjawab.

Reygan yang mulanya tengah fokus pada rokok yang berada di tangannya sontak menatap Elgara dengan satu alis yang terangkat. "Sakit lo?" tanyanya.

Elgara menggelengkan kepalanya.
"Bantuin Geisha," jawab cowok berwajah dingin itu setelahnya yang sukses membuat Reygan terkejut bukan main.

"Suka lo sama cewek jelek itu?" tanya Reygan menatap Elgara dengan mimik wajah yang terlihat mengejek.

Reygan mulai menyalakan rokok yang berada ditangannya. Cowok yang memiliki banyak penggemar dari kalangan perempuan itu melayangkan tatapan remeh kearah Elgara. "Selera lo rendahan. Padahal kalo emang lo pengen nyari cewek bisa gue bantu cariin. Cari yang bisa lo tidurin juga gue bisa, tinggal lo bilang aja kriterianya sama gue."

"Lo 'kan pinter, nyari cewek kok yang rendahan. Mau gue bantu cariin yang hot nggak?" lanjut Reygan menyunggingkan senyum smirk nya.

Elgara diam tapi diam-diam dia menahan gejolak emosi yang siap kapan saja ia luapkan pada sahabatnya. Cowok itu beranjak berdiri dengan wajah yang terlihat memerah menahan emosi.

REYGANSHA [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang