Chapter 39: Kembali Kasar

8.1K 274 117
                                        


Malam ini adalah acara 40 harian mengenang kepergian Kaivan. Tak terasa waktu berjalan begitu cepat. Padahal rasa-rasanya baru kemarin mereka kehilangan anak laki-laki itu.

Mereka sudah sepakat akan berdamai dengan keadaan dan akan mengikhlaskan kepergian laki-laki itu dengan lapang dada. Mereka semua yakin jika anak laki-laki itu sudah menjemput kebahagiaan nya di alam sana. Yang perlu mereka perbuat disini adalah mendoakan laki-laki itu.

Acara malam ini banyak dihadiri oleh kerabat dekat, para tetangga kompleks dan juga beberapa rekan kerja Darius yang memang sengaja datang tak lupa juga ketiga sahabat Reygan yang ikut serta dalam acara kirim doa malam hari ini.

Kini empat pemuda tanggung itu tengah berbincang ringan di karpet tebal yang sempat digunakan untuk acara kirim doa yang telah selesai beberapa menit yang lalu.

Beberapa tamu yang datang ada yang sudah lebih dulu pulang namun tak sedikit pula yang masih menetap disana untuk berbincang ringan dengan pemilik rumah. Entah itu membicarakan tentang anak mereka, bisnis mereka atau bahkan hal random yang sesekali mengundang kekehan para bapak-bapak.

"Njir itu bukannya Geisha ya?" Telunjuk Kenzo menunjuk seorang gadis yang terlihat tengah membereskan beberapa piring bekas kue-kue dan makanan yang ada.

Tiga pasang mata yang awalnya sibuk masing-masing langsung memfokuskan pada satu objek yang ditunjuk oleh Kenzo.

Raga sempat terdiam beberapa saat lalu bersuara, "Masya Allah cantik banget cuy make kerudung gitu, vibes nya positif gitu jadinya." Ia tersenyum seperti orang yang kehilangan kewarasan.

"Iya cok, gila nggak nyangka gue cewek itu bisa secantik itu. Bisa nih gue gebet mulai besok." Kenzo nampak menyetujui ucapan Raga.

"Eh tapi bentar, cewek itu kenapa bisa dirumah Rey ya? Kayak udah akrab banget lagi sama Tante Karina." Cowok itu menatap Reygan dengan mata memicing.

Reygan yang ditatap merasa risih pun menyahut, "Dia anak dari sahabat bokap gue."

"Seriusan lo bro?" tanya Kenzo cukup terkejut.

Tidak hanya Kenzo, Raga pun sama terkejutnya. Namun tidak dengan Elgara yang terlihat biasa-biasa saja seperti seseorang yang telah mengetahui suatu hal.

Reygan mengangguk singkat. "Iya lah ngapain gue boong."

"Berarti lo deket dong sama dia?" sambar Raga bertanya demikian.

"Gue deket sama dia? Ya enggak lah, najis! Lo tau sendiri gue aja jijik liat muka tuh cewek," jawab sang empu.

Elgara yang mendengar itu diam-diam mengepalkan tangannya menahan untuk tidak menghajar wajah sok tampan milik sahabatnya. Eh tapi memang tampan sih.

"Mulut lo astaghfirullah minta di rukyah kalo ngomong suka main ceplos. Suka tau rasa lo," sahut Kenzo.

"Iya tuh biasanya yang kek gini nih bisa jadi jodoh, benci jadi cinta," timpal Raga yang disambut tawa oleh Kenzo.

Kenzo tertawa ngakak sampai mengundang tatapan aneh beberapa orang disana. "Buat judul FTV bagus, ntar judulnya gini "Si pembully yang jatuh cinta dengan korbannya" bagus tuh . Ya nggak, Ga." Tangannya menepuk punggung Raga cukup kuat.

Sang empu meringis dan melayangkan tatapan tajamnya kearah sang pelaku. "Yoi bener bro, jadi nggak sabar buat liat langsung." Setelahnya Raga tertawa diikuti dengan Kenzo.

Reygan menatap keduanya dengan tatapan begitu tajamysang sontak membuat keduanya kicep tak bersuara. "Banyak bacot banget lo berdua, mending pulang sono hus hus," usir Reygan seperti mengusir ayam.

REYGANSHA [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang