Chapter 64: Hasil Yang Mengecewakan

4K 146 5
                                        

Hari ini, di mana pembagian raport berlangsung di SMA Taruna yang mana sekolah tersebut adalah sekolah milik yayasan keluarga Reygan dari mendiang kakeknya.

Pagi pun telah tiba, untuk mengawali hari yang cerah ini Reygan memutuskan untuk bersiap lebih awal karena sangking bersemangatnya.

Padahal waktu masih menunjukkan pukul enam kurang sepuluh menit, Reygan sudah siap dengan seragam lengkapnya. Kini yang sedang dilakukan cowok itu adalah duduk dikursi bar yang letaknya disamping dapur sembari menunggu sarapan yang sedang dibuat oleh Geisha.

Ting!

Satu buah notifikasi berbunyi yang berasal dari ponselnya. Senyum Reygan terpatri begitu indah tatkala membaca satu pesan yang di kirim oleh Mamanya barusan.

Mama

Kamu duluan saja sama Geisha gak papa kan? Mama ada urusan sebentar, tapi mama janji mama akan datang kesekolah buat jadi wali buat kamu.

Reygan

Gak papa, ma, yang penting mama datang

Iya, mama pasti akan datang.

Semangat ya, mama yakin dengan hasil kamu. Anak mama 'kan hebat.

Iya makasih, ma

Setelah membalas pesan terakhir yang dikirim oleh mamanya, Reygan kembali menaruh ponselnya dimeja makan. Tangannya ia jadikan untuk menopang dagunya.

Aroma masakan yang dibawa oleh Geisha menguar keudara membuat cacing-cacing di perut Reygan meronta untuk segera diberi makan.

Geisha menaruh masakan nya diatas meja, memandang penuh tanda tanya kearah Reygan yang terlihat murung tidak seperti tadi yang terlihat begitu excited.

Geisha menyentuh kening Reygan mengecek suhu tubuhnya. Ternyata normal yang artinya cowok itu baik-baik saja. Lantas perihal apa yang membuat Reygan jadi murung seperti sekarang?

"Rey, kamu kenapa?" Tangan Geisha menyentuh lembut pundak kanan cowok itu.

Reygan yang sempat melamun itu dibuat terperanjat tatkala Geisha menyentuh pundaknya.

"Hei, kamu kenapa?" Geisha mengulang kembali pertanyaannya.

Reygan menggeleng pelan. "Enggak papa cuma lagi banyak pikiran aja."

"Mau cerita? Aku siap kok dengerin curhatan kamu? Cerita aja nggak papa siapa tau kamu bisa merasa jauh lebih lega setelah bercerita."

Geisha menggeret salah satu kursi disana yang setelahnya ia duduki dengan posisi menghadap kearah Reygan. Menunggu cowok itu bercerita.

Sejenak, Reygan diam dengan pandangan lurus menatap Geisha. "Aku takut mengecewakan mama sama papa, Gei." Suaranya terdengar pelan.

Alis Geisha saling menaut bingung. "Mengecewakan maksud kamu?"

"Papa selalu menuntut aku buat jadi sempurna, termasuk dalam bidang akademik. Papa nggak suka punya anak bodoh kayak aku, Gei." Pada akhirnya Reygan mengeluarkan isi hatinya selama ini.

Jadi, selama ini diam-diam Reygan selalu dituntut oleh Papanya? Pantas saja Geisha merasa ada kejanggalan pada mertuanya itu. Mulai dari sikapnya yang dingin pada Reygan dan masih banyak yang lainnya.

REYGANSHA [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang