Hari ini mungkin akan menjadi hari yang membahagiakan bagi Reygan pasalnya sebelumnya ia sama sekali tak pernah merasa sebahagia ini apalagi karena seorang perempuan.
Geisha Adisty nama gadis yang berhasil membuat Reygan merasa sebahagia ini. Gadis berhati malaikat itu menjadi satu-satunya gadis yang berhasil membuat Reygan percaya akan cinta yang sebelumnya tak pernah ia percaya kehadirannya. Sebab menurut Reygan cinta hanya akan mendatangkan kesakitan dan kekecewaan yang pada akhirnya akan berujung pada jurang perpisahan. Bukankah itu sangat menyakitkan? Selama Reygan hidup belum sekalipun merasakan apa itu cinta meski begitu banyak gadis yang berusaha mendekatinya. Selama itu pula tak ada satupun yang berhasil membuatnya tertarik seperti yang ia alami jika bersama Geisha.
Setiap tutur kata dan perlakuan gadis itu berhasil membuat dia hanyut dalam pesona nya yang lugu dan polos. Gadis yang dulu sering ia perlakukan tidak baik kini menjadi satu-satunya gadis yang menetap dan mengisi hatinya yang sempat kosong.
Sejak dimana Geisha memberikan maaf dan kesempatan untuknya Reygan baru menyadari jika selama ini ia telah jatuh dalam pesona gadis polos itu yang sebelumnya ia tak pernah menyadari itu karena cintanya tertutup oleh ego dan gengsi nya sendiri.
Jadi selama ini ternyata Reygan sudah menaruh rasa pada Geisha meski baru sekarang ia menyadari perasaannya itu? Maybe?
Kembali lagi pada sang pemilik hati yang akan menjawab itu sendiri.
"Itu Reygan? Lah dia senyum dong, omo baru kali ini gue liat Rey senyum."
"Gila manis banget pantes gula dirumah gue abis."
"Fiks dia senyum ke gue itu."
"Kesurupan kali biasanya aja mukanya datar bet kayak si ketos kita itu."
"Reygan senyum tandanya dunia sedang tidak baik-baik saja."
Reygan terlihat sangat acuh dengan beberapa siswi tersebut. Langkah lebarnya membawanya menuju kelantai dua dimana kelasnya berada.
Cowok itu masih setia dengan senyumnya bahkan kedatangannya itu membuat seisi kelas heboh terlebih para sahabatnya.
Reygan sangatlah acuh dengan mereka bahkan ia tak sama sekali meladeni berbagai macam pertanyaan dari para sahabatnya itu.
Ia berjalan kearah bangkunya dengan mata sesekali melirik Geisha yang duduk di bangku paling belakang. Gadis itu terlihat sedang sibuk dengan bukunya disana.
"Dih sok sibuk dia," cibirnya dalam hati.
Ia pun lantas duduk di bangku miliknya tepat disamping Kenzo yang sejak tadi mengoceh tak jelas.
"Kemana aja lo beberapa hari ini?"
"Tau tuh mentang-mentang sekolah punya bapak lo main bolos-bolos ae." Raga menyahuti ucapan Kenzo.
"Baru dateng senyum-senyum lagi, waras lo bro?"
Reygan menatap Kenzo datar. "Bacot."
Kenzo mengelus dadanya sabar. " Ya Allah salah apa hamba sehingga mempunyai teman seperti dia ini."
"Pake tanya lagi lo, salah lo banyak nyet. Contohnya jarang sholat."
"Sekate-kate lo bilang, gue rajin sholat ya. Anak sholeh nih bos emang lo main ml teros." Kenzo menyeletuk tak terima.
"Alah sholat kalo pas lagi butuh aja bangga lo monyet," cibir Raga dengan kata-kata savage nya.
Jleb!
Kenzo memegangi dadanya dengan penuh dramatis. "Iya sih, tapi setidaknya gue masih ingat Allah Tuhan yang menciptakan gue," balasnya dengan bangga.
Raga merotasikan bola matanya dengan malas. "Iya, iya serah lo dah. Orang ganteng mah ngalah," katanya dengan percaya diri.
KAMU SEDANG MEMBACA
REYGANSHA [END]
Teen Fiction[ FOLLOW SEBELUM BACA AGAR PART BARU BISA MUNCUL] ** Sepenggal kisah tentang si pembully yang jatuh cinta dengan gadis yang sering ia bully. Dan ini juga tentang Reygan Jordanio yang hidupnya penuh dengan kepalsuan. Wajah yang terlihat tenang namun...
![REYGANSHA [END]](https://img.wattpad.com/cover/356972339-64-k645209.jpg)