Chapter 05: Perkara Nilai

8.4K 245 6
                                        

Geisha tak ada hentinya memainkan jemarinya di bawah sana dengan perasaan gugup. Menunggu namanya dipanggil oleh Bu Andin untuk melihat hasil ulangannya.

Satu persatu teman sekelasnya maju kedepan, hanya ada empat orang yang mendapat nilai diatas KKM dikelasnya. Salah satunya sudah pasti Elgara, kecerdasan cowok memang tidak perlu diragukan lagi.

Selain Elgara, ada Alina dan juga Reygan yang menduduki urutan kedua dan ketiga diatas Elgara. Terlihat Alina tersenyum bangga ditempat nya, cewek itu tersenyum mengejek kearah Geisha. Jangan lupakan kertas ulangannya yang sengaja diperlihatkan dengan jelas.

Hanya menunggu satu nama lagi yang akan disebutkan, Geisha sudah terlihat pasrah jika memang nilainya kali ini kembali tidak mencapai KKM. Tapi Geisha masih sangat berharap jika satu nama yang belum disebutkan itu adalah namanya.

"Yang keempat setelah Reygan adalah-." Bu Andin menggantung ucapannya.

Mereka terlihat penasaran siapa yang menduduki urutan keempat setelah Reygan. Pasalnya dari kelas sepuluh tidak ada satupun murid dikelas yang bisa menyaingi kepintaran mereka bertiga. Rangking pun selalu berurutan setiap semester belum pernah berubah. Elgara pertama, Alina kedua dan Reygan yang ketiga. Ya, kalian tidak salah. Reygan cowok kasar itu memang memiliki otak yang cukup cerdas tak heran jika ia bisa menduduki urutan ketiga dikelas.

"Geisha," lanjut Bu Andin yang sontak membuat seisi kelas melongo tak percaya.

"What! Si bodoh itu?"

"Anjing sejak kapan dia pinter?"

"Nggak salah nih, murid bodoh kayak dia bisa menyaingi mereka bertiga?"

Dan masih banyak lagi yang berbisik-bisik tentang Geisha.

Geisha acuh dengan itu. Cewek itu tampak masih diam ditempat antara percaya dan tidak percaya jika namanya disebut. Sungguh seluruh tubuh Geisha lemas seperti jelly sekarang. Terdengar lebay tapi itulah kenyataannya, karena pada dasarnya Geisha memang bodoh sangatlah bodoh dikelas pun ia selalu mendapat peringkat terakhir. Tak salah jika julukan gadis bodoh begitu melekat dalam dirinya.

"Geisha? Ngapain kamu bengong disana? Sini cepat maju," titah Bu Andin membuat Geisha tersadar dari keterdiamannya.

Semua mata tertuju kearahnya yang membuat Geisha gugup bukan main. Bukan tatapan memuja tapi tatapan tak suka yang terlihat jelas mengarah untuk nya. Tak terkecuali Alina, gadis itu menatap Geisha dengan sorot mata begitu tajam. Kertas yang ia pegang sudah berubah menjadi gumpalan tak berbentuk.

Lain hal dengan Reygan yang nampak terlihat acuh dengan apa yang terjadi. Pandangan cowok itu sama sekali tidak teralihkan pada game diponselnya.

Dengan suasana hati yang begitu senang, Geisha berjalan kedepan dengan pandangan menunduk mencoba menghindari tatapan sinis mereka yang senantiasa mengarah padanya.

"Kamu tidak mencontek, 'kan?" Pertanyaan itu sukses membuat Geisha membelalakkan matanya.

Geisha memandang Bu Andin datar. Guru berkacamata itu ternyata meragukan hasil kerja kerasnya semalaman. Mungkin karena ia terkenal sebagai murid bodoh itu sebabnya banyak orang yang tidak percaya dengan hasilnya sendiri.

"Ibu meragukan hasil ulangan saya?" tanya Geisha memandang Bu Andin tak percaya. Bagaimana bisa ada guru seperti Bu Andin di dunia ini dan lebih parahnya kenapa beliau juga yang harus menjadi gurunya.

Bu Andin menarik sudut bibirnya keatas. "Tentu, jujur saya ragu. Kamu yang biasanya mendapat nilai paling kecil di kelas ini lalu tiba-tiba bisa mendapat nilai sebagus ini. Salahkah kalau ibu meragukannya?"

REYGANSHA [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang