Setelah kepulangan Karina, sepasang suami istri muda itu kini tengah berada di dalam kamar dengan posisi Geisha yang tengah memangku kepala Reygan sembari mengelusnya lembut.
Syukur, suhu badan Reygan sudah tidak lagi tinggi seperti sebelumnya. Agaknya cowok itu sudah mulai kembali pulih dari sakitnya selama dua hari kemarin.
Semenjak sakit pula, sikap Reygan sangatlah manja dengannya, bahkan jika hanya beberapa detik saja ia meninggalkan Reygan entah itu ke dapur atau ke kamar mandi, cowok itu akan langsung merengek persis seperti anak kecil. Cukup menyebalkan, tapi sialnya juga menggemaskan.
Definisi cowok kasar berubah jadi bayi ada dalam diri Reygan saat ini.
"Rey, aku mau nanya sesuatu boleh?" tanya Geisha mengeluarkan suaranya setelah beberapa saat tadi diam memikirkan pertanyaannya yang mungkin saja akan menyinggung Reygan.
Reygan membuka matanya yang sempat ia pejamkan. "Boleh, mau nanya apa sayang?"
Sejenak, Geisha mengambil napasnya dalam-dalam. "Kamu sama papa lagi ada masalah?" tanyanya dengan nada selembut mungkin.
Reygan menggelengkan kepalanya cepat. "Enggak, hubungan aku sama papa baik."
Jawaban tersebut sayangnya sama sekali tidak membuat Geisha percaya karena ia sendiri yakin ada suatu hal yang besar yang disembunyikan oleh Reygan mengenai keluarganya.
Elusan pada kepala Reygan terhenti sejenak. "Rey, kita suami istri kan?"
"Iya lah kita 'kan udah nikah."
"Kalau dalam sebuah hubungan itu bukannya harus saling terbuka dengan pasangan masing-masing?"
"Iya, harus dong biar rasa percaya akan setiap pasangan itu semakin besar."
"Ayo kita saling terbuka, ceritain semua tentang kamu yang nggak aku tau karena kamu sendiri juga udah tau tentang kehidupan aku yang sebenarnya. Aku yang dulu sering disiksa oleh ibu dan saudara tiri aku, aku yang nggak pernah mendapatkan keadilan, dan aku yang harus kehilangan peran seorang ibu sejak masih kecil, sudah kamu ketahui."
"Dan sekarang giliran kamu yang cerita sama aku. Ayo ceritakan semua tentang kamu, termasuk hubungan kamu dan papa yang nggak pernah kamu ceritakan," titah Geisha, tangannya kembali bergerak membelai lembut kepala Reygan.
"Aku rasa nggak perlu aku ceritakan, Gei, karena kehidupan ku itu nggak ada yang menarik semuanya abu-abu nggak ada warnanya. Tapi setelah kamu hadir dalam kehidupan ku, aku merasa hidup aku yang awalnya abu-abu berubah menjadi lebih berwarna. Dari kamu aku bisa merasakan kehangatan kasih sayang yang sesungguhnya. Makasih, kamu udah kasih semua itu buat aku, aku benar-benar beruntung bisa dapetin kamu." Bibir pucat itu tertarik keatas dengan guratan wajah bahagia.
Bahagianya Reygan berada pada Geisha. Apapun masalah yang akan ia hadapi nantinya pasti akan bisa ia lewati dengan mudah asalkan Geisha terus bersamanya, menemaninya dengan segala rasa cinta yang ada.
"Aku yakin cepat atau lambat kamu akan mengetahui semua kehidupan aku yang sebenarnya, tapi ada satu hal yang mau aku minta sama kamu." Reygan memandang lamat-lamat wajah ayu Geisha dari bawah karena posisi kepalanya masih berada di atas pangkuan Geisha.
"Apa itu?" tanya Geisha cukup penasaran.
"Apapun yang terjadi nantinya, tetap bareng sama aku ya, temani aku sampai titik dimana aku udah lelah dengan semuanya."
***
Didalam sebuah ruangan ICU, Elgara masih setia menggenggam tangan Alina yang sudah satu minggu ini belum juga membuka matanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
REYGANSHA [END]
Teen Fiction[ FOLLOW SEBELUM BACA AGAR PART BARU BISA MUNCUL] ** Sepenggal kisah tentang si pembully yang jatuh cinta dengan gadis yang sering ia bully. Dan ini juga tentang Reygan Jordanio yang hidupnya penuh dengan kepalsuan. Wajah yang terlihat tenang namun...
![REYGANSHA [END]](https://img.wattpad.com/cover/356972339-64-k645209.jpg)