Geisha berjalan beriringan dengan Elgara di lorong rumah sakit. Ya, atas paksaan dari laki-laki itu, Geisha pun pasrah dan mengizinkan laki-laki itu ikut bersamanya. Toh laki-laki itu sudah banyak mengetahui tentang kehidupannya termasuk penikahannya dengan Reygan.
Dua remaja yang masih mengenakan seragam sekolah lengkap itu sudah sampai di depan ruangan yang sempat Karina beritahu. Keduanya saling pandang seakan bertanya siapa yang akan masuk lebih dulu. Pada akhirnya pun Geisha yang lebih dulu masuk membuka pintu.
Elgara berjalan dibelakang Geisha seperti anak yang mengekori induknya.
Karina yang menyadari pintu terbuka pun lantas berdiri berniat memberi ruang untuk Geisha dan juga Reygan berbicara. Tak lupa wanita itu juga mengode Elgara untuk ikut keluar bersamanya.
"Ma, mau kemana?" Reygan menahan tangan mamanya.
"Mama mau keluar sebentar, kamu ngobrol dulu gih sama Geisha." Karina tersenyum kearah gadis itu. "Sini sayang, duduk, mama mau keluar sebentar." titah wanita itu.
Geisha tersenyum kikuk dan mengangguk.
"Yasudah mama keluar sebentar ya, kalian ngobrol berdua dulu."
Karina berjalan keluar tak lupa menarik Elgara untuk ikut bersamanya. Elgara yang paham dengan situasi pun menurut namun sebelum itu ia sempat melayangkan tatapan dingin kearah Reygan.
Tidak bisa dipungkiri bahwa Elgara masih sangat kesal sekaligus marah pada Reygan. Meski cowok itu sahabat dekatnya tapi tak sekalipun membuat Elgara kasian. Karena prinsipnya, siapapun yang berani menyakiti kesayangannya maka ia tak akan segan-segan menghabisi orang tersebut. Siapapun itu, termasuk Reygan.
Jika saja waktu itu Geisha tidak memohon padanya sudah bisa dipastikan Elgara mendekam di jeruji besi karena telah menghilangkan nyawa Reygan, cowok brengsek itu.
Suasana didalam yang sedang dihuni oleh sepasang suami istri terasa begitu canggung. Keduanya sama-sama masih enggan untuk mengeluarkan suara.
Geisha sendiri masih pada posisi awalnya yaitu berdiri dengan jarak yang cukup jauh dari keberadaan Reygan.
Gadis itu terus memandangi wajah pucat milik Reygan dengan perasaan tak karuwan. Rasa sesak, kecewa, dan kesal seakan tercampur menjadi satu.
Sekaligus tak menyangka bahwa laki-laki yang beberapa hari ini dia cari dan tanyakan ternyata sedang tidak baik-baik saja disini dengan keadaan yang cukup memprihatinkan. Bekas luka dimana-mana, tubuhnya terlihat jauh lebih kurus dari sebelumnya, mata yang biasanya menyorotnya tajam itu kini nampak sayu dan kosong.
Geisha ikut sedih melihat kondisi Reygan sekarang. Cowok galak nan kasar itu terlihat sangat hancur.
"Geisha," panggil Reygan dengan suara yang dibuat selembut mungkin.
Geisha sedikit ternganga untuk pertama kalinya Reygan memanggil dirinya dengan sebutan nama, karena biasanya cowok itu akan memanggil dirinya dengan sebut cewek sialan, gadis bodoh, cewek jelek dan masih banyak lagi kata-kata tak pantas yang sering diperuntukkan untuknya.
Gadis itu tersenyum tipis sebagai tanggapan. Lantas ia pun mendekat kearah Reygan dan duduk dikursi yang berada disana.
"K-kamu kenapa, Rey?" Gadis itu bertanya seraya menahan rasa gugupnya.
Tidak ada angin tidak ada hujan tiba-tiba saja Reygan menarik tangannya, lalu cowok itu genggam dengan erat dan yang cukup membuat Geisha tercengang adalah mata cowok itu terlihat berkaca-kaca.
"Gei, maaf, maafin gue."
"Gue nyesel Gei, gue emang bodoh udah ninggalin lo sendirian malam itu. Maaf Gei, gue bener-bener minta maaf hiks." Reygan terisak pelan.
KAMU SEDANG MEMBACA
REYGANSHA [END]
Teen Fiction[ FOLLOW SEBELUM BACA AGAR PART BARU BISA MUNCUL] ** Sepenggal kisah tentang si pembully yang jatuh cinta dengan gadis yang sering ia bully. Dan ini juga tentang Reygan Jordanio yang hidupnya penuh dengan kepalsuan. Wajah yang terlihat tenang namun...
![REYGANSHA [END]](https://img.wattpad.com/cover/356972339-64-k645209.jpg)