Kuy ramaikan dan jangan lupa untuk vote, yg gk vote asli parah bgt cuy🙄
Enjoy and Happy Reading
***
Mobil Reygan terparkir didepan sebuah rumah sederhana yang tak lain adalah rumah kontrakan Alina. Geisha segera turun diikuti oleh Reygan. Tanpa banyak waktu, Geisha pun segera masuk kedalam, kebetulan pintu yang menjadi akses untuk masuk ke dalam tidak tertutup.
Reygan yang terlihat bingung lantas mengikuti langkah Geisha masuk kedalam rumah tersebut.
"Sebenarnya ada apa, Gar?" Geisha yang baru saja masuk kedalam sudah disambut oleh Elgara yang duduk disebuah kursi ruang tamu dengan wajah gusarnya.
"Terus Alina mana?" Karena tak kunjung mendapat jawaban, Geisha pun kembali mengajukan pertanyaan.
"Di kamarnya," balas Elgara seadanya.
"Aku boleh masuk?" izin Geisha pada Elgara yang di balas anggukan kecil oleh sang empu.
Sebelum masuk, Geisha sempat melirik Reygan yang berdiri tak jauh disampingnya seakan meminta izin. Reygan yang paham pun memberi anggukan kepala sebagai izin.
Geisha tersenyum dan langsung bergegas masuk kedalam kamar Alina meninggalkan Reygan dan juga Elgara diruang tamu minimalis tersebut.
Didalam kamarnya, Alina terlihat melamun dengan pandangan kosong keluar jendela yang berlapis kaca tersebut. Penampilan gadis itu terlihat sangat kacau dengan wajah yang nampak sembab pun dengan kedua matanya yang memerah.
Kepingan kejadian beberapa jam yang lalu kembali berputar dikepalanya yang sukses membuat dadanya kembali terasa sesak. Air matanya pun kian meluruh dengan sendirinya. Sejauh dan sekuat apapun Alina berusaha bersikap baik-baik saja maka rasa sakit itu akan kian bertambah besar lantaran terus ia pendam seorang diri. Tidak ada tempat untuk bercerita guna menumpahkan sedikit beban dan rasa sakitnya lewat curhatan pada seseorang. Elgara? Sudah banyak sekali ia merepotkan laki-laki itu selama ini. Alina hanya tidak ingin selalu bergantung pada Elgara, karena ia sendiri yakin bisa mengatasi masalahnya seorang diri.
Geisha terdiam mematung diambang pintu begitu mendapati kamar Alina yang nampak sangat berantakan pun dengan sang pemilik kamar tersebut.
Dengan tekad dan penuh keyakinan, Geisha mulai melangkahkan kakinya masuk kedalam. Dengan langkah sepelan mungkin ia menghampiri Alina yang tengah duduk dipinggiran ranjang dengan posisi membelakangi dirinya.
"Alina." Geisha menyentuh lembut bahu Alina yang nampak bergetar.
Secepat kilat Alina segera mengusap jejak air matanya dengan kasar. Kepala yang awalnya menunduk itu sedikit terangkat dan menoleh kesamping. Alina tersenyum tipis dihadapan Geisha.
"Al, kamu baik-baik aja 'kan?" tanya Geisha lembut.
Alina mengangguk pelan. "Gue baik, emang kenapa sama gue?" Gadis itu balik bertanya.
"Yakin? Kamu kelihatan kacau banget, sudut bibir kamu juga luka. Kamu sebenernya kenapa, Al? Ada sesuatu yang kamu sembunyiin dari aku sama Gara?"
"Enggak ada, gue nggak papa. Ini cuma luka kecil doang kok." Alina masih bisa tersenyum seakan ia memang baik-baik saja.
Geisha memicingkan matanya, menelisik setiap inci wajah Alina dengan seksama. Ia tidak akan gampang percaya begitu saja, karena ia sendiri yakin jika ada sesuatu yang sedang disembunyikan oleh Alina.
"Lo kenapa natap gue gitu?" tanya Alina dengan sewot.
"Nggak papa, luka kamu aku bantu obati ya?" tawar Geisha.
KAMU SEDANG MEMBACA
REYGANSHA [END]
Novela Juvenil[ FOLLOW SEBELUM BACA AGAR PART BARU BISA MUNCUL] ** Sepenggal kisah tentang si pembully yang jatuh cinta dengan gadis yang sering ia bully. Dan ini juga tentang Reygan Jordanio yang hidupnya penuh dengan kepalsuan. Wajah yang terlihat tenang namun...
![REYGANSHA [END]](https://img.wattpad.com/cover/356972339-64-k645209.jpg)