Chapter 12: Wishlist Kaivan

8K 200 5
                                        


Reygan terlihat tak perduli dengan tangisan Geisha yang begitu memilukan. Laki-laki itu terus melancarkan aksi gilanya dengan kesadaran penuh.

"Hiks ayah maafin Geisha.." Geisha membatin lirih.

Jika tau akan seperti ini, ia akan lebih memilih disiksa dari pada diperlakukan seperti jalang yang tidak memiliki harga dirinya sama sekali didepan Reygan. Cowok brengsek itu.

Reygan nampak menyeringai menatap wajah Geisha yang nampak begitu ketakutan. "Tubuh lo jelek, nggak minat gue sama lo." Ia sedikit menjauh dari Geisha.

"Tapi kalo gue coba dikit boleh kali ya?" Reygan nampak tersenyum miring. Senyum yang begitu mengerikan.

Geisha menggeleng kuat tangannya berusaha menutupi bagian dadanya. Air mata gadis itu lagi-lagi turun dengan begitu deras.

"T-tolong siapapun tolong aku." Geisha berteriak berharap ada seseorang yang bisa mendengar teriakannya yang tak seberapa itu.

"Percuma lo teriak goblok nggak akan ada yang bakal nolong lo, bitch!"

Brak!

Pintu rooftop dibuka dengan kasar oleh seorang cowok bertubuh jangkung itu. Napas cowok itu naik turun tak beraturan. Mata bak elang itu menyorot tajam kearah Reygan.

Cowok itu mengepalkan kedua tangannya kuat-kuat, kakinya melangkah maju kearah Reygan. Tangannya menarik kerah baju Reygan dengan kasar lalu...

Bugh!

Satu pukulan berhasil mendarat dengan sempurna diwajah tampan Reygan. Reygan terkekeh kecil disana dengan memegangi sudut bibirnya yang robek.

"Brengsek lo, Rey," maki cowok itu tak tertahan.

Bugh!

Bugh!

Bugh!

Ia seperti orang kesetanan memukuli Reygan. Tiga pukulan itu Kaivan layangkan pada wajah dan juga perut Reygan yang sukses membuat Reygan mengerang kesaktian. Amarahnya pada cowok brengsek itu tidak bisa tertahan lagi. Biarpun Reygan adalah saudaranya hal itu tak sama sekali membuat dirinya menyesal karena telah memukuli saudaranya dengan membabi buta.

Tindakan dan perlakuan Reygan sudah sangat diluar batas. Reygan memang pantas mendapatkan itu atas perbuatan nya sendiri.

Geisha, gadis itu diam memandangi perdebatan si kembar didepannya. Dalam hati ia mengucap banyak kata syukur karena Kaivan datang tepat waktu untuk menolongnya jika tidak, sudah bisa dipastikan kehidupan Geisha selanjutnya akan hancur begitu saja termasuk masa depannya.

"Suka lo sama tuh jal4ng?" Reygan melirik Kaivan sekilas dengan satu alis terangkat.

Rahang Kaivan mengeras saat kata menjijikan itu keluar dari mulut Reygan yang diperuntukkan untuk orang yang ia cinta. "Jaga mulut lo, sialan!" Kaivan kembali menarik kerah baju Reygan.

Reygan yang sudah terlihat lemas dibawah sana hanya bisa pasrah dengan tindakan Kaivan. Bukan tidak ingin melawan, hanya saja Reygan tidak mau membuat tubuh Kaivan terluka karena ia tau betul jika tubuh adik kembarnya itu lemah tidak seperti dirinya.

"Emang bener 'kan dia jal4ng? Semua anak disekolah ini juga tau itu."

"Anjing lo, Rey!"

Bugh!

Bugh!

Kaivan menghujani pukulan bertubi-tubi untuk saudaranya tanpa rasa kasihan. Cowok itu benar-benar marah sekarang. Wajahnya terlihat memerah dengan urat-urat lehernya yang semakin menonjol.

REYGANSHA [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang