Reygan datang lalu memarkirkan motornya dibarisan motor para sahabatnya. Dibukanya helm full face miliknya sehingga memperlihatkan rambut acakan yang menambah kadar ketampanan cowok itu. Lantas ia berjalan santai seraya mengantongi dua tangannya ketempat para sahabatnya berkumpul.
"Dateng juga lo akhirnya, lo mau tau berita paling heboh pagi ini kagak?" tanya Kenzo dengan hebohnya.
Alis Reygan nampak terangkat satu. "Gak," balasnya acuh.
Reygan bukan tipikal cowok yang gampang sekali kepo apalagi sampai mengurusi urusan orang lain. Jika tidak ada sangkut pautnya dengan dirinya ia akan sangat acuh lebih tepatnya tidak perduli.
Kenzo mendengus kasar. "Anjir padahal berita ini termasuk tujuh keajaiban dunia. Yakin lo nggak penasaran berita apaan?"
Kornea mata Reygan memutar dengan malas. "Apaan?" Reygan akhirnya penasaran juga dengan maksud tujuh keajaiban dunia yang dimaksud Kenzo.
Kenzo melirik Raga yang sibuk dengan ponselnya. Biasa cowok gamers itu sedang menjoki akun game customer nya. "Kasih tau nggak, Ga?" tanyanya pada sang sahabat.
"Kasih tau apaan? Gue aja nggak tau berita heboh apaan," jawab Raga tanpa mengalihkan pandangannya sedikit pun. Katanya fokus pada game yang dia mainkan.
Plek!
Dengan spontan Kenzo memukul lengan Raga cukup keras lantaran kesal dengan teman gila game nya itu.
"Capek gue sumpah, capek punya temen game teros," ucapnya merasa jengkel.
Raga menyudahi bermain game nya lalu menghadap Kenzo. "Bacot lo, ntar kalo gue udah masuk e-sport impian gue dan gue terkenal lo bisa apa?" cibir cowok itu dengan tampang jahilnya.
"Hilih siapa yang mau angkat lo jadi pro player, jangan mimpi deh. Sekolah aja masih suka bolos sok-sokan mau masuk dunia e-sport."
"Ngeremehin gue lo, skill gue aja setara sama onic kairi. Emang lo boot!"
"Si anjir ngelunjak lo. Gue bukan boot ya, tim gue yang boot." Kenzo menatap Raga dengan sengit pun sebaliknya.
"Yah dasar boot!"
"Gue bukan boot!"
"Yaudah lo beban tim kalo gitu." Setelahnya Raga tertawa.
"Ngelunjak ya lo, ayo lah bewan kita custom deck. Gue pake Nana tapi."
"Dasar CBN. Cuma bisa Nana," ucap Raga ngegas setelahnya ia tertawa.
Kenzo mengerucutkan bibirnya dengan lucu, mata sipitnya melotot kearah Raga yang masih setia dengan tawanya. Bukannya terlihat menyeramkan Kenzo justru terlihat lucu dengan wajahnya yang mirip seperti bayi, memerah.
Reygan menatap perdebatan antara keduanya dengan jengah. Bukan kali ini saja sebenarnya, hampir setiap saat mereka berdebat dengan masalah yang sama. Jika bukan sahabatnya sudah dia buang kelautan luas biar dimakan hiu sekalian.
"Rey, liat deh si Raga mukanya ngeselin banget asli. Lo nggak ada niatan buat bikin mukanya bonyok apa?" Kenzo seakan mengadu pada ibunya.
Diantara ketiga sahabat Rey, Kenzo memang yang paling kecil disana bahkan Kenzo juga yang paling dekat dengannya dibandingkan yang lain. Reygan sendiri sudah menganggap Kenzo sebagai adiknya sendiri begitupun sebaliknya.
"Sebelum gue bikin muka Raga bonyok gimana kalo muka lo duluan yang gue bikin bonyok?" Alis Reygan dibuat naik turun.
Kenzo kicep ditempat. Dalam hati ia menggerutu kesal sekaligus menyumpah serapahi Raga.
KAMU SEDANG MEMBACA
REYGANSHA [END]
Teen Fiction[ FOLLOW SEBELUM BACA AGAR PART BARU BISA MUNCUL] ** Sepenggal kisah tentang si pembully yang jatuh cinta dengan gadis yang sering ia bully. Dan ini juga tentang Reygan Jordanio yang hidupnya penuh dengan kepalsuan. Wajah yang terlihat tenang namun...
![REYGANSHA [END]](https://img.wattpad.com/cover/356972339-64-k645209.jpg)