Dikediaman rumah Geisha mereka sudah nampak terlihat sangat rapih dengan dandanan mereka termasuk Geisha yang sudah dipoles dengan sedikit make up oleh Alina beberapa menit yang lalu. Itupun atas paksaan dari Arka, jika tidak, Alina tentu saja tidak mau untuk melakukan itu. Dalam arti lain Alina, hanya terpaksa mendandani adiknya.
Geisha, gadis pemilik senyum manis itu terlihat begitu anggun dengan dress dibawah lutut yang terlihat begitu cocok dengan tubuhnya yang mungil. Dress pemberian ayahnya saat dirinya berulang tahun yang ketujuh belas tepatnya dua bulan yang lalu.
Wajah yang sedikit dipoles make up membuat Geisha terlihat begitu cantik. Luka diwajahnya tidak begitu terlihat karena tertutup oleh make up. Sejujurnya Geisha tidak begitu terbiasa saat menggunakan riasan wajah seperti ini tapi karena ayahnya yang menyuruh agar malam ini dirinya tampil cantik nan sempurna, saat pertemuan dengan sahabat ayahnya mau tak mau Geisha hanya bisa menuruti apa kata pria itu.
Rambut yang biasanya terkucir kuda kini tergerai bebas dengan sedikit hiasan cantik diatsnya. Sungguh, malam ini Geisha benar-benar terlihat begitu cantik bahkan Alina pun kalah dengan kecantikan Geisha malam ini.
"Masya Allah putri ayah cantik sekali, sayang," ucap Arka terlihat menganga ditempat.
Sontak pria setengah baya itu beranjak dari duduknya menghampiri anak bungsunya yang baru saja turun dari tangga bersama Alina. Cewek berwajah jutek itu memutar matanya malas mendengar pujian dari ayahnya. Memang yang cantik hanya Geisha? Lihatlah dirinya juga tidak kalah cantik dengan gadis pembawa sial itu.
Geisha nampak tersenyum malu-malu dengan pujian ayahnya. Bukan kali ini saja sebenarnya, setiap hari dan setiap waktu ayahnya akan selalu memuji dirinya dengan kata-kata manisnya.
"Pinter juga kamu, Al, dandanin adik kamu," ujar Arka pada putri sulungnya.
Alina tersenyum puas akan pujian ayahnya, ia mengibaskan rambutnya kebelakang dengan gaya angkuhnya.
"Iya dong, siapa dulu.. Alina," balas cewek itu dengan bangga.
Arka terkekeh sesaat. Karena tak berselang lama suara Risa terdengar. "Mas, sebenernya kita mau kemana sih? Disuruh dandan serapih ini," tanya wanita cantik berpakaian mewah itu penasaran.
"Sudah jangan banyak tanya. Lebih baik sekarang kita berangkat," jawab Arka sekenanya.
Risa hanya bisa pasrah dengan ucapan suaminya. Meskipun rasa penasaran dalam dirinya benar-benar sudah diubun-ubun tapi masih berusaha ia tahan.
"Ayo sayang." Arka menggapai tangan Geisha yang menjuntai kebawah dan ia genggam dengan lembut.
Gadis itu tersenyum tipis dan mengangguk.
Arka mengandeng tangan Geisha untuk lebih dulu keluar meninggalkan Risa dan juga Alina dengan raut wajah kesal mereka.
Alina sendiri tak ada henti-hentinya menggerutu pelan. Menyumpah serapahi Geisha yang dengan lancang sudah mengambil penuh posisinya dari sisi sang Ayah. Pun dengan Risa yang tak kalah kesal saat dirinya diacuhkan oleh suaminya sendiri.
***
Tak membutuhkan waktu yang lama, empat anggota keluarga itu sudah sampai ditempat yang sudah dijanjikan oleh sahabatnya. Disebuah cafe yang sudah sengaja mereka sewa hanya untuk pertemuan keluarga mereka.
Arka berjalan lebih dulu dengan Geisha yang berada disampingnya. Sedangkan Risa dan Alina membuntuti mereka dibelakang. Alina sama sekali tidak pernah puas untuk tidak mencibir Geisha dalam hatinya. Cewek itu terlihat begitu cemburu dengan kedekatan Geisha dan Arka.
KAMU SEDANG MEMBACA
REYGANSHA [END]
Teen Fiction[ FOLLOW SEBELUM BACA AGAR PART BARU BISA MUNCUL] ** Sepenggal kisah tentang si pembully yang jatuh cinta dengan gadis yang sering ia bully. Dan ini juga tentang Reygan Jordanio yang hidupnya penuh dengan kepalsuan. Wajah yang terlihat tenang namun...
![REYGANSHA [END]](https://img.wattpad.com/cover/356972339-64-k645209.jpg)