Senin sudah kembali tiba. Hari paling menyebalkan jika dibandingkan dengan hari-hari lain terlebih bagi para siswa maupun siswi yang tengah menempuh pendidikan disekolah. Setiap hari senin mereka harus bangun lebih pagi untuk segera sampai kesekolah guna mengikuti upacara rutin disetiap hari senin.
Dan kini nasib sial dihari senin sedang menimpa Geisha. Cewek berkucir kuda itu tengah berbaris dengan beberapa siswa yang lain dibawah tiang bendera sembari mendengarkan ceramah panjang guru yang terkenal killer di sekolahnya. Tidak hanya guru saja, tapi juga ada ketua OSIS SMA Taruna yang tak lain adalah Elgara. Laki-laki berseragam rapih itu berdiri mengawasi gerak-gerik mereka dengan wajah datar andalannya.
Sudah terhitung dua puluh menit mereka berdiri disana dengan terus mendengarkan ocehan dari guru bertubuh gempal itu.
Geisha berbaris dibagian tengah dekat dengan Alina yang ternyata juga terlambat datang ke sekolah. Geisha dapat melihat jelas perubahan Alina yang cukup signifikan, mulai dari cara berpakaian cewek itu yang sekarang berubah seperti bad girl serta riasan wajah cewek itu yang kini terlihat lebih cetar dari biasanya dan satu lagi, Alina bukanlah tipikal murid yang suka terlambat datang, dulu saat masih satu atap dengannya, Alina selalu berangkat lebih awal apalagi jika dihari senin. Tapi sekarang, cewek itu rupanya juga terlambat datang seperti dirinya. Entah apa alasan Alina bisa terlambat di hari senin ini.
Geisha ikut prihatin dengan perubahan Alina yang cukup drastis setelah tidak lagi tinggal bersamanya.
Lama berdiri dibawah sinar matahari yang cukup terik, ditambah Geisha yang belum sempat mengisi perutnya di rumah, membuat kepala cewek itu sedikit pusing. Beberapa kali ia meringis memegangi kepalanya, keringat dingin bercucuran dikening gadis itu secara berangsur-angsur. Ia mencoba menahan pusing di kepalanya itu dengan memejamkan matanya berharap rasa pusing di kepalanya akan segera hilang namun nihil hal itu sama sekali tak berefek sedikitpun.
Didepan sana, Elgara terus mengamati gerak-gerik Geisha dari depan. Menajamkan penglihatannya seakan tak rela jika harus melewatkan setiap detik pergerakan Geisha yang cukup mencurigakan.
Bruk!
Suara seseorang terjatuh itu sukses membuat suasana disana ricuh seketika. Beberapa dari para murid berteriak histeris dan seberapa ada juga yang langsung berniat menolong siswi tersebut.
Elgara yang juga sama terkejutnya pun dengan secepat kilat mulai mendekat kearah kerumunan tersebut. Beberapa murid mulai sedikit menjauh guna memberi ruang untuk Elgara.
Elgara sedikit merendahkan tubuhnya dan mulai mengangkat tubuh lemas Geisha ala bridal style menuju UKS dengan sedikit tergesa.
Alina yang melihat kejadian tersebut seakan tengah dibakar api cemburu. Terbukti wajah gadis itu yang sudah terlihat memerah menahan kesal. Kakinya ia hentak-hentakkan kelantai semen tersebut sembari menggerutu pelan.
'Awas lo Geisha," ucapnya dalam hati.
Mata tajamnya menyorot punggung tegap Elgara yang mulai menjauh dari lapangan.
***
Elgara mulai membaringkan tubuh Geisha dengan hati-hati diatas bangsal UKS. Anak PMR yang memang kebagian bertugas hari ini mulai melakukan tindakan untuk Geisha. Ada yang sibuk mencatat nama dan kelas Geisha, membantu melepas sepatu gadis itu dan ada juga yang setia mengoleskan minyak kayu putih ke-kepala Geisha juga hidung gadis itu berharap gadis itu akan segera tersadar dari pingsannya.
Elgara yang duduk menunggu dikursi dekat meja kecil disana lantas bangkit dan bersuara tegas. "Kalian nggak dengar bel pertanda mata pelajaran dimulai bunyi?" tanyanya dingin menatap tiga anggota PMR bergantian.
KAMU SEDANG MEMBACA
REYGANSHA [END]
Teen Fiction[ FOLLOW SEBELUM BACA AGAR PART BARU BISA MUNCUL] ** Sepenggal kisah tentang si pembully yang jatuh cinta dengan gadis yang sering ia bully. Dan ini juga tentang Reygan Jordanio yang hidupnya penuh dengan kepalsuan. Wajah yang terlihat tenang namun...
![REYGANSHA [END]](https://img.wattpad.com/cover/356972339-64-k645209.jpg)