"Akhh sakit, Rey," rintih Geisha lantaran tangannya ditarik dengan kasar.
"Rey, please lepasin ini sakit," ucapnya dengan terus meronta meminta dilepaskan.
Reygan tak mengindahkan ringisan dan rintihan dari gadis tersebut.
Kaki Geisha yang mungil ditambah dengan jangkauan langkahnya yang pendek membuat gadis itu sedikit kuwalahan mengimbangi langkah kaki Reygan yang lebar. Kaki jenjangnya berjalan dengan cepat menuju arah gudang sekolah yang letaknya paling belakang dekat dengan taman belakang sekolah.
Membawa gadis itu masuk dan menghempas tubuh mungil itu begitu saja alhasil Geisha yang sama sekali tak siap pun terjatuh dan berakhir tersungkur dilantai kotor ruangan berminim cahaya tersebut.
Meringis menahan sakit pada bagian pergelangan tangannya yang sempat ditarik kuat oleh Reygan. Kini lututnya yang sempat mencium lantai kasar tersebut sedikit tergores dan mengeluarkan darah.
"Cewek bego!" bentak cowok itu.
"Lo itu emang lemah atau emang pura-pura lemah sih? Bahkan di saat harga diri lo direndahkan kayak tadi lo diem aja? Lo nggak berusaha melawan mereka? Dasar goblok lo!"
Dugh!
Dugh!
Dua kali Reygan menendang tulang kering Geisha melampiaskan rasa kesalnya pada gadis malang itu.
Geisha menggerang kesakitan, menjerit tertahan karena tendangan Reygan yang tak main-main sakitnya. Bibirnya kembali mengeluarkan ringisan
Rambut yang menjuntai panjang itu ia sibak lantaran sedikit menghalau pandangannya. Pelan tapi pasti ia mulai berdiri dengan bantuan bangku usang yang dia jadikan sebagai tumpuan tangannya.
Kepalanya ia dongak kan keatas menatap sendu kearah Reygan yang menatapnya sinis. Berjalan maju dengan sedikit menyeret kaki sebelah kirinya.
"Kenapa kamu menolong aku, Rey? Kalo ujung-ujungnya juga kamu siksa aku, bahkan jauh lebih parah dari mereka." Cairan bening itu luruh begitu saja. Sesak didalam dadanya kian terasa begitu menyakitkan.
Jika tau akan berakhir seperti ini, untuk apa Reygan menolongnya dan membawanya kesini jika ujung-ujungnya cowok itu juga melukainya seperti sekarang.
"Nangis, nangis mulu yang lo bisa! Muak gue lama-lama sama air mata sialan lo itu!"
"Jangan jadi cewek lemah, gue benci sama cewek lemah!"
Brak!
Reygan keluar dari sana dengan membanting pintu yang sudah rusak itu dengan kuat hingga menimbulkan suara yang cukup nyaring.
Geisha pun sampai terperanjat karena sangking terkejutnya. Pandangannya mengarah pada arah pintu keluar, lagi dan lagi cairan bening itu kembali mengalir begitu saja.
Ia menengadahkan kepalanya guna sedikit menghalau cairan bening itu agar tidak kembali turun. Benar kata Reygan, dia tidak boleh lemah. Dia harus kuat dengan semuanya. Karena mereka akan semakin gencar membully nya jika dia lemah seperti sekarang.
Tapi, apakah ia bisa melawan mereka semua sendirian?
Geisha takut, sungguh dia tak seberani itu untuk melawan mereka terlebih Alina, ditambah dengan ancaman gadis itu yang tak main-main membuat Geisha takut untuk melawan gadis itu.
***
Elgara menatap Alina dalam diam seraya duduk tenang dikursi panjang tersebut. Mengamati gadis itu dari bawah sampai atas. Sudah terhitung lima belas menit keduanya berada di taman belakang sejak kejadian di kantin tadi.
KAMU SEDANG MEMBACA
REYGANSHA [END]
Jugendliteratur[ FOLLOW SEBELUM BACA AGAR PART BARU BISA MUNCUL] ** Sepenggal kisah tentang si pembully yang jatuh cinta dengan gadis yang sering ia bully. Dan ini juga tentang Reygan Jordanio yang hidupnya penuh dengan kepalsuan. Wajah yang terlihat tenang namun...
![REYGANSHA [END]](https://img.wattpad.com/cover/356972339-64-k645209.jpg)