Chapter 33: Nasi Goreng

6.9K 263 121
                                        


Sejak tadi wajah Geisha begitu menunjukkan raut gelisah nya karena menunggu Reygan yang tak kunjung pulang juga. Geisha mengkhawatirkan cowok itu sejak dimana cowok itu pergi tanpa pamit dengannya. Mau bagaimana pun Reygan itu tetap suaminya terlepas dengan apa yang sudah cowok itu perbuat padanya selama ini.

Geisha yakin, bahwa Reygan itu laki-laki yang baik. Sikapnya yang sekarang menurutnya cukup wajar sebab, cowok itu belum bisa menerima kenyataan bahwa dia gadis jelek nan bodoh yang sering Reygan bully sekarang berganti status sebagai istri sahnya, dimata hukum maupun agama.

Reygan hanya butuh waktu, sama seperti dirinya. Geisha tentu belum bisa menerima status barunya ini, apalagi jika harus menggantikan posisi Kaivan dihatinya. Jujur dihatinya yang paling dalam, Geisha masih belum bisa ikhlas dengan kepergian Kaivan begitu saja. Sebab, bagi Geisha ini amatlah sulit, bahkan jika mengingat hal-hal yang berkaitan dengan Kaivan, sesak didalam dadanya akan kembali timbul dan terasa begitu menyakitkan.

Geisha masih membutuhkan waktu untuk bisa menata kembali hatinya.

Tapi, yang jelas Geisha tidak akan pernah lupa dengan tugasnya sebagai istri yang harus merawat dan menyediakan keperluan suaminya. Geisha ingin dipandang sebagai istri yang baik, yang bisa merawat dan membahagiakan suaminya.

Desahan kasar terdengar bersamaan dengan suara benda persegi panjang itu ditaruh kasar diatas meja. Kesal, karena pesan yang dia kirimkan pada Reygan tak juga mendapat balasan dari sang empu padahal jelas-jelas status nomor cowok itu sedang online.

Tidak tau kah dia disini sedang mengkhawatirkan keadaan nya yang entah berada di mana sekarang. Jika memang laki-laki itu marah padanya, tidak harus pergi dan mendiamkan dirinya kan? Lagipula Geisha sudah meminta maaf atas kecerobohannya, sungguh Geisha benar-benar tak sengaja membuat baju Reygan gosong hingga bolong seperti yang terjadi tadi.

Sepertinya Reygan memang benar-benar marah padanya, dan bisa Geisha tebak baju yang tak sengaja terbakar oleh setrika itu adalah baju kesayangan Reygan. Terbukti, cowok itu marah besar padanya saat tau bajunya gosong terbakar.

Geisha jadi semakin merasa bersalah pada suaminya itu. Seharusnya dia bisa lebih hati-hati lagi jika melakukan pekerjaan rumah seperti halnya menyetrika.

Cklek

Geisha sedikit terperanjat ketika suara pintu utama dibuka oleh laki-laki jangkung berpenampilan acakan itu. Disusul dengan matanya yang melotot lebar begitu melihat beberapa luka lebam diwajah tampan cowok bernama lengkap Reygan Jordanio.

Reygan tak mengindahkan wajah penuh keterkejutan itu, ia melangkahkan kakinya dengan acuh seakan tak melihat kehadiran Geisha disana yang menatapnya penuh kekhawatiran.

Geisha tak tinggal diam, cewek itu mengejar langkah lebar Reygan dengan tergesa-gesa. Menahan tangan cowok itu yang sukses membuat langkah kaki cowok terhenti.

Reygan berbalik menatap nyalang Geisha yang sudah berani menahan tangannya. Dihempas kasar tangan mungil itu hingga terlepas begitu saja.

"Mau lo apa sih?" tanyanya dengan intonasi sedang namun terdengar menekan.

"Kamu kenapa bisa luka-luka gini?" Alih-alih menjawab Geisha justru melontarkan pertanyaan.

Reygan berdecih sinis. "Bukan urusan lo!" Ia melengos pergi begitu saja.

"Reygan, tunggu!" Geisha menyusul Reygan lalu menghadang cowok itu dengan berdiri tepat didepan cowok itu.

"Minggir!" ucap Reygan dingin.

"Jawab dulu, kamu kenapa?" tanya cewek itu dengan kukuh.

"Nggak penting!" balas cowok itu acuh.

"Bagi aku penting."

REYGANSHA [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang