Tujuh Puluh Tujuh

8.4K 552 118
                                        

Bad Omens - Like A Villain

Happy reading

*****

Autor POV

Sudah tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata bagaimana situasi serta keadaan carut-marut semua orang saat mengetahui jika sosok Adrian dan Sabrina sudah tiada, terlebih lagi dengan secara bersamaan seperti ini.

Berita besar yang menimpa salah satu keluarga 'penguasa' itu langsung tersebar ke seluruh kolega mereka yang ada di penjuru negeri.

Apalagi Higashiyama dan Felix langsung turun tangan, bergerak cepat untuk menyelamatkan nama Saralle dari kekacauan yang seketika terjadi.

Namun dalam situasi keributan itu, untunglah setiap kolega yang bekerja sama dengan Saralle tidak melakukan gerakan apapun yang dapat menyebabkan masalah baru ataupun kerugian yang berarti.

Sebagian dari mereka tetap setia, contohnya beberapa kolega yang ada di Indonesia seperti Handoko, Deva Anezka, Regina Jamaldi, dan Juna Mahendra,

Begitupun di beberapa negara lainnya.

Selain memang sudah lama menjalin kerja sama, nama Sahar Luna yang akan menjadi salah satu pewaris itu pun tidak luput menjadi perenungan bagi mereka.

Seolah-olah semua orang tetap bertahan karena masih adanya sosok Sahar Luna di sana, penerus yang sejatinya sudah diperkenalkan dan sangat diunggulkan oleh Sabrina.

Peran Felix dan Higashiyama memang sangat membantu, walaupun begitu jangan lupakan yang membuat Saralle masih bertahan dari akarnya adalah berkat adanya Sean dan Karin, karena secara tidak langsung mereka lah telah mendominasi pergerakkan Saralle saat ini.

Kedua kaka beradik itu seperti tengah menunjukkan kepada semua orang untuk tidak melupakan kehadiran mereka, sekaligus membuktikan bahwa Adrian dan Sabrina telah berhasil membesarkan ketiga penerusnya dengan sangat kompeten.

Namun di luar dari semua itu, yang tidak kalah penting di balik sebuah kejadian besar ini adalah seorang ketua mafia yang bernama Noburu Kazuo langsung menjadi target utama yang paling dicurigai atas semua yang terjadi kepada Adrian dan Sabrina.

..........

******

Tokyo, Jepang.

Kurang lebih satu bulan setelah tewasnya Adrian dan Sabrina,

Saat ini musim dingin kembali menyapa.

Di dalam sebuah kamar hotel yang mana sudah menyala penghangat ruangan, dengan mengenakan turtleneck yang menutupi area lehernya, seorang Karina Saralle terlihat tengah berdiri di depan jendela kaca, termenung memperhatikan salju yang turun tanpa henti.

Dari awal, pembunuhan Adrian dan Sabrina memang sudah direncanakan dengan sangat teliti dan rinci oleh gadis itu.

Entah pada tanggal, jam berapa, di mana, dan siapa saja yang akan terlibat dalam hal itu.

Saking rapinya, bahkan siapa saja nama polisi lalu lintas yang sedang bertugas ataupun berpatroli pada saat itu sudah ia kantongi.

Tidak lupa juga mengamankan seluruh cctv di area tersebut.

Karin tidak perlu memikirkan bagaimana gemparnya berita tersebut setelahnya.

Bagaimanapun juga Adrian dan Sabrina adalah salah satu keluarga yang berpengaruh dan tersohor. Tentu akan banyak intelijen, polisi rahasia, detektif, entah apapun sebutannya itu yang akan mengambil alih kasus besar tersebut.

Namun setiap orang pasti memiliki suatu kelemahan, bukan?

Bagaimana jika intel tersebut adalah seorang kepala keluarga yang baik, tapi memiliki kelainan sexual dengan laki-laki lainnya juga?

Heaven (gxg)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang