BAD OMENS - The Grey
Happy reading
*****
Author POV
Kurang lebih satu tahun setelah kepergian Adrian dan Sabrina.
Sebentar lagi Sahar akan menginjak kelas dua SMA,
Hanya saja sampai sekarang tidak ada sesuatu yang istimewa yang terjadi di hidupnya selain sekolah, mengurus bisnis Saralle, dan bernafas.
Setidaknya itulah yang dirasakan oleh Sahar,
Karena di balik kehidupannya yang biasa-biasa saja itu, tanpa Sahar ketahui sudah banyak hal yang terjadi, dan semuanya pun berkaitan dengan dirinya.
Entah itu Sean yang dari kapan tahu sudah meminta izin Karin untuk bisa memata-matai kehidupan Sahar lewat informannya yang bernama Fresha, dengan alasan hanya ingin mengetahui bagaimana perkembangan hidup Sahar selama jauh dari dirinya.
Ataupun seorang Ganesa Felix yang sudah bergerak, mencari tahu siapa pembunuh Adrian dan Sabrina,
Begitupun sosok David dan Edo yang juga berperan untuk memata-matai Sahar untuk Ganesa, yang mungkin alasan Ganesa sama dengan alasan Sean? Entahlah.
Itu hanya sebagian kecilnya saja,
Karena memang masih banyak lagi hal yang sudah terjadi, yang tidak bisa disebutkan satu persatu,
Dan sampai sekarang hanya satu orang yang mengetahui semuanya tanpa ada satupun yang luput dari pantauannya, yang tidak lain adalah Karina Saralle.
Bahkan status Gisel yang sedang berpacaran dengan laki-laki yang bernama Vikar, cucu dari Juna Mahendra saja sudah ia kantongi.
Dan sejujurnya yang satu itu memang membuat Karin semakin patah hati.
............
Di luar dari semua hal yang sudah terjadi,
Di tengah-tengah kesibukkannya di Munich, selama ini sosok Karin ternyata masih terganggu dengan sesuatu yang sudah lama terjadi dengan tubuhnya,
Seperti saat ini, di mana Karin masih terlihat duduk di balik meja kerjanya, tertunduk dengan kedua tangan menopang kepalanya yang saat ini terasa sangat sakit, padahal jam sudah menunjukkan pukul setengah 3 pagi.
Ternyata Karin masih belum dan tidak ada niat untuk menyembuhkan insomnia kronis yang sudah lama diidapnya.
Jika tidak tahan dengan rasa ngantuk dan sakit yang menghantam kepalanya, maka Karin hanya akan meminum pil tidur dalam jumlah yang banyak, ataupun mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan
Sayangnya saat ia sudah berhasil untuk tidur, Karin tiba-tiba akan terbangun dengan keadaan badan dibanjiri keringat serta nafas yang terengah-engah akibat mimpi buruk.
Karin sudah melewati semua itu selama kurang lebih tiga tahun ke belakang,
Apalagi setelah peristiwa di Osaka yang menghilangkan nyawa Adrian dan Sabrina dua tahun yang lalu, maka sudah tidak ada lagi yang namanya jam tidur di hidup Karin.
Hal ini membuat Karin sering kali berhalusinasi, serta mendengar banyak suara yang berisik di kepalanya dalam waktu yang cukup lama.
Bahkan tanpa Karin sadari, tidak jarang ia berbicara seorang diri.
Apalagi di saat sendirian seperti ini, maka akan lebih parah lagi karena seolah-olah ada jiwa lain yang bersarang di tubuhnya.
Untungnya sampai sekarang gadis itu tidak pernah berurusan dengan narkotika dan sejenisnya, dan Sahar adalah satu-satunya alasan ia tidak mengambil jalan tersebut.
