Wiz Khalifa - See You Again ft. Charlie Puth
Happy reading
****
Author POV
(Flashback kurang dari 2 tahun yang lalu)
Milan, Italy.
Katakanlah setelah bertahun-tahun lamanya, Ganesa telah melakukan segala cara untuk merebut hati Sahar Luna.
Dengan cara diam-diam sampai berterus terang, dari hal terkecil hingga besar sekalipun, tapi sayangnya sampai sekarang perjuangannya tidak pernah membuahkan hasil.
Sungguh Ganesa sudah ingin menyerah, tapi ketika ia bertemu dan bertatapan lagi dengan gadis itu, sialnya kobaran api itu malah semakin menyala.
Apalagi setelah Adrian dan Sabrina meninggal, keinginan untuk melindungi dan menjaga Sahar begitu besar Ganesa rasakan.
Ganesa sudah kehabisan cara, ataukah ia harus sadar jika mungkin Sahar memang bukan tercipta untuknya.
Berkali-kali Ganesa merasa patah hati, berkali-kali pula lah ia melampiaskannya dengan cara yang berbeda.
Entah bermain ice hockey seorang diri dan memukul bola itu seharian, ataupun boxing hingga membuat lawannya babak belur, dan sebagainya.
.....
Sekarang sepertinya Ganesa kembali mengalami hal itu, membuatnya dari tiga jam yang lalu berada di ruangan fencing (anggar) yang masih berada di kediaman Felix.
"Again." tanpa melepaskan penutup kepalanya, Ganesa berucap sembari bersiap ke posisi awal.
Sayangnya, lawannya tadi sepertinya sudah tidak sanggup lagi untuk berdiri.
Ini sudah hampir satu jam tanpa henti ia meladeni pewaris itu.
Melihat keadaan lawannya, dengan nafas yang terengah-engah, Ganesa lalu menoleh ke samping, membuat tiga orang yang juga sedang memakai seragam anggar itu langsung bergidik mundur.
Namun sebelum Ganesa memanggil salah satu dari mereka,
Semua orang yang ada di ruangan tadi serempak melihat ke arah pintu masuk, di mana sosok Luca Felix baru saja menunjukkan dirinya, ditemani oleh dua orang ajudannya.
Luca yang masih berjalan santai itu hanya melirik sebentar seorang lawan yang sudah tumbang di sana, seolah-olah itu adalah pemandangan yang sudah biasa terjadi.
"Apa yang terjadi? Kau sedang ada masalah?" Luca bertanya saat sudah berada di dekat Ganesa,
Mengabaikan empat orang yang berpakaian fencing tadi sudah menundukkan badan padanya.
"Apa kita sedekat itu, sampai kau berani berbasa-basi denganku?" ucap Ganesa setelah melepaskan pelindung kepalanya, memperlihatkan wajah cantiknya yang sudah dipenuhi oleh keringat.
Tanpa melihat Luca, sembari menurunkan setengah resleting bajunya, Ganesa lalu berjalan begitu saja pergi dari sana.
Sedangkan Luca sepertinya tidak terpengaruh dengan ucapan itu.
Luca hanya tidak mengerti, ia merasa telah memberikan segalanya, tapi mengapa Ganesa masih saja seperti ini?
"Memangnya apalagi yang tidak kau miliki di dunia ini?" Luca langsung mengutarakan isi hatinya.
Membuat Ganesa yang masih berjalan itu langsung menghentikan langkah kakinya,
Namun hanya sebentar, karena tanpa berkata apa-apa, Ganesa kembali berjalan menjauhi Luca Felix.
