Kehlani - Gangsta
Happy reading
***
Author POV
Saat semua warga Arena serempak menundukkan badannya, tidak terkecuali Jihan Nadia dan Edo seperti memberi hormat pada laki laki itu, hanya Dipha dan Sahar lah yang masih setia menegakkan kepala mereka
"Kenapa malah abang lo yang tiba tiba kesini anjg.."
Sahar hanya diam saat mendengar gumaman Dipha yang seperti menahan emosi disampingnya, mata Sahar masih terpaku melihat Sean yang sedang berjalan kearahnya, termenung dengan penampilan abangnya yang benar benar berubah 180 derajat dari sebelumnya
Sean adalah orang yang selalu menjaga penampilannya, rambutnya selalu disisir rapi, tidak pernah memiliki kumis, selalu memakai kemeja rapi beserta sepatunya, tidak seperti sekarang dengan potongan rambut yang terbilang hampir dicukur habis, brewokan, kemejanya yang berantakan dengan celana pendek dan hanya mengenakan sendal jepit
Namun yang paling menyita seluruh perhatian Sahar saat ini adalah tatto yang hampir menutup sebagian badan Sean "Apa apaan dengan badannya itu"
Tidak hanya Sahar yang dibuat tercengang oleh perubahan Sean saat ini, semua warga Arena pun memikirkan hal yang sama, tidak terkecuali Jihan dan Edo yang masih membungkukkan badan mereka "Bener kan dugaan gue, dia udah jadi Mafia" batin Jihan pasti dengan tebakannya
"Hei bangunlah, kalian terlalu berlebihan" Jihan sedikit tersentak saat tangan Sean baru saja menepuk-nepuk bahunya, dengan sekejap Jihan langsung mengubah ekspresinya menjadi tersenyum manis sembari menegakkan badannya
"Sean-niichan.." sapa Jihan dengan nada bercanda membuat Sean yang mendengar panggilan itu hanya bisa terkekeh pelan
"Berhentilah memanggilku seperti itu" ucap Sean sambil mengusap rambut Jihan membuat gadis itu hanya bisa mengedip-ngedipkan matanya genit
"Gimana? Bisnisnya lancar?" Jihan kembali mengangguk semangat menjawab pertanyaan Sean
"Baguslah, jika ada masalah jangan pernah sungkan"
"Hai, arigatou niichan" Sean kembali tersenyum sambil menepuk nepuk bahu Jihan dengan bangga saat gadis itu kembali membungkukkan badannya, walaupun Jihan bukanlah adiknya namun beberapa tahun belakangan ini dengan melihat ketekunan Jihan dalam berbisnis benar benar membuatnya kagum, menurutnya Jihan adalah gadis yang memiliki nilai plus dan tidak bisa dipandang sebelah mata
Setelah sedikit basa basi dengan Jihan, perhatian Sean lalu beralih pada Nadia yag berdiri disamping Jihan, Sean memperhatikan Nadia dari ujung kaki hingga rambutnya, walaupun cantik tapi Nadia bukanlah sesosok gadis manis seperti difoto yang dikirim oleh orang kepercayaannya kemarin
Ya, tujuan utama Sean jauh jauh datang dari Jepang ke Indonesia hanyalah untuk memastikan apakah berita yang disampaikan oleh 'bawahannya' itu benar adanya
Setelah memperhatikan Nadia, pandangan mata Sean lalu beralih pada Sahar yang mana masih berdiri disana, mengabaikan Joshua yang baru saja datang dengan nafas yang tersengal akibat berlari dari tangga darurat, walaupun Sean tidak melihat kearahnya namun sekilas Joshua tetap membungkukkan badannya memberi hormat kepada laki laki itu
"O hisashiburi desu ne (lama kita tidak bertemu)" Sean menyapa Sahar dengan senyumanya, sedangkan Sahar hanya mengangkat sedikit sudut bibirnya seperti tidak berniat untuk membalas senyuman abangnya itu
Sahar tidak bermaksud bersikap dingin, kedatangan Sean yang tiba tiba seperti ini benar benar membuatnya mati langkah dan tidak tau harus berbuat apa
Bahkan saat ini Sahar tidak berani melirik kearah sisi lain gedung dimana menurutnya Keana masih duduk bersama Jeje disana, rencana yang selama ini sudah dibulatkan untuk came out kepada Sean benar benar terkubur begitu saja karna perasaan takutnya yang begitu besar, Sahar hanya berharap saat ini Sean jangan sampai bertemu dengan Keana
