IU - eight (Prod.& Feat. Suga of BTS)
Happy reading
*****
Author POV
Jakarta, Indonesia.
Saat ingin mengantarkan jenazah Karin ke Munich, Sahar sempat menemui Keana terlebih dahulu.
Dan kemunculan singkat Sahar dan Harumi di rumah sakit malam itu langsung diketahui oleh seluruh orang, tepatnya pada teman-teman yang selama ini terlibat membantu pencarian Sahar.
Yang mana kedatangan Sahar ternyata hanya ingin melihat keadaan Keana dan setelahnya langsung pergi lagi, begitupun berita kematian Karin yang telah menyebar luas, membuat teman-teman yang ada di Jakarta ikut merasakan duka, sekaligus bertanya-tanya tentang apa yang sebenarnya telah terjadi?
Namun tidak ada yang dapat menjawab, karena memang tidak ada satu pun dari mereka yang tahu.
Setengah jam setelah kepergian Sahar dan Harumi dari rumah sakit itu malam itu,
Jeje, Shanin, Rere, dan Nadia yang dari awal memang berada di rumah sakit tersebut kembali berkumpul di sofa yang ada di kamar inap Keana.
Mereka sudah membahas jika hanya Rere yang akan mewakili mereka untuk ke Munich, karena yang lainnya tetap harus di rumah sakit menjaga Keana dan Dipha.
Dan beberapa waktu setelah pembahasan tersebut sudah diputuskan, Rere ternyata sudah langsung beranjak dari rumah sakit, karena besok pagi akan langsung terbang ke Munich bersama orang tuanya untuk menghadiri prosesi pemakaman Karin.
Setengah jam setelah perginya Rere,
Di ruang inap Dipha yang mana juga berada di sebelah ruang inap Keana,
Jeje yang sedang duduk di sofa bersama Shanin itu terlihat hanya bisa mengusap-ngusap keningnya, membaca sebuah website berita lokal Jepang yang sudah dikirimkan oleh Joshua.
Ya, itu adalah sebuah berita tentang kecelakaan besar yang terjadi di jalan tol Osaka beberapa jam yang lalu. Kecelakaan tersebut melibatkan setidaknya sepuluh kendaraan di tiga titik yang berbeda, yang menyebabkan tiga orang meninggal dunia, dan selebihnya mengalami luka berat dan ringan.
Civic hatchback serta kanjozoku yang beberapa kali disebutkan dalam berita itu membuat Jeje semakin merasa cemas dan khawatir, karena pikirannya langsung melayang kepada Jihan.
Jeje memang tidak diberitahu apa-apa, Jihan hanya mengatakan jika ia akan pergi sebentar ke Osaka bersama Gisel, Harumi, dan Edo.
Hanya itu, dan tidak ada penjelasan lebih lanjut.
Sekarang Jeje hanya bisa berharap kalau Jihan dan yang lainnya tidak ada sangkut pautnya dalam peristiwa tersebut.
Namun sayangnya feeling-nya sangat kuat mengatakan jika itu adalah mereka, terlebih lagi Jihan, Gisel, begitupun Edo yang tiba-tiba tidak dapat dihubungi, serta Jeje juga tidak memiliki kontak Harumi.
Padahal tadi Jeje sempat berpapasan sebentar dengan Harumi, tapi karena keadaan yang sepertinya tidak memungkinkan, membuat Jeje lupa untuk menanyakan kabar Jihan.
Ya, jangankan menanyakan kabar, untuk bertegur sapa saja Jeje tidak berani, karena bukan hanya sosok Sahar, tapi raut wajah datar Harumi itu juga tidak kalah menyeramkan.
Jeje yang masih tampak gusar itu tiba-tiba merasakan punggung tangannya digenggam oleh Shanin.
Tanpa berkata apa-apa, Jeje lalu membuat tangan mereka menjadi menggenggam satu sama lain.
