Delapan

57.9K 4.4K 94
                                        

Happy reading

***

Author POV

Hari minggu pagi adalah waktu Keana untuk bermalas malasan, jiwanya sudah bangun sedari tadi namun raganya saat ini masih ingin dikasur dan ia kembali memeluk guling putih itu.

Saat matanya masih terpejam tiba tiba saja senyum tipis terukir diwajah Keana, ia sedang membayangkan kejadian kemarin malam dicafe dimana saat itu ia mencium pipi Sahar, entah apa yang merasuki otaknya sehingga berani melakukan itu.

Saat masih membayangkan Saharnya tiba tiba ponsel yang berada disebelahnya bergetar, ia meraba kasur dengan mata yang masih tertutup dan saat mendapatkan ponselnya ia langsung menerima panggilan itu tanpa tau siapa yang menelfonnya

Keana Yukira : Hm

Raka Putra : Kamu dimana? Masih dirumah kan?

Keana Yukira : Ini siapa?

Raka Putra : Raka sayang

Keana Yukira : Oh kenapa Ka?

Raka Putra : Aku udah jalan nih

Keana Yukira : Kemana?

Raka Putra : Rumah kamu

Keana Yukira : Mau ngapain??

Raka Putra : Kan mau ngajakin kamu jalan

Keana Yukira : Udah bikin janji?

Raka Putra : Udah kemarin yang telolet itu

Keana Yukira : Oh iya, yaudah nanti tunggu dibawah aja ya

Raka Putra : Okedeh love youuuu

Keana Yukira : Hm

Keana langsung melemparkan ponselnya kesembarang arah, ia mengerjabkan matanya pelan dan mengubah posisi tidurnya menjadi terlentang menghadap langit langit kamar, setelah semua nyawanya terkumpul Keana langsung berjalan menuju kamar mandi.

Baru saja keluar dari kamar mandi tiba tiba Keana mendengar suara dari balik pintu kamarnya

"Yaa" ucapnya sedikit teriak

"Dek ada Raka dibawah" teriak Vikar

"Njr cepet banget" gumam Keana takjub

"Suruh tunggu aja" ucapnya lagi dan tidak ada balasan dari Vikar

Keana membuka lemari pakaian dengan kimono dan handuk putih yang masih menempel dibadannya. Keana memilih tank top pendek berwarna hitam yang ditutupi cardigan abu abu yang menutupi sampai bagian pahanya dan dipadukan dengan shortpants denim dan sepatu Adidas putihnya untuk ia kenakan hari ini.

Setelah selesai dengan pakaiannya, Keana membuka handuk dikepalanya, ia mengeringkan rambut dengan hair dryer lalu mencatok ujung rambutnya agar terlihat bervolume, setelah semua selesai ia beralih pada alat make up yang ada dimeja riasnya, Keana hanya menggunakan sedikit bedak dan lipgloss untuk penampilannya, tidak ada iming iming memakai pensil alis, eyeliner maupun maskara.

Setelah selesai dengan semua kegiatan wanitanya Keana lalu berjalan mengambil ponsel, tas selempang kecil berwarna hitamnya dan menuju kebawah, disana sudah ada Raka dan Vikar sedang duduk diruang tamu,

Heaven (gxg)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang