Bagian 34

2.2K 52 0
                                        

Assalamualaikum

Budayakan vote setelah membaca ya man teman semuanya hargailah Author nya yang sudah jungkir balik mikirin alurnya hhe

H
A
P
P
Y

R
E
A
D
I
N
G
.
.
.
.
.
.
.
.
.













" Berarti kamu setuju kalo kita selesai?"

Deg..

"Kenapa jadi kesitu? obrolan awalnya bukan kayak gitu lho." Ujarnya tidak suka saat Zara mengatakan soal kayak gitu.

"Tanpa sengaja aku ngambil haknya mbak isyana, seharusnya yang jadi istri kamu itu kan dia bukan aku.aku ini hanya pengganti dan sekarang dia sudah kembali,bukankah akan lebih bagus jika kalian mengulang untuk mempersiapkan  pernikahan impian kalian itu." Ia sadar jika sampai kapan pun dirinya tidak akan pernah bisa menggantikan posisi Isyana dalam hidup seorang Akram.

"Kamu bukan pengganti,jadi berhenti bicara seperti itu."

Zara meraih tangan lelaki itu dan melepaskan cincin pernikahan nya itu.
"Tapi kenyataannya emang begitu kan,bahkan disini saja masih nama Isyana yang tertera dalam cincin yang kamu pake." 

Akram memang belum mengganti cincin pernikahan nya itu, karena ia pikir itu tidak akan jadi masalah.

"Kalo masalah cincin nanti aku akan ganti jadi nama kamu,tapi udahlah gausah bahas soal perpisahan."

Zara mengembalikan ralat lebih tepatnya Memakaikan cincin itu kembali pada jari suaminya itu.

Untuk yang kesekian kalinya,Zara menghela nafasnya sebelum mengatakan hal yang lain.

Sebenarnya bukan hanya masalah cincin kenapa ia mengatakan ini,tapi karena ada hal lain yang menganggu pikirannya selama ini.

"Bukan cincin itu yang jadi sebab utamanya kenapa aku bicara kayak gini mas,tapi ini masalah hati kamu yang belum sepenuhnya buat aku." Walaupun lelaki itu tidak mengatakannya namun ia bisa menyadari bahwa sebenarnya hati laki laki itu masih milik Isyana,mantan kekasihnya itu.

"Kalo emang kamu bahagia sama dia,maka kembalilah sama dia, karena memang seharusnya kalian itu bersama kan.aku rela mundur dan mengubur perasaan aku sama kamu jika emang itu bisa buat kamu bahagia." Dalam lubuk hatinya yang paling dalam,jujur ini sangat berat bagi Zara melepaskan orang yang ia sukai sekian lamanya itu.

"Kalo kita udah gak ada ikatan apapun lagi,kamu bisa bebas ketemu sama dia bahkan menjalin hubungan tanpa harus sembunyi sembunyi kayak kemarin."

Zara beberapa kali melihat suaminya yang sedang bersama mantannya itu,dan ia juga tau jika akhir akhir ini penyebab Akram sering pulang telat itu karena mantannya juga.

"Maksudnya?"

Zara tersenyum tipis. "Aku tau kemarin kemarin kamu sering ketemu bahkan jalan sama dia kan." Ia tau selama ini Akram beberapa kali bertemu bahkan jalan dengan mantannya itu.ia sengaja tidak bilang jika ia sudah tau karena ia ingin lelaki itu menjelaskan nya sendiri,namun pada kenyataannya lelaki itu tidak berniat jujur padanya.

"Zara soal itu_"

"Gapapa,mas.aku ngerti,makanya aku bilang mending kita udahan aja biar kamu gak Perlu kucing kucingan lagi."

Lelaki itu menggelengkan kepalanya dan tangannya menggenggam tangan zara. "Aku minta maaf karena sudah berbohong,tapi tolong jangan bicara seperti itu,aku gak mau ada perpisahan diantara kita." Ia memang masih bingung dengan perasaannya sendiri namun ia tidak mau bercerai dengan Zara.

"Kamu masih cinta kan sama dia,lalu untuk apa kamu masih mau pernikahan ini ada,mas."

"Zara_"

"Jawab pertanyaan aku,kamu masih cinta sama dia kan?"

"Aku gak tau.aku bingung sama perasaan aku sendiri zar."

__

      Pagi harinya seperti biasa,Zara menyiapkan semuanya.mulai dari menyiapkan semua keperluan Akram hingga membuatkan sarapan pagi.

"Sayang." Panggil lelaki itu membuat lamunan Zara terbuyarkan.

"Hm."

"Kamu ngelamun ya?"

"Enggak,ada apa?" Tanyanya. Lelaki itu menyodorkan dasi kerja miliknya itu.Zara yang sudah hafal itu langsung menerimanya lalu memakaikan nya pada Akram.

"Jangan pernah tinggalin aku ya,aku tau kesalahan aku emang nyakitin kamu tapi_"

"Ini udah siang,mending kamu sarapan dulu." Kata Zara memotong ucapan suaminya itu.ia tau mungkin itu terdengar kurang sopan,namun ia hanya ingin mengalihkan pembicaraannya saja.

"Zar_"

"Aku tunggu dibawah ya." Katanya yang langsung meninggalkan Akram yang masih mematung di tempatnya.

Akram menatap kepergian istrinya itu yang mulai menghilang dari penglihatannya.




AKRAM ZARA Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang