Bab 11

304K 10.7K 256
                                        

Ting

Serena melihat ponsel suaminya yang berbunyi, dengan keberanian ekstra ia mendekati ponsel suaminya yang berada di meja. Sesekali ia melihat kamar mandi takut ketahuan oleh suaminya yang sedang mandi, dengan cepat Serena melihat ternyata Gladys yang memberikan pesan kepada suaminya.

"Dasar pelakor." Cibir Serena, matanya melotot melihat pesan dari calon pelakor.

Gladys
Vincen, besok orang tuaku akan ke rumah mu untuk membicarakan pertunangan kita.

Serena mendengus dengan tatapan tidak suka, jadi keduanya akan bertunangan tanpa dirinya ketahui dan lagi apa Gladys bodoh sudah tahu Vincen sudah memiliki istri tapi masih saja di Pepet, lihat saja nanti Serena tidak akan tinggal diam.

Serena yang mendengar bunyi pintu dibuka pun menjauh dari ponsel suaminya, ia pura-pura menatap baby Arce yang sedang tertidur pulas.

Vincen menatap ponselnya yang menyala, dia melihat pesan dari Gladys dan tanpa merespon langsung mematikan lagi. Serena yang melihat itu tersenyum, jika suaminya tidak menyukai sahabatnya itu bolehkan Serena melakukan sesuatu untuknya, seperti memberikan kejutan mungkin?

Keduanya sudah tidur dengan Serena di sofa dan Vincen di kasur, pukul dua dini hari Serena terbangun menyusui baby Arce setelah itu melihat Vincen yang tidur sangat pulas.

"Benar-benar tidak adil, dia tidur enak di kasur empuknya masa aku tidur di sofa yang kecil. Ya meskipun empuk juga, tapi kurang nyaman." Gumam Serena menggerutu, tiba-tiba ide licik terlintas dipikirannya. Serena kembali menidurkan Arce setelah itu berdiri mendekati kasur suaminya, ya Serena berniat tidur disebelah suaminya.

"Tidak masalah bukan? Jika dirinya tidur bersama dengan Vincen, toh Sekarang aku istrinya bukan Serina." Ucap Serena, pelan-pelan Serena naik ke kasur dan tidur disamping suaminya dengan guling sebagai pembatas.

"Hah akhirnya aku bisa tidur enak." Serena kembali memejamkan matanya, mata Vincen terbuka saat merasakan pergerakan di sampingnya dan ternyata istrinya yang sedang tertidur. Awalnya Vincen sudah tidur, tapi karena respon tubuhnya yang seolah menjaganya dari bahaya membuatnya terbangun. Vincen sering seperti ini, karena di dunia bisnis banyak orang-orang yang licik dan berusaha mencelakainya.

Entah kenapa dengan Vincen, biasanya dirinya akan mengusir Serena tapi sekarang tidak ia malah membiarkannya dan berbalik ke samping menatap wajah Serena yang damai.

Vincen tertegun saat tangan Serena memeluk dirinya, bahkan kakinya pun memeluknya erat. Perasaannya saja atau apa ruangan ini menjadi panas dan itu membuat Vincen tidak nyaman, diam-diam Vincen menggeram menatap wajah Serena. Apalagi bibir seksi istrinya yang seperti menggodanya untuk mencicipinya, Vincen berusaha melepaskan tangan Serena tapi tidak bisa malah memeluknya lebih kuat dan membuat Vincen sulit bernafas.

Sedangkan Serena tertidur nyenyak karena merasakan kehangatan dan kenyamanan yang selama ini dirinya inginkan, ia bahkan lebih mendekatkan tubuhnya ke tubuh suaminya yang ia kira guling. Vincen berusaha memejamkan matanya tapi tidak bisa, karena Serena yang membuat tubuhnya menjadi panas.

Keesokan harinya Serena terbangun menghadap dada bidang seseorang,  tadinya ia linglung karena baru bangun tidur tapi karena disuguhkan pemandangan yang menggiurkan Serena langsung terbangun. Tapi ternyata tidak bisa karena tangan Vincen memeluk pinggangnya erat, Serena berusaha memberontak karena dirinya baru pertama kali seperti ini dan rasanya sangatlah malu sekali.

"Vincen lepas! Aku tidak bisa bernafas." Seru Serena, lebih tepatnya tidak bisa bernafas karena malu.

"Vincen!"

"Vincen, lepasin aku!" Serena terus memberontak tapi tidak bisa karena pelukan erat suaminya, Vincen yang jengah mengangkat tubuh Serena ke atasnya membuat keduanya tertegun dengan posisi intim seperti ini. Apalagi Serena yang merasakan benda aneh yang menonjol di bagian pahanya, tatapan keduanya bertemu.

Transmigrasi Seksi Mommy Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang