"Bi, setelah ini aku bantu apa?" Tanya Serena, saat ini dirinya berada di dapur sedang masak bersama salah satu Chef di mansion Casanova yang tidak membencinya.
"Potong wortel saja Nona." Ucap Bi Lastri, tanpa menjawab Serena memotong wortel dengan hati-hati. Tapi saat potongan terakhir dirinya tidak sengaja tergores Pisau.
Awsss
"NONA!" Seru Lastri khawatir, bisa gawat jika Nona nya marah-marah seperti biasanya.
"Astaga darahnya banyak sekali Nona." Seru Lastri.
"Aku tidak apa-apa Bi, huh kenapa memasak itu sangat sulit padahal aku ingin membuat sesuatu untuk suamiku." Ujar Serena dengan wajah di tekuk, lagi-lagi Lastri tertegun melihat perubahan Nona nya yang biasanya suka seenaknya.
"Biar saya yang melanjutkan masakannya Nona."
"Jangan! Ah maksudku aku ingin memberikan sesuatu kepada suamiku dengan jerih payahku, kamu tahu Bi? Aku sedang membujuk suamiku agar mempercayaiku."
Lastri menatap Serena tidak percaya, awalnya ia terkejut Serena datang ke dapur dan bilang ingin belajar memasak kepadanya. Padahal dulu Serena sangat anti mengurusi urusan rumah, katanya takut seluruh tubuhnya rusak karena hal yang kotor dan sekarang Serena berubah ingin memasak hanya untuk Vincen bahkan rela tangannya berdarah.
"Baiklah, saya ambilkan p3k dulu Nona." Setelah selesai mengobati luka Serena, keduanya kembali memasak untuk makan malam sampai 30 menit kemudian keduanya selesai masak.
"Akhirnya selesai juga!" Seru Serena dengan wajah antusias, sesekali mencium aroma masakannya yang sangat menggiurkan. Serena memegang kedua tangan Lastri yang terdiam mematung karena ulahnya, dengan senyuman yang menawan Serena berucap.
"Terima kasih Bi Lastri, Sekarang aku bisa masak berkat kamu. Ya meskipun belum sepenuhnya, tapi setidaknya aku sudah bisa."
"I-iya Nona sama-sama." Lastri tergagap dengan wajah memerah, ia terpana melihat wajah Serena yang bersinar terang karena senyumannya yang menghangatkan. Biasanya sesudah memasak orang-orang akan kucel, tapi Serena tidak malahan terlihat tambah cantik.
"Kalau begitu aku ke kamar dulu, aku ingin mandi dan menyambut suamiku pulang dari kantor. Bukankah salah satu tugas seorang istri seperti itu bibi?"
"Ah betul nona." Jawabnya sambil tersenyum manis, tadinya dirinya bersikap netral tidak membenci Serena tapi melihat perjuangannya sekarang sepertinya Lastri mulai menyukai nona yang terkenal angkuh itu.
Serena kembali ke kamar depan senyuman miring, setelah itu dirinya berendam di bathtub dengan bunga mawar dan ada lilin juga sebagai penenang dirinya.
"Ah sangat nikmat sekali, akhirnya aku merasakan ketenangan setelah beberapa hari ini membuat drama." Gumam Serena memejamkan matanya.
"Serena, kenapa kamu berpura-pura tidak bisa memasak? Bukankah kamu sangat pandai memasak dan karena salah satu keahlian itu juga aku memilihmu menempati tubuh Serena?" Heran Idoy, jika bisa kenapa harus membuat Serena kesusahan.
Serena tersenyum, ia memainkan bunga mawar merah yang menemani dirinya mandi. "Idoy, kamu tahu kenapa bawang putih selalu di aniaya oleh bawang mereka dan ibunya?"
"Karena bawang putih terlalu baik dan keduanya sangat kejam."
"Mungkin saja, tapi bukan itu."
"Terus kenapa?"
"Karena dia bodoh."
"Hah! Kenapa seperti itu? Bukankah yang bodoh bawang merah dan ibunya?" Idoy tidak mengerti pemikiran Serena yang sulit ditebak.
KAMU SEDANG MEMBACA
Transmigrasi Seksi Mommy
Fantasy[Series Transmigrasi 3] Serina, seorang gadis cantik yang sangat suka dengan pakaian seksi baru lulus sekolah dan akan menjadi aktris terkenal harus pupus karena meninggal oleh hatersnya. Padahal serina baru debut dan dirinya bertransmigrasi kedalam...
