Terimakasih untuk dua tahunnya.

649 32 1
                                        

Satu hari berlalu Elisa memutuskan untuk masuk kampus meskipun masih sedikit terasa nyeri tapi Elisa tidak ingin tertinggal mata pelajaran. Elisa pergi di antar papa Demis memakai mobilnya. Orang tuanya tidak mengizinkan Elisa memakai motor kesayangan nya itu untuk sementara waktu Ia harus menggunakan mobil nya.

Setelah sampai kampus Elisa pamit dan menyalimi papanya dan segera masuk kelas.

"Sa lo udah sembuh?" Tanya Novia.

"Iya nov udah ko masih aga sakit sih dikit hehe" jawab Elisa.

"Aduh sa kau tuh aku pikir kamu hari ini ga masuk aku rencana mau ke rumah mu nanti sore dengan Sherly" Jelas Novia.

"Aman ko nov gue udah baik baik aja sekarang"  jelas Elisa.

Jam kelas pun di mulai hingga istirahat tiba Elisa memutuskan untuk pergi ke kantin bersama Novia.

"Sa lo duduk aja biar gue pesenin lo mau apa" tanya Novia.

"Gue pengen bakso malang nov tapi jangan pake baksonya yah" jawab Elisa.

"Selalu deh lo mau makan bakso tapi ga pake bakso" ucap Novia berlalu.

"Dasar cewe aneh makan bakso tapi ga pake bakso nya" ucap Reno yang tiba-tiba duduk di sebelah Elisa dengan bakso di mangkoknya.

"Ishh bikin kaget gue aja lo. Terserah gue lah" cibir Elisa.

"Nih sa pesenan lo" ucap Novi memberikan semangkuk bakso malang tanpa bakso.

"Thanks Nov"

"Ka Reno?" Tanya Novia.

"Lo kenal gue?" Tanya Reno.

"Wah susah kali aku mau di kenal sama cowo keren di SMA dulu rupanya. Gue Novia ka kita satu sekolah waktu SMA dulu" jelas Novia.

"Sorry Nov gue lupa" jawab Reno.

"Haha iya santai ka" ucap Novi.

"Dih sombong banget lo sama adek kelas satu SMA aja ga inget" sarkas Elisa.

"Heh murid SMA itu banyak bukan cuma 10 orang terus lo bisa inget semua nya caca marica" sahut Reno.

"Ish ngeselin banget si lo jangan manggil gue itu" ucap Elisa memukul rengan Reno.

"Bodo" balas Reno dan meninggalkan Elisa.

Elisa merasa kesal dengan Reno karena lagi-lagi Reno memanggil nya dengan sebutan nama kecil nya. Dimana yang biasa memanggil nya dengan sebutan itu hanyalah orang tuanya dan juga Paul sahabatnya.

Setelah kelas selesai Elisa menuju parkiran Ia menunggu Tama menjemput nya. Iya Tama telah menghubungi Elisa Ia ingin bertemu dan membahas masalah yang belum selesai kemarin.

Tanpa di sadari Elisa ada dua pasang mata yang sedang memperhatikan Elisa dari jauh.

"Cantik" ucap gadis yang memperhatikan Elisa dari jauh namun masih terlihat jelas.

"Tunggu aku akan masuk ke kehidupan kamu demi seseorang disana Elisa" ucap gadis itu kembali tanpa mengalihkan pandangan nya kepada Elisa.

Di lain tempat Reno ternyata sedang memperhatikan Elisa "ternyata lo di jemput cowo brengsek itu sa" ucap Reno memperhatikan Elisa yang masuk ke dalam mobil Tama.

****

"Sa aku masih butuh penjelasan dari kamu" ucap Tama yang sudah berada di kafe bersama Elisa.

"Penjelasan apa lagi sih Tam aku kan udah jelasin semua nya sama kamu tapi kamu sendiri yang gamau percaya kan?" Jelas Elisa.

"Apa hubungan kamu sama cowo itu?" Tanya Tama.

"Dia Reno aku pun baru kenal dia tam. Dia yang ga sengaja nabrak motorku. Dan saat kamu liat aku di mobil dia saat itu aku mau ambil motor ku di bengkel dia anter aku karena dia merasa bertanggung jawab. That's it ga lebih" Jawab Elisa.

"Terus pagi itu kenapa dia ada di rumah kamu?" Tanya Tama kembali.

"Lagi-lagi dia udah nolongin aku tam. Saat aku pulang dari rumah kamu malam itu aku kecewa sama kamu karena kamu ga percaya sama aku. Dia nolong aku saat aku di hadang tiga orang pereman aku hampir di perkosa Tam. Dia yang nolongin aku, dia yang antar aku pulang. Dan pagi itu dia bantu aku saat perut aku sakit tapi kamu tiba-tiba datang dan menghajar dia lagi-lagi tanpa kamu dengerin penjelasan aku. Dia yang udah nolong aku Tama sedangkan kamu membiarkan aku pulang dengan keadaan lemah, aku nangis aku mohon-mohon sama kamu tapi gaada sedikit peduli kamu buat aku" lirih Elisa dengan tangisnya.

"Tapi kan kamu bisa telpon aku sa. Aku pasti datang buat kamu. Kenapa harus laki-laki itu? Apa jangan-jangan emang kamu suka sama dia?" Tuduh Tama ketus.

"Aku pun bahkan ga nelfon dia Tama dia yang datang sendiri kerumah ku. Terus kamu pikir dengan semalam kamu bentak-bentak aku dan gamau denger penjelasan aku terus ngusir aku gitu aja aku mau nelfon kamu? Kamu mikir dong tam kamu ga khawatir sama aku yang pulang malam terus aku hampir di perkosa? Sekarang kamu malah nuduh aku lagi?" Tangis Elisa bahkan di saat dia udah cerita yang sebenarnya nya bahwa Elisa hampir di perkosa Tama masih saja menuduh nya.

"Aku capek Tam lagi-lagi kamu selalu kaya gini. Posesif kamu berlebihan bahkan kemarin kamu sampai melukai aku" tangis Elisa.

"Sa maaf maafin aku lagi-lagi aku ga bisa kontrol emosi aku sayang maaf. Tolong kasih aku kesempatan yah sa aku ga mau kehilangan kamu aku cinta sama kamu aku sayang kamu sa" lirih Tama.

"Nggak Tam aku mau kita putus aku capek. Maaf dan makasih untuk dua tahun lebih ini Tam hubungan kita cukup selesai sampai disini aja" tegas Elisa dan berlalu pergi meninggalkan Tama.

"Sa.. aku mohon jangan tinggalin aku..maafin aku sayang" jerit Tama berusaha mengejar Elisa namun tidak di hiraukan Elisa.

Keputusan yang Elisa ambil adalah keputusan nya sejak beberapa bulan lalu Elisa inginkan. Karena sikap Tama yang terlalu berlebihan seakan mengekangnya. Dulu saat kelas 3 SMA dan Tama baru masuk kuliah Tama pun pernah menghajar dengan tiba-tiba teman Elisa Hanya karena Tama melihat Elisa mengobrol di taman sekolah dengan seorang lelaki tanpa menanyakan terlebih dahulu Tama langsung menghajar kelaki itu padahal saat itu Elisa sedang mengerjakan tugas kelompok. Elisa merasa bersalah kepada temannya itu Ia marah kepada Tama dan sempat memutuskan Tama namun lagi-lagi Tama berhasil meluluhkan hati Elisa dengan janji-janji nya bahwa Ia tidak akan mengulangi nya lagi. Namun saat ini Ia mengingkari janji nya lagi dan Elisa rasa sudah cukup untuk memberikan kesempatan kesekian kalinya ke pada Tama.

Tunggu aku sa aku gaakan nyerah gitu aja aku akan dapatin kamu lagi sa. Batin Tama.

To be continue.

Akhirnya Tama Elisa putus juga. Bagaimana dengan Reno? Lalu siapa perempuan yang akan masuk di kehidupan Elisa?

Boleh tinggalkan jejak dengan vote dan komen yah teman-teman.

Terimakasih.

Mengapa? (Completed)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang