Caca Reno bucin

866 51 4
                                        

"yahh ko bisa kempes gini sih ini ban motor gue." Keluh Elisa ketika motor nya tiba-tiba oleng dan untung saja jalanan sepi sehingga Elisa mudah mengendalikan nya.

"Mana sepi banget lagi jalanan nya. Perasaan masih jam 8 deh." Gerutu Elisa sambil memperhatikan sekeliling nya.

Elisa turun dari motor nya dan mengecek ban belakang nya yang bocor. "Gue ga punya nomor bengkel lagi. Kalau gue bilang Reno pasti dia bakal marahin gue abis-abisan ini." Gumam Elisa yang sedang berjongkok memandang ban motor nya yang bocor. "Ah Novia siapa tau ka Daniel punya kenalan bengkel yang cepet." Ucap Elisa.

Saat Elisa ingin menelpon Novia ternyata sudah ada Reno yang membalas chat nya dan juga menelpon nya berkali-kali namun tidak terangkat oleh Elisa. Elisa memutuskan untuk menelpon Novia terlebih dahulu takut jika Reno tahu keadaan Elisa sekarang jika Ia menerima telpon Reno terlebih dahulu. Namun sayangnya lagi-lagi ini hari sial Elisa saat Elisa hendak menelpon Novia tiba-tiba saja ponsel Elisa mati yang menandakan batrai nya yang lowbat.

"Ah yaallah hp Lo kenapa harus mati disaat keadaan gue kaya gini sih?" Kesal Elisa mengomeli hp nya.

"Ini gue harus gimana? Jalanan sepi banget lagi. Renoo tolonginnn." Keluh Elisa dan menjongkokkan diri nya di balik motor.

****

"Pak maaf ada titipan buat saya?" Tanya Reno pada pak satpam. Setelah berusaha menghubungi Elisa namun tidak di angkat Reno panik dan segera meninggalkan kantor nya dan berusaha mengambil paperbag Elisa yang Ia titipkan.

"Oh iya ini pak." Balas pak satpam menyodorkan paperbag yang berisi makanan tersebut.

Setelah mendapatkan paperbag tersebut Reno memasuki mobil nya dan melajukan kemudi sambil berusaha menelpon Elisa kembali, namun sayang nya kini ponsel Elisa tidak aktif.

"Arghhh ca kamu dimana? Kenapa ga aktif gini sih sekarang?" Umpat Reno memukul setir.

Reno terus menelusuri jalanan mengamati para pengendara motor yang mirip dengan motor Elisa namun nihil Ia tidak menemukan Elisa. Reno semakin khawatir apakah kekasih nya tersebut sudah sampai rumah atau belum. Reno terus menelusuri jalanan menuju rumah Elisa sampai tiba di rumah Elisa Ia langsung mengetuk pintu rumah Elisa.

"Bi Elisanya udah pulang?" Tanya Reno pada Bi Mar yang telah membukakan pintu.

"Belum den neng Elisa belum pulang." Jawab Bi Mar.

"Yaudah Bi kalau Elisa pulang tolong kabarin saya yah bi. Saya pergi dulu cari Elisa." Ucap Reno dan segera pergi.

"Ca kamu dimana sih?" Lagi lagi Reno merasakan khawatir pada kekasih nya tersebut.

Reno terus menelusuri jalanan yang lumayan sepi setelah beberapa menit Ia melihat motor beat terparkir di pinggir jalan Reno menghentikan mobil nya dan keluar memastikan motor beat tersebut apakah benar milik Elisa atau bukan.

Saat Reno keluar dari mobil nya Ia melihat seseorang yang sedang berjongkok menyembunyikan kepala nya dengan lutut kaki nya yang Ia peluk. Yah Elisa Reno yakin itu Elisa. Ia segera berlari menghampiri kekasih nya tersebut.

Menarik tangan Elisa untuk berdiri dan langsung Ia bawa dalam pelukannya. "Ca maaf." Ucap Reno menyembunyikan wajah nya di ceruk leher Elisa.

Elisa yang terkejut mendapat tarikan namun seketika senang karena seseorang yang Ia harapkan ada di sisi nya.

"Renoo aku takut." Keluh Elisa mengeratkan pelukan nya dan mulai meneteskan air mata nya. Karena sedari tadi Elisa bingung dan merasa ketakutan.

"Sutt gapapa aman ada aku ca." Balas Reno mengusap punggung Elisa yang mulai menangis.

Mengapa? (Completed)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang