Selesai solat subuh Elisa kembali merebahkan kan tubuhnya untuk melanjutkan tidurnya karena hari ini adalah hari sabtu Elisa berniat untuk me time dengan bermalas-malasan. Dengan memasang aroma terapi membuat Elisa tertidur dengan nyenyak di subuh ini.
Tok tok tok.
"Iya cari siapa den?" Tanya bi Mar membuka pintu.
"Maaf bu Elisa nya ada?" Tanya Reno.
"Oh ada den tapi kayanya masih tidur. Sebentar bibi bangunkan dulu yah den. Silahkan duduk dulu." Ucap Bi Maryam dan menaiki tangga.
Reno duduk si sofa dan melihat kembali bingkai foto di dinding sebuah foto Elisa remaja dengan laki-laki setengah bule. Ia memperhatikan foto tersebut dengan teliti. Mencari kemiripan antar anak lelaki itu dengan pria bule paruh baya yang tertemu di kafe tempo hari. Mirip itulah yang ada di benak Reno ketika memperlihatkan foto tersebut.
Tok tok
"Non non Elisa ada yang cari non di bawah." Ucap bi Maryam membangunkan Elisa.
"Siapa bi?" Tanya Elisa dengan auara peraunya.
"Gatau non laki-laki katanya teman non Elisa." Jawab Bi Mar.
"Laki-laki? Yaudah tar Elisa turuh bentar bi." Jawab Elisa.
"Ah siapa sih ganggu pagi-pagi gini." Gerutu Elisa bangun dari kasur empuknya bergegas ke kamar mandi untuk mencuci mukanya. Setelah selesai Elisa memakai Hoodie nya dan menutup rambut nya dengan kupluk Hoodie. Karena Ia tidur hanya menggunakan tangktop dan celana panjang longgar.
"Lo lagi? Lo ngapain sih Ren pagi-pagi buta gini?" Ucap Elisa lanjut merebahkan tubuh nya di sofa panjang sebelah Reno.
Reno yang melihat Elisa pun gemas ada cewe ko bisa gemas gini yah tingkah nya? Wkwk awas suka lo Ren.
"Pagi buta mata lo sekarang udah jam 8 Elisa." Jawab Reno terkekeh.
"Tetep aja masih pagi Reno sekarang itu hari libur jadi masih pagi buta mau sekarang jam 10 kek jam 1 siang kek itu tetep pagi kalau hari libur." Ucap Elisa yang masih merebahkan dirinya di sofa.
Reno terkekeh mendengar ucapan gadis itu dasar kebo. "Ck lo janji mau masakin gue naniura Elisa ayok kita belanja gue yang bayar." Ucap Reno menarik kain Hoodie tangan Elisa.
"Siapa yang janji si Ren gue ga bilang apa apa perasaan." Ucap Elisa terbangun duduk di sofa.
"Gamau tau lo harus masakin gue. Ayoo." Ucap Reno menarik tangan Elisa untuk berdiri.
"Ish gue belum mandi gue mau mandi dulu." Ucap Elisa melepaskan tangan Reno.
"Ah gausah kelamaan gue udah laper." Ucap Reno kembali menarik Elisa untuk keluar dan menaiki mobilnya.
Tidak ada kekuatan dari Elisa membuat Elisa pasrah karena Ia baru bangun tidur membuat Elisa tidak berdaya karena energi nya masih belum terkumpul.
Elisa pun menaikin mobil Reno dengan gontai. Masih menggunakan Hoodie yang menutupi rambutnya serta celana panjang longgar.
Saat berada di dalam mobil Elisa kembali memejamkan mata nya dan tidur kembali. Ia sangat mengantuk karena malam tadi ia begadang untuk maraton drama korea. Reno yang melihat tingkah Elisa yang kembali tidur di mobil nya pun tersenyum aneh melihatnya.
"Bisa-bisa nya dia tidur lagi. Ni cewek abis begadang apa yah kebo banget." Ucap Reno terkekeh.
Setelah sampai super market Reno memarkirkan mobilnya. Melihat Elisa yang mesih tertidur membuat Reno tidak berhenti menatap gadis di hadapannya itu.
Cantik juga lo lagi tidur muka lo bulet pake hoodie gitu tapi lucu haha. Batin Reno.
"Woy sa bangunnn." Ucap Reno menggoyangkan lutut Elisa.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mengapa? (Completed)
Teen Fiction" Aku bisa memilih untuk mencintai siapapun, tapi tuhan telah menciptakan takdir ku sendiri." Elisa Arumi Salsabil. " Mengapa harus ada kata sahabat di antara rasa yang tumbuh setiap harinya ca?" Pauli Adriansyah Faro. " Jika aku bisa memilih takdir...
