Setelah melaksanakan jam mata kuliah yang lumayan padat hari ini Elisa baru selesai pukul 3 sore Ia harus bergegas pulang karena malam nanti Ia harus mengisi reguler kembali. Ia harus pulang untuk mandi dan berganti baju. Elisa hendak ke parkiran Ia akan memesan ojek online karena tadi pagi tiba-tiba saja Reno menjemput nya dirumah sehingga berangkat kuliah bersama. Namun sekarang Ia tidak melihat Reno Ia juga tidak mau menhubungi Reno. Elisa menuju parkiran untuk menhampiri ojek online yang Ia pesan. Namun tiba-tiba Reno memanggil nya dari belakang.
"Ca..." Panggil Reno.
Elisa menoleh ke arah belakang. "Kenapa?" Tanya Elisa.
"Ayok balik." Ajak Reno menarik tangan Elisa.
"Eh gue udah pesen ojek online Reno." Jawab Elisa.
"Ckk lagian kenapa ga nunggu gue sih." Jawab Reno kesal sambil membuka dompetnya mengambil uang seratus ribu. "Ini pak pesanan nya ga jadi maaf yah." Ucap Reno memberikan uang ke ojek online tersebut.
"Ayook." Lanjut Reno menarik tangan Elisa dan membukakan pintu mobilnya. Reno mengendarai mobil nya dengan kecepatan normal.
"Mau kemana? Kita nongkrong aja yuk jangan pulang." Ajak Reno.
"Pulang Ren gue malem mau reguleran di kafe kan." Jawab Elisa.
"Loh bukannya hari kamis ngga yah lo libur kan?" Tanya Reno.
"Iya harusnya cuma kata Daniel tadi ada yang sewa kafe untuk ulang tahun dan minta ada penyanyi nya." Jawab Elisa.
"Yaudah tar abis magrib gue jemput lo lagi." Ucap Reno.
"Gue bisa sendiri ko Ren." Jawab Elisa.
"Gak gaada gue jemput lo pokonya." Jawab Reno kekeh.
Elisa mengistirahatkan diri nya sebentar dengan merebahkan tubuhnya di kasur. Ia bingung mengapa akhir-akhir ini sikap Reno berbeda lebih posesif dan perhatian. Dan sudah dua hari ini Reno sering mengirimkan nya makan malam agar Ia tidak keluar rumah padahal Bi Mar di rumah nya sudah masak tapi Reno masih mengirim kan makanan kepada Elisa.
Setelah melaksanakan sholat magrib Elisa segera bersiap masih dengan pakaian casual nya. Ia menggunakan manset hitam dengan cardigan rajut panjang berwarna merah bercorak putih dengan hijab cream nya terlihat cantik dilengkapi kacamata tipisnya. Elisa mendapat kan pesan masuk dari Reno yang memberi tahu bahwa Reno sudah ada di depan. Elisa bergegas menuju keluar menghampiri Reno.
"Sorry yah lama." Ucap Elisa ketika masuk mobil Reno.
Reno memperhatikan wajah Elisa dalam cantik itulah kata yang ingin Reno ucapkan ketika melihat Elisa.
"Ren ko bengong." Ucap Elisa.
Reno tersadar "ngga siapa yang bengong itu lo tuh bibir merah banget." Ucap Reno ketus.
Elisa langsung mengambil kaca kecil di dalam tasnya dan melihat bibir nya di kaca. "Apaan sih Ren merah dari mana ngga ko mata lo sliwer yah?" Sanggah Elisa.
Reno memang asal bicara Ia hanya kagum dengan kecantikan Elisa hingga Ia menjawab asal Elisa dengan bilang bibir nya kemerahan.
Saat sampai di kafe Elisa dan Reno langsung memasuki kafe tersebut dan di sambut oleh Daniel.
"Wih gila-gila udah kaya pasangan baru aja nih berdua mulu." Ucap Daniel menghampiri Elisa dan Reno.
Elisa yang mendengar perkataan Daniel pun merasa salah tingkah pasalnya hubungannya dengan Reno selama ini masih sebatas teman tapi mengapa Daniel bilang pasangan baru?
"Bacot lo." Jawab Reno ketus.
"Yaudah sa lo bisa ke ruangan latihan aja di dalam juga udah ada Bian." Ucap Daniel.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mengapa? (Completed)
Teen Fiction" Aku bisa memilih untuk mencintai siapapun, tapi tuhan telah menciptakan takdir ku sendiri." Elisa Arumi Salsabil. " Mengapa harus ada kata sahabat di antara rasa yang tumbuh setiap harinya ca?" Pauli Adriansyah Faro. " Jika aku bisa memilih takdir...
