Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Aku ga mau kehilangan kamu ca.

743 51 2
                                        

Pukul 5 pagi Reno sudah bangun dari tidurnya. Dengan kepala yang masih terasa pusing. Saat Reno mendudukkan dirinya di atas kasur sungguh Ia sangat terkejut ketika melihat Elisa yang sedang tertidur di atas sofa yang berada di kamar Reno. Reno masih memijat pelipis kepalanya yang masih terasa pusing dan berusaha bangkit dari kasurnya. Ia menghampiri Elisa yang tertidur di sofa.

"Ca..hey bangun." Ucap Reno berjongkok di pinggir sofa mensejajarkan tubuh nya dengan Elisa yang tidur di sofa dan mengelus tangan Elisa.

Elisa mulai membuka matanya "Ren kamu udah bangun." Tanya Elisa dan mendudukkan dirinya di sofa. "Masih demam ga?" Tanya Elisa sambil mengangkat tangannya dan menaruhnya di atas kening Reno. "Alhamdulillah demam nya udah turun." Lanjut Elisa dan menurunkan tangannya.

"Kamu dari kapan di kamarku?" Tanya Reno yang masih berjongkok di hadapan Elisa.

"Sini duduk dulu." Ucap Elisa meminta Reno duduk di sampingnya. "Dari semalam aku disini." Lanjut Elisa ketika Reno sudah duduk di samping nya.

"Kenapa?" Tanya Reno.

"Dari kemarin siang kamu ga ngabarin aku terus aku hubungin kamu juga ga aktif semalam jadi aku telfon ka Daniel dan dia bilang kamu mabuk ga sadar jadi aku langsung kesini." Jelas Elisa.

Reno masih terdiam dengan jawaban Elisa. "Udah subuh solat dulu yuk. Kamu mau langsung mandi? Aku siapin air hangat yah? Sebentar." Ucap Elisa dan bangkit dari duduk nya menuju kamar mandi Reno. Elisa mengisi bathtub dengan air hangat agar Reno bisa lebih releks.

"Udah aku siapin. Kamu mandi dulu terus solat yah. Aku mau ke bawah dulu mau pinjam mukena Bi Marti." Ucap Elisa dan langsung meninggalkan Reno di kamarnya.

Reno yang melihat kepergian Elisa Ia hanya mampu terdiam. Ia masih menimbang sikap Elisa kepadanya atas apa yang Ia rasakan kemarin saat Elisa bersama laki-laki lain. Reno menuruti perkataan Elisa Ia segera mandi dan langsung melaksanakan sholat subuh.

Sementara Elisa setelah meminjam mukena kepada Bi Marti untuk melakukan sholat subuh Ia memutuskan untuk membuat soup ayam untuk Reno. Dan Elisa menyiap kan susu dan juga buah potong untuk menemani sarapan Reno. Setelah selesai memasak Elisa mengantarkan makanan yang Ia taruh di atas nampan tersebut ke kamar Reno.

Tokk tokk
"Ren kamu udah selesai?" Tanya Elisa.

"Masukk." Jawab Reno.

Elisa memasuki kamar Reno melihat Reno yang sedang duduk di atas kasurnya dengan laptop di atas pangkuan nya.

"Aku buatin soup ayam katanya bisa meredakan pengar. Aku suapin yah tapi pakai nasi soalnya kamu dari kemarin pasti belum makan." Ucap Elisa menyendokkan makanan di atas nampan tersebut.

"Aaaaa buka mulutnya." Ucap Elisa mengarah kan sendok ke arah mulut Reno.

Reno melahapnya namun hanya beberapa suap Reno tidak mau melanjutkan makanannya. "Udah ca perut aku sakit." Ucap Reno menahan tangan Elisa untuk menyuapi nya kembali.

"Yaudah minum susunya yah? Buah nya mau dimakan kapan?" Tanya Elisa.

"Nanti aja ca." Jawab Reno.

"Yaudah aku taro piring nya kebawah dulu ya." Jawab Elisa hendak bangun dari kasur Reno namun seketika di tahan oleh Reno.

"Ca nanti aja." Tahan Reno. "Aku mau peluk." Ucap Reno dengan muka memelasnya.

Elisa menaruh nampan di pangkuan nya ke meja sebelah tempat tidur."sini.." jawab Elisa merentangkan tangan nya.

Reno memeluk Elisa erat menghirup aroma tubuh Elisa yang Ia sukai. "Maafin aku karena udah ingkar semalam aku minum terlalu banyak." Ucap Reno masih dalam pelukan Elisa.

Mengapa? (Completed)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang