Happy Reading 📚
__________________________
“Hai, lo nggak lupa caranya nafas’kan?”
Suara pemuda itu terdengar sangat jelas memenuhi rungu Arum. Hebusan nafas sedikit panas yang menyapu permukaan kulit lehernya menimbulkan desiran pada seluruh pembuluh darah gadis itu. Arum bergeming ditempat, matanya menatap lurus ke depan dengan pandangan kosong.
Tidak ada kata atau bahkan kalimat yang bisa menjelaskan perasaan yang tengah melanda dirinya saat ini. Rasanya sangat … sangat … tidak menentu. Suara yang ia dengar beberapa saat lalu bukan lagi sesuatu yang asing. Jadi benar bahwa pemuda yang tengah merengkuhnya saat ini adalah Rama. Arkasa Rajendra Rama.
Arum tidak percaya dan menolak untuk percaya. Bagaimana bisa pemuda ini adalah Rama? Dan kenapa dari sekian ratus jumlah murid laki – laki angkatannya, justru Rama yang menjadi pasangan dansanya? Kenapa harus Rama?
Wajah Rama masih bertahan disamping wajah Arum, bahkan gadis itu kini bisa merasakan sesuatu menyentuh permukaan bahu kirinya. Hembusan nafas Rama masih bisa Arum rasakan, panas dan menusuk. Rengkuhan jemari pemuda itu dipinggangnya pun terasa semakin erat, serupa memeluk.
Ini Rama? Tolong Arum masih tidak bisa mengendalikan dirinya. Tubuhnya terasa sangat lemas. “R-rama?”
“Iya, ini gue.”
Kedua kalinya pemuda itu bersuara membuat Arum sangat yakin jika ini benar adalah Rama. Arum menghela nafasnya gugup, ia turut memejamkan matanya dan mengontrol detak jantungnya yang terasa menggila di dalam sana.
Arum memegang bahu Rama, dan mendorong pemuda itu agar menjauh, tapi Rama justru enggan melakukan hal itu. Ini gila!
“Rama, kamu mabuk?”
“Nggak ada alkohol disini. Tapi lo bener, gue mabuk. Lo yang bikin gue mabuk.” Jawab pemuda itu yang masih bertumpu dagu dibahu kiri Arum.
Kedua alis Arum tertaut tak mengerti, debaran jantungnya semakin terasa menggila. “Aku nggak ngerti maksud kamu. Tolong lepasin, aku nggak nyaman.”
Tidak ada jawaban beberapa detik, Rama pun tak kunjung melonggarkan rengkuhannya pada pinggang Arum.
“Gue bisa buat lo nyaman. Lagipula kalau gue lepasin, gue nggak yakin lo kuat berdiri.”
Gila, ini benar – benar gila. Apa semua ini nyata? Arum menelan salivanya susah payah, dia tidak bisa mencerna situasi ini. “Aku Arum,”
Masih belum selesai gadis itu berbicara, suara Rama terlebih dahulu mengintrupsi. “Gue tahu. Terus kenapa kalau lo Arum?”
Arum bisa melihat jemarinya yang berada di bahu Rama terlihat bergetar. “Kamu benci aku, seharusnya kamu nggak suka kalau yang jadi pasangan dansa kamu itu aku.”
“Siapa bilang? Gue suka.”
Jawaban itu terdengar tenang, mengantarkan desiran hebat pada seluruh aliran saraf Arum. Gadis itu mengerjap beberapa kali, ia merasa seolah akan hilang kesadaran.
“Kamu kenapa? Maaf banget Rama, tapi tolong lepasin, aku nggak bisa jadi pasangan dansa kamu.” Arum kembali mencoba mendorong bahu Rama agar pemuda itu mau menjauh.
Rama menegapkan kembali tubuhnya, matanya memandang telak wajah Arum yang terlihat seperti orang linglung. Bibir tebalnya membentuk senyum kecil, manik matanya mengikuti arah pandang Arum yang tak menentu, sedangkan kedua tangannya masih tetap berada kedua sisi pinggang gadis itu .
“Kalau nggak sama lo, harus sama siapa lagi gue dansa di acara terakhir ini?” Tanya pemuda itu membuat Arum mendongak.
Arum menatap sepasang mata pemuda itu dalam diam, masih mencoba menemukan titik terang dari kejadian tidak terduga yang tengah ia alami.
“Kamu bisa dansa sama yang…”
KAMU SEDANG MEMBACA
TANYA GENGSI
ChickLit19+ | Arum tahu bahwa hidupnya tidak akan baik-baik saja setelah ia sah menjadi istri Rama, si pelaku pembullyan saat dirinya masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas. ___________ Arkasa Rajendra Rama adalah sosok laki-laki yang mati-matian Arum...
