Happy Reading 📚
Graduation sesi kedua itu diadakan di Lapangan Rinjani, outdoor memang pilihan yang tepat untuk acara semacam ini. Acara prom night itu tampak elegan juga mewah dengan hiasan menjuntai yang terpasang apik dan indah memenuhi hampir seluruh kawasan lapangan. Lampu – lampu kristal, aneka kue dan minuman bersoda, panggung mewah, lilin – lilin, serta deretan kursi juga meja pesta tersebar di sisi kanan dan kiri yang menyisakan ruang ditengah selaras dengan panggung.
Para peserta kelulusan diperlakukan bak raja dan ratu seharian penuh itu, suka cita mereka menikmati acara yang hanya bisa mereka rasakan satu kali seumur hidup dalam masa terakhir menjadi murid sekolahan.
Para siswa dan siswi kompak mengenakan gaun dan setelan ala prom night dengan konsep golden-dark. Konsep ini diusulkan oleh kelas Dela dengan makna bahwa ‘Dark’ melambangkan suka duka selama menjadi murid SMA, sedangkan ‘Golden’ merupakan lambang dari masa keemasan para murid yang mana kelulusan adalah masa keemasan yang dimaksud.
Pun sama halnya dengan Arum dan Dela yang kompak mengenakan gaun off-shoulder dengan warna dan motif yang berbeda. Jika Dela lebih memilih gaun berwarna soft-golden dengan untaian sedikit panjang dibagian belakangnya, maka Arum lebih memilih mengenakan gaun berwarna hitam yang tampak mencetak sedikit lebih jelas postur tubuhnya. Arum hanya berpikir bahwa gaun yang ia pilih itu sedikit banyak melambangkan hari – hari berat yang ia jalankan di masa SMA ini.
Mimikirkan soal warna gaun dan memori SMA-nya yang menyedihkan membuat tanpa sadar Arum tertawa kecil, cenderung miris. Awalnya saat baru menjadi murid SMA tahun pertama, Arum sudah sangat bersemangat memikirkan bahwa masa SMA yang ia jalani itu akan persis menyenangkannya seperti masa – masa SMA yang diceritakan kebanyakan orang.
Kata orang, masa SMA adalah masa paling menyenangkan, dimana beragam cerita terjadi dan terukir menjadi satu kenangan paling berkesan dalam ingatan. Mungkin bagi orang lain, pernyataan itu adalah benar. Tapi tidak untuk dirinya.
Masa SMA miliknya justru menjadi masa paling buruk yang pernah ia rasakan. Beragam cerita memang ia alami, kenangan berkesan pun terukir apik diingatannya. Namun semua itu bukanlah hal yang Arum rasa pantas untuk ia ceritakan dengan bangga.
Tahun pertama memang sedikit menyenangkan, tapi tidak semenyenangkan itu. Jika dibandingkan dengan masa SMP, Arum akan sangat memilih masa sekolah menengah pertama itu. Di SMP semua teman sekelasnya sangat kompak, ada banyak lawakan yang dilakukan oleh para teman laki – lakinya hingga membuat seisi kelas tertawa, belajar memang hal yang penting tapi kebersamaan tidak pernah terlewatkan.
Hal itu sangat berbanding terbalik dengan masa SMA-nya. Hampir seluruh teman sekelasnya di masa SMA ini sangat gila belajar, terlalu serius dan tidak seru, hingga kebersamaan itu sangat jarang terbentuk. Apalagi semenjak Arum menjadi korban rundungan Rama, sejak saat itu Arum sama sekali tidak pernah merasakan lagi yang namanya kebersamaan teman sekelas.
Arum tidak tahu apa hanya dia saja yang merasakan hal ini atau tidak, tapi Arum sangat tidak menyukai masa – masa selama tiga tahun terakhir yang ia jalani.
Hanya ada satu hal yang Arum syukuri di masa SMA ini, yaitu masa ini mampu mempertemukannya dengan sahabat semacam Dela. Dela adalah satu – satunya kenangan manis yang Arum rasa sangat pantas untuk ia pamerkan. Hanya itu.
“AAA!!”
Teriakan nyaring para siswi terdengar dan seketika membuyarkan lamunan Arum. Hal itu disebabkan oleh lampu yang menjadi sumber penerangan utama tiba – tiba saja padam, dan membuat semua area nyaris gelap.
Suara berisik dan protesan terdengar saling bersahutan, membuat suasana sedikit tidak kondusif. Arum berusaha mempertajam pengelihatannya, dan memperhatikan sekitar. Sedangkan disisi lain ada Dela yang sudah meremat erat pergelangan tangan Arum sebab ketakutannya akan suasana yang gelap.
KAMU SEDANG MEMBACA
TANYA GENGSI
Romansa19+ | Arum tahu bahwa hidupnya tidak akan baik-baik saja setelah ia sah menjadi istri Rama, si pelaku pembullyan saat dirinya masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas. ___________ Arkasa Rajendra Rama adalah sosok laki-laki yang mati-matian Arum...
