Aksa POV
Aksa tertegun mendengar tawaran yang dilontarkan Hazel. Tapi saat ia hendak menjawab, cewek itu tertawa sambil menepuk lengan Aksa.
"Bercanda Kak, serius amat." selorohny.
Aksa meneguk mocktailnya dan memilih untuk mengalihkan pandangannya kearah lain. Dia hampir saja mempertimbangkan tawaran gila itu.
Sejurus kemudian, Aksa teringat keberadaan Aria yang ia tinggal sendirian di meja. Cepat-cepat ia bangkit berdiri.
"Aku balik duluan ya, kamu sama siapa kesini?"
"Sama temen Kak, eh, aku boleh minta kontak Kak Aksa?"
Aksa terdiam sebentar sebelum mengangguk, mereka bertukar nomor dan saling mengirim pesan sebelum Aksa beranjak mencari Aria.
Aria sedang duduk di table mereka, mengobrol dengan seorang pria yang tak Aksa kenal. Kening Aksa berkerut melihatnya.
"Itu, suami aku." ujar Aria.
"Lho, Aksa kan??"
Aksa menelisik wajah orang itu. "Dana?"
"Iya, masih inget lu ya." Dana berdiri dan menyalami Aksa.
"Apa kabar lu?" tanya Aksa. Dana ini juniornya di SMA dulu, mereka satu klub basket. Bahkan sampai kuliah mereka masih sering main basket bersama.
"Baik gue."
"Lu kenal Aria?" tanya Aksa.
"Iya, kita sempet sekampus dulu. Nggak nyangka gue kalau lo suaminya." jawab Dana.
Mereka terlibat percakapan ringan, sebelum Aksa pamit dan mengajak Aria pulang. Aria terlihat begitu lega saat mereka meninggalkan lingkungan klub malam.
"Capek?" tanya Aksa saat Aria duduk diam di mobil.
"Hmm, ternyata aku beneran nggak cocok sama tempat kayak gitu."
Aksa terkekeh. "Yaudah, tidur aja, kalau udah sampai aku bangunin."
"Kamu tadi kemana, kok tinggalin aku lama?"
Pertanyaan Aria membuat Aksa merasa bersalah, dia berdeham. "Ya biasa, kebawa suasana. Maaf ya?"
Aria menghela napas. "Aku udah takut, tadi ada om-om yang ngajak aku ngobrol."
"Oh ya?"
"Untungnya Dana dateng. Kalau nggak, aku nggak tau lagi deh..."
Aksa menelan ludah, teringat akan perasaan bahagia saat menncuri waktu untuk berbincang dengan Hazel. Astaga, dia benar-benar brengsek.
Tak lama mereka sampai ke rumah. Aria langsung masuk ke kamarnya, begitupun Aksa.
Setelah mandi dan berganti baju, Aksa terbaring di ranjang sambil melamun. Dalam hati, perasaanya tak tenang, seolah ada hal yang mengganjal untuk diselesaikan—
Ting! Tiba-tiba handphonenya di samping bantal berbunyi.
Mata Aksa melebar saat ada pesan masuk dari Hazel.
Hazel Angeline
Udah sampai rumah Kak?
Aku baru aja sampai
Aksa terdiam sejenak sebelum mengetik balasan.
Udah nih, baru aja sampai
Tok tok tok—
Saat pintu kamarnya diketuk, Aksa langsung merasa kelabakan. Ia mematikan handphonenya tepat sebelum wajah Aria muncul dari balik pintu.
KAMU SEDANG MEMBACA
He Was My First Kiss
RomanceCOVER BARU Jadi ART di rumah seorang laki-laki brengsek yang pernah menciumnya saat SMA hanya karena kalah taruhan?? Aria rasanya ingin kabur saja saat tau siapa majikannya, tapi situasinya tak semudah itu, ia benar-benar butuh uang untuk bertahan h...
