EXTRA PART

45.1K 1K 55
                                        

Semua penjelasan Prad tidak ditelan mentah-mentah oleh Shaza

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Semua penjelasan Prad tidak ditelan mentah-mentah oleh Shaza. Mereka memang telah menjalani hari-hari seperti biasa. Namun, Shaza jelas masih menaruh curiga pada sang suami. Prad pun menerima konsekuensi dari yang ia perbuat. Dengan sabar ia memupuk kembali kepercayaan sang istri.

Shaza mencari tahu lewat Adhisti tentang keadaan yang terjadi ketika Prad dijodohkan. Adik iparnya itu menceritakan sama persis seperti Prad. Karena masih kurang puas, Shaza memancing Sekar dengan pertanyaan yang sama. Dan hasilnya tidak berubah. Sampai-sampai Shaza mencari jawaban melalui asisten rumah tangga di rumah mertuanya yang sudah jelas pasti melihat langsung. Namun, Shaza hanya menemui satu jawaban.

Prad memang tidak mau dijodohkan, laki-laki itu mogok makan dan Sekar sampai menangis di depan kamar anak pertamanya.

Jika dikaitkan dengan pernyataan Yudhistira, Shaza makin tidak bisa mengelak bahwa Prad memang tidak pernah menaruh hati pada Shania.

Ditambah dengan cerita dari Inggid, tentang bagaimana Prad menawarkan diri untuk menjaganya. Ternyata Inggid tidak langsung menyetujui, tapi Prad meminta izin untuk berbicara langsung pada Januar dan meyakinkan mereka bahwa dirinya akan melindungi Shaza.

Dan semua bukti-bukti itu Shaza cari sendiri secara diam-diam. Prad dipastikan tidak mengintervensi atau menyuruh melebih-lebihkan cerita. Semua yang disampaikan benar adanya.

Maka, Shaza tidak bisa lagi selain memaafkan sang suami. Prad memang melakukan kesalahan dengan membohonginya, tapi laki-laki itu sangat menyesal dan membuktikan janjinya untuk tidak mengulang kesalahan yang sama. Perlahan-lahan, Prad membiasakan lebih terbuka tentang diri dan perasaannya pada Shaza. Lebih banyak dari sebelumnya.

Hari-hari menjalani rumah tangga pun terasa indah ketika mereka kembali saling percaya. Memang sesekali ada pertengkaran kecil, tapi Prad dan Shaza saling membesarkan hati dan mencari solusi bersama.

Tidak terasa waktu berlalu begitu cepat. Banyak hal telah berubah. Salah satunya rencana Prad untuk menunda mengadakan resepsi setelah Shaza lulus kuliah. Ternyata takdir berkata lain.

Shaza mengusulkan untuk mengadakan acara resepsi pada liburan semester. Keluarga mereka pun sangat setuju. Setelah menimbang-nimbang, Prad pun mengizinkan. Jika tidak berhalangan dengan kerjaan, Prad akan menemani Shaza melakukan survei. Namun, jika Prad tidak bisa, Sekar, Adhisti, atau Regi, pasti ia mintai tolong untuk menjaga sang istri. Karena Shaza kembali mengonsumsi pil kontrasepsi, maka dari itu Prad sangat memperhatikan kesehatan sang istri.

Semua keputusan mulai dari gedung, gaun, sampai makanan pun Prad diskusikan bersama Shaza. Mereka juga menerima saran dari keluarga serta pihak organizer, tapi Prad sangat mengusahakan agar keinginan sang istri yang utama dan bisa terwujud.

Prad sangat senang hari ini melihat senyum merekah di wajah sang istri. Tak henti-hentinya dia menatap Shaza yang baru selesai dirias oleh MUA yang dulu juga mendandani istrinya saat akad nikah.

The Day You Came [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang