FAMILY TIME

1.1K 97 4
                                        

"Nath, aku pengen family time bareng anak-anak. Kamu bisa kan?" tanya Aluna menyerahkan secangkir kopi untuk Nathan.

Nathan menyeruput kopi itu lalu menjawab, "Kapan?"

Aluna tampak berpikir. "Gimana kalau besok malam? Mumpung malam Minggu," ujarnya.

"Maaf, Na. Besok aku mau lembur,"

Aluna langsung memasang wajah sedih, ia menunduk. "Gak bisa ditunda besoknya lagi gitu? Aku pengen lebih dekat sama anak-anak,"

Nathan yang sudah dibutakan cinta tak kuasa melihat raut sedih Aluna. Ia pun mengalah, "Iya deh. Besok aku bisa,"

Senyuman manis Aluna terbit, ia langsung memeluk Nathan dari samping. "Makasih, sayang,"

Ucapan sayang dari Aluna membuat Nathan salah tingkah. Wajahnya memerah seperti kepiting rebus.

"Besok kita bakar-bakar di belakang rumah ya. Besok aku kasih tau anak-anak. Oh iya, anterin aku belanja juga ya. Selamat malam!"

"Iya, sayang."

~•000•~

Keesokan malam harinya, seluruh penghuni rumah keluarga Rajendra itu berkumpul di belakang rumah. Mereka sedang membantu Aluna untuk menyiapkan segala keperluan untuk acara bakar-bakar mereka.

"Nath, tolong kamu nyalain arangnya!" pinta Aluna yang sibuk memotong sosis dan bakso yang akan mereka bakar nanti, ia dibantu oleh Leo dan Maven.

Sedangkan Archie dan Axel menyiapkan segala macam saus yang akan digunakan. Lalu Juna sedang memeras jeruk untuk dibuat es jeruk nantinya, sementara Zayn dan Zayden bagian menata tikar untuk tempat duduk mereka nanti.

"Woi! Bantuin kek, malah turu," tegur Leo pada Zayn dan Zayden yang bergoleran di atas tikar.

"Kita udah bantu nggelar tikar loh," balas Zayn.

"Ya, masa itu doang? Sini bantuin gue meras jeruk!" sahut Juna.

"Ogah!" balas mereka kompak.

Merasa kesal, Juna mengambil segenggam kulit jeruk yang terkumpul di dalam keresek kemudian melemparkannya pada mereka.

"Woi! Apa-apaan nih?" seru Zayn terkejut menerima lemparan kulit jeruk.

"Kak, nanti tikarnya kotor!" pekik Zayden yang melihat kulit jeruk itu berserakan.

"Makanya bantuin!"

Aluna dan Nathan hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan anak-anaknya itu. Mereka saling melemparkan senyum. Inilah yang mereka harapkan selama ini.

Setelah semua siap, Aluna mulai menata tusukan sosis di atas panggangan. Nathan berada di sampingnya untuk mengipasi arang tersebut.

"Mereka so sweet  banget ya. Kapan gue bisa kayak gitu?" celetuk Zayn yang langsung mendapat geplakan dari Leo.

"Yeuu... Lo masih bocil, ngebet banget pengen nikah!"

"Bukan nikah juga kali!"

"Baca apa tuh, dek?" tanya Zayden pada Archie yang daritadi fokus pada sebuah buku yang dipegangnya.

"Baca novel," jawab Archie tanpa menoleh.

"Kayaknya seru tuh. Mau baca juga dong." Zayden mendekat pada Archie.

LAKUNATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang