Wake up

3.9K 344 23
                                        

Jaki, dan sekeluarga masuk ke ruangan tersebut, mereka semua mengelilingi Krow, menatap Krow yang akhirnya membuka matanya. Tetapi berbeda dengan Jaki, Jaki hanya diam menunggu dibelakang yang lainnya.

Caine tidak bisa membendung air matanya lagi, ia menangis karena senang, akhirnya anaknya yang berminggu-minggu koma sadar juga.

"Mami, jangan nangis.." suaranya terdengar sangat lemah.

"Maafin mami, Krow.." Caine mengelus kepala Krow dengan hati-hati, memeluk Krow untuk melepas rindu.

"It's okay, mami.."

Anak-anak lainnya pun ikut menangis, kekhawatiran mereka selama berminggu-minggu ini hilang, tapi tidak sepenuhnya. Mereka masih harus mengkhawatirkan keadaan Krow.

"Eh, jangan pada nangis.."

Sungguh sakit melihat Krow yang seperti ini, yang biasanya berteriak jika berbicara, kini suaranya terdengar sangat lemah.

"Lu nakutin kita semua, sial!" Garin membuka suara, tangisannya semakin besar.

Krow terkekeh pelan, "Maaf ya, gua udah gapapa kok."

Saat yang lainnya sibuk menyambut Krow yang baru saja tersadar, Jaki duduk diam di kursi belakang, menahan air matanya sekuat tenaga. Anggota lainnya tentu tidak sadar, karena mereka sibuk kepada Krow. Terlalu senang karena Krow sudah sadar.

Sekitar 20 menit, anggota lainnya mundur, mereka melihat jam dan menunjukkan pukul 23.20

"Eh, siapa yang besok ga ada agenda? Agenda kita lagi padat banget." Ucap Key, disetujui oleh yang lainnya.

"Aku. Aku jagain Krow." Mereka semua melirik ke arah sumber suara, dan itu ternyata Jaki. Mereka baru sadar Jaki sedari tadi diam di situ.

Pandangan Krow juga teralihkan ke Jaki, Krow tersenyum senang, ternyata yang sedari tadi ia cari ada disini. Ia mengira bahwa Jaki tidak ikut menyambut kesadarannya.

"Tapi kamu-" Ucapan Elya dipotong oleh Jaki, "Gapapa."

Mereka semua saling bertatapan, mengkhawatirkan keadaan Jaki karena Jaki nonstop menjaga Krow. Namun karena keinginan Jaki, mereka tidak bisa melakukan apapun.

"Yaudah, nitip Krow, ya. Kalau ada apa-apa hubungin aja kita." Jaki mengangguk paham.

Saat semua anggota sudah pergi, Jaki melamun sejenak, berfikir kalimat apa yang harus ia sampaikan? Jujur ia takut, takut Krow akan membencinya.

"Hey, sini.. masa diem di situ aja? Ga seneng aku bangun?" ucapan Krow membuat lamunan Jaki terpecahkan, perlahan Jaki bangun dari duduknya dan menghampiri Krow.

Jaki duduk di kursi yang ada di sisi ranjang, ia menatap Krow, begitu juga dengan Krow. Air mata Jaki sudah tidak bisa ditahan lagi.

"Krow, ma-" Seakan tau apa yang akan Jaki katakan, Krow memotong pembicaraan.

"Shh.. don't blame urself again.." Ucap Krow sambil meletakkan jari telunjuknya di bibir Jaki.

"Kamu ga salah, Jaki.. Aku yakin selama aku koma, kamu nyalahin diri kamu sendiri, kan?"

Jaki terdiam, tidak bisa menjawab karena memang brnar begitu. Jaki memegang tangan Krow, mengelus tangannya dan berhati-hati agar tidak menyakitinya.

"K-krow.."

Krow yang merasa terpanggil menoleh ke arah Jaki, Krow tersenyum dan memegang pipi Jaki.

"Don't cry .." suaranya begitu lemah, nyaris berbisik.

Krow perlahan merentangkan tangannya, berusaha memberi tau agar Jaki segera memeluknya. Jaki yang sadar segera memeluk Krow dengan hati-hati. Krow bersusah payah memeluk kembali Jaki.

Jaki Chen ft TNFCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang