Jack Kaiser?

2.7K 241 23
                                        


Jaki tengah sibuk memainkan rambut sang kekasih-Krow, sembari kumpul dengan anggota lainnya di ruang tengah. Tidak ada kegiatan hari ini, hanya membahas beberapa bisnis yang akan mereka jalankan kedepannya.

Ditengah kesibukannya, ponselnya bergetar terus-menerus karena pesan yang masuk ke ponselnya. Ia mengambil ponselnya dari saku dan melihat ada nomor tidak dikenal mengiriminya beberapa pesan.

Jaki terdiam melihat pesan-pesan tersebut, kenapa

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Jaki terdiam melihat pesan-pesan tersebut, kenapa .. dia datang lagi? Kenapa disaat Jaki sudah damai, masalah selalu menghampirinya lagi?

Krow menyadari gerakan tangan di rambutnya berhenti, ia sedikit mendongak dan menatap wajah Jaki yang terlihat sedikit cemas itu.

"Kenapa, love?" tanya Krow dengan nada pelan, agar hanya mereka berdua yang mendengarnya.

"Gapapa." Jaki menjawab dengan senyuman manis di wajahnya. Menyembunyikan rasa gelisah yang ia rasakan.

Jaki menonaktifkan notifikasinya dan menaruh ponselnya, mencoba untuk fokus ke pembahasan random yang dibicarakan oleh anggota TNF lainnya. Namun rasa gelisah nya tak kunjung hilang, malah semakin menjadi-jadi.

"Iya kan Jak?!" Echi menatap ke arah Jaki.

Jaki yang sedang melamun sontak tersadar dan menatap Echi, "h-hah? Eh iya haha.."

"Lu ngedengerin kah Jak daritadi?" tanya Garin dengan nada sedikit khawatir.

"Ngelamun mulu, mikirin apa sih?" senggol Mako yang berada di sebelahnya.

Jaki hanya terkekeh pelan, mengabaikan rasa gelisah yang ia alami, dan berusaha mendengarkan obrolan.

Di Kamar.

Krow memeluk Jaki, begitu juga sebaliknya. Mereka melakukan rutinitas sebelum tidur, agar tidurnya nyenyak, katanya. Krow mendongak menatap Jaki, Jaki menunduk menatap Krow. Keduanya hanya diam bertatapan dalam waktu yang cukup lama. Menikmati sorot mata yang indah dari keduanya, sejenak melupakan semua masalah yang mereka hadapi.

"Jaki, are you okay?" tanya Krow sembari mengelus lembut pipi Jaki, matanya tak pernah lepas dari mata Jaki.

"Hm? Why you ask that question? Of course i'm fine." Jaki membalasnya dengan senyuman.

"Engga, firasatku aja yang ga enak kayaknya," Ucap Krow, memeluk Jaki dengan erat, "... kalau ada apa-apa bilang, hati ku ga enak daritadi."

"Iya, sayangku." Jaki membalas pelukan sembari mencium kening Krow.

Setelah Krow tertidur, ia menggantikan dirinya dengan guling dan diam di balkon kamarnya, menatap pemandangan langit sembari melihat ponselnya yang sudah banyak pesan oleh nomor tidak dikenal tadi.

Jaki mengeluarkan rokok dari sakunya, mulai menghisap rokoknya sembari melamun menatap langit. Ia merasakan hidungnya mengeluarkan cairan, ia sudah menduganya. Jaki mimisan lagi.

Jaki Chen ft TNFCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang