06.30, pagi yang tidak begitu cerah membuat suasana di sana semakin sejuk, semakin membuat semua orang ingin bermalas-malasan. Pagi yang mendung ini, mendukung anggota TNF bermalas-malasan karena hari ini sedang libur.
Namun tidak lama dari itu, terdengar suara di radio yang membuat anggota lainnya gagal untuk bermalas-malasan.
"Kumpul semua di ruang tengah, ada yang mau papi bahas dengan kalian." - Rion.
"Yaelah si tua ini, masih pagi disuruh kumpul." Keluh Krow kepada kekasihnya, Jaki.
Jaki terkekeh pelan mendengar keluhan Krow, "Gapapa, siap-siap ke bawah, yuk."
Krow menggelengkan kepalanya, menandakan bahwa ia tidak ingin beranjak dari kasur, karena sedang cuddle bersama Jaki. Krow malah membenamkan wajahnya ke leher Jaki, mendusel di leher Jaki.
Jaki hanya menghela nafas melihat kelakuan Krow yang seperti bayi yang tidak ingin di tinggal oleh ibunya. Jaki mengambil radio, tangan satunya mengelus rambut Krow.
"Cek, Jaki masuk radio." - Jaki Chen.
"Masuk Jwack." - Garin.
"Masuk bonus." - Rion.
"Pagi bonus, baru bangun kan?" - Echi.
"Pagi, iya baru bangun. Papi, kumpul jam berapa?" - Jaki.
"Jam 7 an aja, gada yang telat ya." - Rion.
"Ada apa sih pih? Padahal enak turu." - Echi.
"Ada yang mau dibahas." - Rion.
"Merusak suasana pagi." - Selia.
"Ngomong sekali lagi Sel?" - Rion.
"Bercanda papi, hehe." - Selia.
Jaki membiarkan Krow bermanja-manja dengannya untuk sementara, karena siap-siap mereka tidak butuh waktu lama.
"Sayang, kamu wangi." Krow menghirup aroma Jaki lewat leher Jaki, menikmati wangi strawberry dari kekasihnya itu.
"Iyalah, kan perawatan." Balas Jaki, ia juga ikut mendekatkan wajahnya ke rambut Krow untuk menghirup aroma sampo yang khas itu.
"Rambut kamu juga wangi, jadi rajin keramas, ya?" Krow mengangguk pelan mendengar perkataan Jaki.
"Iya, semenjak sama kamu, aku rawat diri." Krow menarik diri, wajahnya kini sejajar dengan wajah Jaki. Jaki menangkup pipi Krow, kemudian mengelusnya menggunakan ibu jarinya.
"Iya, makin bersih, makin cakep." Puji Jaki, membuat pipi Krow sedikit memerah. Krow terkekeh pelan, melakukan hal yang sama kepada Jaki, menangkup pipi Jaki dan mengelusnya menggunakan ibu jarinya.
"Gitu kah? Bagus kalau gitu, ini juga karena kamu." Jaki mengangguk, mengingat bahwa dirinya yang memilihkan skincare untuk kekasihnya, Krow.
Mereka terkekeh, menatap satu sama lain dengan penuh kasih sayang. Mereka berharap, besok, lusa, dan selamanya bisa seperti ini.
"Kamu juga makin hari makin cantik." Puji Krow secara tiba-tiba, ia menyadari bahwa pacarnya semakin hari semakin cantik.
"Masa? Aku ganteng bukan cantik." Jaki mengelak, walau dirinya juga tau dia sebenarnya cantik, bukan tampan.
"Iya, pretty and handsome at the same time, tapi lebih dominan cantik." Krow menyelipkan rambut Jaki ke belakang telinga Jaki.
"Oh.. yeaa- thank you." Rona merah terlihat di pipi Jaki, menandakan ia sedang malu. Krow tersenyum, menganggap pemandangan di hadapannya itu sangat menggemaskan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Jaki Chen ft TNF
De Todomenceritakan perjalanan dan penderitaan yang dialami seorang pemuda bernama jaki chen saat berada di keluarga mafia yaitu Tokyo Noir Familia. ⚠️ warn bxb! please be wiser. ⚠️ krojaki slight krowchi & ginchi ⚠️ angst area! author cinta kesedihan. ⚠...
