Fall... again.

4K 288 47
                                        

Selang waktu 2 minggu, kondisi Krow tak kunjung membaik. Pak Sui bilang dirinya masih lemah, bahkan semakin hari semakin melemah. Anggota TNF lainnya tentu sangat khawatir, apalagi dokter pernah bilang tentang kabar buruk Krow.

Mulai hari ini, seluruh anggota TNF memutuskan untuk cuti selama seminggu kedepan dan menemani Krow di rumah sakit, tetapi tetap saja yang menjaganya saat malam hari hanya 2 orang.

Mereka semua berkumpul di ruangan Krow dengan wajah sedih sekaligus khawatir, Krow yang melihat itu merasa heran, kenapa mereka?

"Kenapa kalian? Mukanya sedih gitu.." Ucap Krow, suaranya nyaris berbisik. Kini Krow memakai nebulizer/oksigen, karena nafasnya akhir-akhir ini sering sesak.

Tidak ingin membuat suasana semakin sedih, Echi berinisiatif untuk mencairkan suasana.

"Eh, tau ga sih yang lagi rame belakangan ini di jalanan?" tanya Echi kepada yang lain, tau bahwa niat Echi mencairkan suasana, mereka mengubah ekspresi mereka seperti biasa.

"Ohh yang anak-anak SG lagi nguasain jalanan itu ye?" balas Mako, Echi mengangguk sembari memakan chiki miliknya.

"Iya, katanya mereka lagi sering nyulik fraksi lain tanpa alasan." Balas Mia, tidak heran jika Mia mengetahui informasi ini, dia kan informan.

"Loh, iyakah?" Key sebenarnya ingin heran, tetapi memang kelakuan mereka seperti itu, kan? Mau bagaimana lagi.

"Tapi ngga kaget sih, buktinya anak-anak kita aja beberapa kali ditembakin tanpa sebab." Elya melanjutkan, Key dan yang lainnya mengangguk setuju.

"Nah iya, baru mau bilang," selia ikut nimbrung, "katanya CN juga lagi gedeg ama SG. Anak CN diculik mulu." Lanjut Selia.

"Pfft.. kayak anak kita dulu, tuh." Balas Rion yang diangguki oleh yang lainnya.

Setelah itu, tidak ada yang berbucara lagi. Hening, tidak ada satupun dari mereka yang melanjutkan.

Bukannya tidak mau, tapi pembahasannya memang hanya sampai situ. Keheningan itu membuat mereka semakin canggung, wajah mereka kembali sedih dan khawatir, mau ditutupi sejauh apapun mereka akan tetap khawatir.

"Tadi gua tanya ngga dibales, muka kalian kenapa sedih gitu, deh?" Krow mengulangi pertanyaan yang sama. Anggota lainnya terdiam sejenak, kemudian saling menatap satu sama lain.

"Krow, janji sama kita, lu harus sembuh, ya?" Garin membuka suara.

Krow terdiam sejenak, memikirkan kata-kata yang bagus untuk menjawab pernyataan Garin.

"Gua.. gua gabisa janji sama kalian, tapi gua bakal usahain.." Suara Krow semakin melemah dan terputus-putus karena oksigen yang ia pakai itu.

"GA BOLEH! lu harus janji." Semuanya sontak melihat ke arah yang berbicara, karena nadanya sedikit tinggi, dan ternyata itu adalah Jaki.

"Gua ga bisa janji, Jak. Lu ga liat? Gua aja.. udah gabisa duduk sekarang, gimana mau sem-"

"Krow, mulutnya." Caine memotong kalimat Krow, dirinya tidak ingin mendengar sesuatu yang menyakitkan dari anaknya itu.

"Bisa, lu bisa sembuh, jangan pesimis gitu ah." Riji menyemangati Krow.

"Iya, lu past-" ucapan Garin terhenti karena melihat Krow yang tiba-tiba sesak dan batuk-batuk.

"KROW?!" anggota lainnya langsung berdiri dan mengelilingi Krow.

"Jangan dikelilingin, pengap!" titah Caine, membuat beberapa anggota menjauh. Termasuk Jaki yang ditarik oleh Garin.

"Lepasin, Rin! Aku mau liat Krow!" Jaki memberontak saat Garin menahannya agar tidak melihat Krow.

Bukan kenapa-napa, ia takut, ia takut Jaki sedih melihat Krow yang seperti itu, dirinya tidak ingin sahabatnya panik.

Jaki Chen ft TNFCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang