49. Melting chaos

234 8 14
                                        

🍁🍁

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

🍁🍁

--Maaf ya, ternyata seberantakan itu

Sewaktu kecil Raga sudah seringkali melihat Bundanya melakukan tanggung jawabnya sebagai ibu dan sosok ayah untuknya, beberapa hal yang seharusnya dikerjakan bersama oleh pasangan suami istri namun Bundanya mengerjakannya sendiri. Memastikan dirinya selalu tercukupi untuk makan dan biaya sekolah.

Raga sudah bisa terima bahwa ia kehilangan peran ayah, dan sosok ayah tidak akan ada dalam hidupnya. Namun hari ini ada seorang pria dengan lantangnya mengaku sebagai ayahnya?

Raga meliriknya sekilas setelah menganggap itu hanya sebuah celutakan keluar dari mulut Tommy, Raga menggenggam tangan Khanza berniat membawanya pergi dari situ. Khanza benar-benar tidak bisa berkutik setidaknya menyuruh Raga untuk tetap mendengar penjelasan Tommy.

"Raga tunggu sebentar!" Tommy dengan susah payah mengejar putranya.

Raga dengan napas tak beraturan dan dada yang bergemuruh, berbalik dan berucap dengan cepat. "Jangan merendahkan diri anda untuk mengejar saya, Tommy Ilano."

Tommy menggeleng cepat, presetan dengan mata para khalayak, ramai menyorot mereka. Tommy Ilano, yang seringkali kehidupannya banyak disorot media.

"Raga, kita bicara baik-baik dulu!"

"Saya tidak mau dengar. Anda berbohong!"

Tommy naik pitam. "Saya tidak berbohong, kamu benar-benar anak saya!"

Raga melirik sekitar beberapa orang mengambil handphonenya untuk merekam keributan mereka.

"Saya bisa atur itu semua, kamu jangan khawatir Raga." ujar Tommy mengerti kekhawatiran putranya, ia sudah berulang kali membungkam para awak media untuk tidak memberitakan sesuatu tentang keluarganya yang tidak dia ijinkan untuk khalayak tau.

Khanza berusaha membuat Raga untuk tetap tenang ketika Om Tommy membawa mereka ke salah satu restoran di dalam mall.

"Saya tidak ingin minum apa-apa, anda tidak perlu repot-repot." Raga menyela saat Om Tommy ingin memanggil pramusaji untuk mendekat.

Tommy mengangguk mengerti, ia merogoh dompetnya mengeluarkan selembar foto usang didalamnya, diletakkan di atas meja. Raga mengernyitkan dahinya, wanita yang rambutnya dikepang berdiri di samping laki-laki yang menggunakan celana mengembang dibawahnya, foto hitam putih yang sama ia temukan dilaci rumahnya.

Lalu Tommy kembali mengeluarkan selembar foto usang lagi, fotonya dan sekumpulan pria menggunakan topi proyek bersama seorang wanita yang rambutnya dikepang itu berdiri ditengah-tengah mereka.

RAGACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang