48. Your father

164 7 3
                                        

🍁🍁

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

🍁🍁

Keisha, Geo, dan Orlando dibuat melongo melihat Raga yang membelah kuning telur milik Khanza untuk memastikan didalamnya benar-benar matang atau setengah matang. Bahkan ia tidak membiarkan telurnya terlebih dahulu menyentuh sepiring nasi goreng Khanza, sebelum benar-benar memastikan kuning telurnya sudah padat.

"Makasih ya nak," Sonia terkekeh geli menyentuh pipi putranya yang beralih mengambilkannya makan, sambil geleng-geleng kepala dengan kelakuan Raga.

"Lo juga mau Kei?" tanya Orlando, ia bergerak cepat menyendokkan nasi dan lauk dengan porsi yang banyak untuk Keisha.

"Aduh Land gue nggak makan sebanyak ini, yang ada bisa mual gue." keluh Keisha menatap horor isi piringnya, porsi makan orang yang tidak makan dua hari.

Orlando nyengir lebar, ia menukar piringnya yang baru diisi nasi sedikit dengan isi piring Keisha. "Hehe gue lupa badan lo kayak belalang sentadu,"

Keisha membelalakkan matanya. "Ini body ideal ya, asal lo tau!"

Seisi ruang makan itu tertawa dengan Orlando yang menyamakan Keisha dengan sejenis hewan belalang tanpa tulang belakang.

Dentingan handphone Khanza diatas meja sejenak membuat tawa malam itu sedikit mereda, perempuan itu mengambil handphonenya untuk mengecek pengiriman pesan.

+628699568578 : Halo Khanza, maaf menganggu. Ini saya Om Tommy, papahnya Damian

Khanza
iyaa om ada apa ya??

Om Tommy : Begini, saya ingin bertemu dengan Raga bicara empat mata dengan dia, tapi saya bingung untuk mengajaknya langsung bertemu. karena kami sempat berselisih kecil beberapa hari yang lalu.

Jadi saya mau minta tolong kamu sebagai kekasihnya, bisa atur waktu saya untuk bertemu dengan dia?

Khanza
haha om khanza emang pacarnya, bukan sekretarisnya buat atur waktu biar kak raga bisa ketemu sama om

Om Tommy : Lucu sekali kamu, maksud saya begini. Kamu bisa bujuk dia atau cari cara bagaimana caranya bisa bertemu dia agar bisa bicara empat mata?

Khanza
aku kepo nih om, emang mau ngomongin apa??

Om Tommy : Aduh anak kecil tidak boleh tau lagi, ini urusan orang dewasa

Khanza
tapi aku udah delapan belas tahun kok om, beda setahun doang sama kak raga

Om Tommy : Kamu bisa saja mengalihkan topik pembicaraan, saya serius kamu belum berhak tau ini urusan saya sama Raga

RAGACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang